BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Permasalahan jalan rusak kembali menjadi sorotan di Kabupaten Banjarnegara, tepatnya di Kecamatan Kalibening Kabupaten Banjarnegara.
Ruas jalan yang menghubungkan tugu depan SMP Negeri Kalibening hingga ke Perempatan Srengseng mengalami kerusakan parah dan hingga kini belum juga mendapatkan penanganan.
Warga setempat mengeluhkan kerusakan yang sudah berlangsung selama bertahun-tahun, bahkan semakin memburuk dari waktu ke waktu.
Ahmad Syarif, warga Desa Kalibening, menyampaikan keprihatinannya atas kondisi jalan tersebut. Ia yang setiap hari melintasi jalur ini untuk mengantar anaknya sekolah mengungkapkan bahwa lubang-lubang di jalan menjadi sangat berbahaya terutama saat musim hujan.
Air hujan kerap menutupi lubang, membuat pengendara sulit mendeteksinya dan meningkatkan risiko kecelakaan.
“Kalau hujan, lubangnya tertutup air. Sudah banyak pengendara jatuh di sini,” ungkap Ahmad saat ditemui pada Jumat (9/5).
Ia menegaskan bahwa jalan ini bukan hanya akses utama untuk masyarakat sekitar, tetapi juga jalur penting untuk pelajar, kendaraan umum, hingga ambulans yang menuju PKU Muhammadiyah Kalibening.
Kondisi yang memprihatinkan tersebut membuat kendaraan darurat seperti ambulans harus mengurangi kecepatan secara drastis demi menghindari kerusakan kendaraan maupun risiko keselamatan pasien.
“Mobil ambulans kadang harus pelan-pelan, karena jalannya parah,” imbuhnya.
Keluhan serupa juga datang dari warga lainnya, Santoso, yang menyayangkan lambannya respon dari pihak pemerintah terhadap kerusakan jalan yang begitu vital ini. Ia menilai belum ada keseriusan dalam penanganan meski kerusakan sudah berlangsung bertahun-tahun.
“Sudah bertahun-tahun rusak, belum ada tanda-tanda perbaikan,” ujarnya singkat.
Dikonfirmasi mengenai keluhan warga, Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Banjarnegara, Arkom Al Fahmi, membenarkan bahwa ruas jalan di depan PKU Muhammadiyah Kalibening sebenarnya sudah masuk daftar perencanaan perbaikan tahun ini. Namun, rencana tersebut harus ditunda karena terkena imbas refocusing anggaran.
“Ruas jalan depan PKU Muhammadiyah Kalibening seharusnya ditangani tahun ini, tapi anggarannya dialihkan atau kena refocusing,” jelas Arkom.
Ia menuturkan bahwa kebijakan refocusing merupakan bagian dari kebijakan efisiensi anggaran nasional yang diberlakukan pada tahun anggaran 2025. Pemerintah pusat menginstruksikan pengalihan dana ke sektor-sektor yang dianggap lebih prioritas, sehingga sejumlah proyek infrastruktur termasuk perbaikan jalan di Kalibening tertunda pelaksanaannya.
Kebijakan refocusing ini memang telah memengaruhi berbagai daerah, termasuk Banjarnegara, di mana banyak proyek pembangunan fisik harus disesuaikan kembali dengan alokasi anggaran yang tersedia.
Namun demikian, masyarakat berharap agar kondisi jalan yang rusak tidak terus dibiarkan tanpa kejelasan waktu perbaikan. Jalan yang berlubang dan tidak layak tidak hanya mengganggu aktivitas harian warga, tetapi juga berdampak langsung pada keselamatan jiwa, terutama bagi pengguna jalan seperti pelajar dan kendaraan darurat.
Keberadaan infrastruktur yang memadai sangat penting, terutama di kawasan yang memiliki fasilitas layanan kesehatan seperti PKU Muhammadiyah Kalibening. Keterlambatan ambulans akibat kondisi jalan dapat berakibat fatal, apalagi dalam situasi darurat.
Masyarakat berharap, meskipun proyek ini dianggap non-prioritas dalam konteks nasional, namun pemerintah daerah tetap memperjuangkannya agar bisa ditangani sesegera mungkin melalui anggaran cadangan atau sumber pembiayaan lainnya.
Kebutuhan dasar masyarakat seperti infrastruktur jalan semestinya menjadi perhatian utama dalam pembangunan, karena menyangkut keselamatan, kenyamanan, dan kelancaran aktivitas ekonomi dan sosial warga.
Kondisi jalan rusak yang tertunda perbaikannya karena refocusing anggaran kini menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah Kabupaten Banjarnegara. (jud/*stch)
















