BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Alian, Kabupaten Kebumen, pada Selasa sore (28/10) menyebabkan bencana longsor di Desa Wonokromo.
Tebing talud setinggi sekitar enam meter runtuh, menimpa dinding rumah semi permanen milik Samilin, seorang petani berusia 64 tahun.
Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 16.30 WIB, ketika hujan lebat mulai mengguyur daerah tersebut sejak pukul dua siang.
Menurut penuturan warga, suara gemuruh terdengar dari arah samping rumah sebelum longsor terjadi. Saat diperiksa lebih lanjut, tanah dari tebing talud sudah longsor dan menghantam dinding rumah Samilin.
Wakapolres Kebumen Kompol Faris Budiman, mewakili Kapolres Kebumen AKBP Eka Baasith Syamsuri, menjelaskan bahwa beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.
Samilin dan keluarganya berhasil keluar rumah tepat waktu setelah dinding roboh. Namun demikian, kerugian materiil akibat longsor diperkirakan mencapai Rp27 juta.
“Mendengar adanya peristiwa tersebut, petugas Polsek Alian bersama anggota Koramil dan Tim Kawasan Siaga Bencana (KSB) Kecamatan Alian segera mendatangi lokasi,” ujar Kompol Faris Budiman kepada awak media.
Mereka langsung bergerak membantu warga membersihkan material longsor yang masih berserakan di sekitar rumah korban.
Selain itu, petugas juga mencatat keterangan saksi dan berkoordinasi dengan pemerintah desa serta Forkompincam untuk langkah penanganan selanjutnya.
Pemerintah setempat melalui Tim KSB menyalurkan bantuan berupa paket sembako kepada keluarga terdampak sebagai langkah awal penanganan pasca-bencana.
Sumyadi, salah satu perangkat desa setempat yang menjadi saksi mata, mengungkapkan bahwa kawasan tersebut memang dikenal rawan longsor setiap kali musim hujan tiba.
“Begitu hujan deras turun, tanahnya jadi labil,” katanya.
Kompol Faris Budiman mengimbau agar warga yang tinggal di lereng atau bantaran tebing meningkatkan kewaspadaan selama musim penghujan ini berlangsung.
“Kami bersama instansi terkait terus memantau wilayah rawan bencana dan siap membantu warga,” tambahnya.
Hingga Rabu siang setelah kejadian, aparat bersama warga masih berjaga-jaga di lokasi sambil melakukan evakuasi barang-barang milik korban dan membersihkan material longsor yang tersisa.
Sementara itu, Bako Humas BPBD Kebumen Heri Purwoto mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerjunkan sejumlah relawan untuk melakukan assessment serta mencatat total kerugian yang ditimbulkan oleh bencana ini.
“Betul, relawan kami sudah assessment ke lokasi kejadian di Desa Wonokromo,” ujarnya.
BPBD Kebumen juga memberikan bantuan berupa sembako kepada para korban sebagai bentuk dukungan moral dan material bagi mereka yang terdampak langsung oleh bencana alam ini.
Heri pun menghimbau masyarakat yang tinggal dekat dengan tebing atau pegunungan untuk selalu waspada selama musim hujan berlangsung.
“Warga perlu tetap waspada namun juga harus tenang jika menghadapi situasi bencana seperti ini,” pesannya dengan penuh empati kepada masyarakat luas.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana alam terutama di wilayah-wilayah rawan seperti Desa Wonokromo di Kecamatan Alian. (fur/dda)
















