Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Kuota SD Sekolah Rakyat Baru 50 Persen

Kuota SD Sekolah Rakyat Baru 50 PersenKuota SD Sekolah Rakyat Baru 50 Persen
MENINGKAT : Minat masyarakat terhadap program sekolah rakyat terus meningkat

BANYUMASEKSPRES.ID, SURABAYA – Pemerintah memperpanjang masa pendaftaran program Sekolah Rakyat untuk jenjang sekolah dasar (SD) setelah kuota peserta didik pada tingkat tersebut belum terpenuhi.

Sementara itu, kuota penerimaan peserta didik untuk jenjang SMP dan SMA telah terisi penuh seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap program pendidikan tersebut.

Menteri Sosial, Syaifullah Yusuf atau Gus Ipul, mengatakan pemerintah masih memberikan kesempatan kepada calon peserta didik jenjang SD untuk mendaftar selama satu hingga dua bulan ke depan.

Kebijakan tersebut diambil karena masih banyak kuota yang tersedia.

“Namun dari sekitar 28.000 kuota SD yang tersedia, baru terisi sekitar 50 persen,” kata Syaifullah Yusuf di Kantor PWNU Jawa Timur, Surabaya.

Menurut Gus Ipul, setiap Sekolah Rakyat dirancang menampung sekitar 90 peserta didik pada masing-masing jenjang pendidikan, yakni SD, SMP, dan SMA.

Dengan konsep tersebut, pemerintah berharap program mampu memberikan akses pendidikan yang lebih luas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Ia menjelaskan, belum terpenuhinya kuota jenjang SD bukan karena minimnya fasilitas, melainkan masih adanya keraguan dari sebagian orang tua untuk menyekolahkan anak mereka di program tersebut.

“Karena itu, pemerintah belum mengambil keputusan terkait sisa alokasi dan masih memberikan waktu bagi calon peserta didik,” ujarnya.

Pemerintah berharap tambahan waktu pendaftaran dapat dimanfaatkan masyarakat yang sebelumnya belum sempat mendaftarkan anaknya.

Sosialisasi mengenai manfaat dan sistem pembelajaran Sekolah Rakyat juga akan terus dilakukan agar semakin banyak orang tua memahami tujuan program tersebut.

Selain fokus pada pemenuhan kuota peserta didik, pemerintah terus memperkuat fasilitas pendukung di berbagai lokasi Sekolah Rakyat.

Pengembangan sarana dan prasarana menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan pendidikan sekaligus mendukung kenyamanan proses belajar mengajar.

Gus Ipul menyebutkan, pembangunan fasilitas Sekolah Rakyat terus menunjukkan perkembangan positif.

Hingga saat ini, realisasi pembangunan sarana dan prasarana telah mencapai lebih dari 5.000 unit dari target yang telah ditetapkan pemerintah.

Pemerintah menargetkan pembangunan gedung permanen serta peningkatan kapasitas Sekolah Rakyat dapat memperluas akses pendidikan bagi anak-anak yang berasal dari keluarga kurang mampu di berbagai daerah di Indonesia.

Program Sekolah Rakyat menjadi salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan pemerataan akses pendidikan sekaligus memberikan kesempatan belajar yang lebih baik bagi masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan ekonomi.

Dengan diperpanjangnya masa pendaftaran jenjang SD, diharapkan seluruh kuota yang tersedia dapat segera terisi sehingga semakin banyak anak memperoleh manfaat dari program tersebut. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Komisi C Temukan Retakan Ketebalan Tak Sesuai

Komisi C DPRD Cilacap Temukan Retakan Saat Tinjau Proyek Jalan di Sidareja

Berita Selanjutnya
Persiapan Penilaian Kabupaten Layak Anak Dimatangkan

Banjarnegara Tunggu Hasil Verifikasi KemenPPPA untuk Penilaian Kabupaten Layak Anak 2026