BANYUMASEKSPRES.ID, Kabupaten Pangandaran seolah tidak pernah berhenti menghadirkan destinasi wisata alam dengan panorama yang memanjakan mata para wisatawan lokal maupun luar daerah.
Salah satu destinasi menarik yang mulai banyak diburu wisatawan adalah Pantai Karang Tirta yang berada di Desa Sukaresik, Kecamatan Sidamulih.
Lokasinya berjarak sekitar delapan kilometer dari Bundaran Marlin Pangandaran dan dapat dijangkau melalui jalur lintas pantai yang cukup nyaman dilalui kendaraan.
Perjalanan menuju kawasan pantai terasa menyenangkan karena wisatawan akan melewati dua jembatan ikonik dengan panorama muara sungai yang begitu estetik alami.
Dua jembatan tersebut adalah Jembatan Cikembulan dan Jembatan Ranggajipang yang menjadi titik favorit pengunjung menikmati pemandangan laut dan sungai bersamaan.
Dari atas jembatan, terlihat jelas aliran Sungai Sukaresik yang bermuara langsung menuju kawasan Pantai Cikembulan serta Pantai Karang Tirta indah tersebut.
Aliran sungai di kawasan itu tampak tenang dengan keberadaan pemecah ombak kokoh yang membuat suasana pesisir terlihat semakin menarik dan nyaman.
Pantai Karang Tirta dikenal memiliki panorama unik karena diapit aliran sungai pada sisi kanan dan kirinya yang memberikan kesan berbeda alami.
Kawasan pantai tersebut juga dipenuhi pepohonan cemara rindang sehingga udara di sekitar lokasi terasa sejuk meskipun berada dekat area pesisir pantai.
Keistimewaan lain yang membuat wisatawan tertarik datang adalah pengunjung dapat menikmati pemandangan matahari terbit dan terbenam dalam satu lokasi wisata.
Pemandangan itu tergolong langka karena tidak banyak kawasan pantai yang memungkinkan wisatawan menikmati sunrise sekaligus sunset dalam area yang sama.
Selain panorama laut, karakteristik daratan Pantai Karang Tirta juga memiliki daya tarik tersendiri dengan perpaduan tanah merah dan pasir hitam eksotis.
Di atas hamparan tanah tersebut tumbuh rerumputan hijau yang tertata alami sehingga membuat kawasan pantai terlihat semakin cantik dan menenangkan mata.
Konon, kawasan tersebut dahulu dikenal sebagai lahan subur yang biasa dimanfaatkan masyarakat sekitar sebagai tempat penggembalaan kerbau sejak lama.
Kepala Bidang Budaya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pangandaran, Sugeng menjelaskan Karang Tirta memiliki sejarah panjang bagi masyarakat sekitar kawasan pesisir.
“Karang adalah sebuah karangan atau tempat dan Tirta berarti sumber air. Apabila diartikan Karang Tirta merupakan sebuah wilayah yang mempunyai tempat air,” ucap Sugeng, Selasa (12/5/2026).
Menurut Sugeng, kawasan Karang Tirta juga menjadi titik pertemuan tiga sungai besar yang berada di wilayah Desa Sukaresik dan sekitarnya.
Tiga sungai tersebut yakni Sungai Cikeleung, Sungai Citonjong, dan Sungai Cibeureum yang seluruhnya bermuara menuju kawasan pesisir Karang Tirta indah.
Selain menyimpan panorama menarik, kawasan ini juga dikenal memiliki situs keramat yang berada di area hutan Karang Tirta cukup terkenal.
Situs tersebut merupakan petilasan Suronto Amidjoyo, tokoh asal Magelang yang datang ke wilayah tersebut pada masa Kerajaan Mataram dahulu kala.
“Dia seorang petap yang tinggal dan menyepi di tempat tersebut. Beliau didatangi arwah Kirangga Djipang (orang pribumi asli Sukaresik) dan menangamanatkan kepada keturunan untuk mengurus dan menjadi kuncen/sepuh di wilayah Karang Tirta. Objek wisata Katir mulai dikenal wisata keluarga pada 1972,” ujarnya.
Memasuki era 1980-an, popularitas Pantai Karang Tirta semakin meningkat karena sering dijadikan lokasi syuting berbagai film kolosal legendaris Indonesia terkenal.
Beberapa judul sinetron dan film yang pernah melakukan pengambilan gambar di lokasi tersebut antara lain Saur Sepuh, Angling Darma, hingga Mak Lampir.
Keindahan alam yang dramatis dengan kombinasi laut, sungai, serta pepohonan rindang membuat kawasan tersebut sangat mendukung kebutuhan produksi perfilman klasik.
Tak hanya menawarkan panorama wisata, kawasan pesisir Karang Tirta juga menjadi sumber penghasilan utama masyarakat sekitar sejak puluhan tahun silam.
Hasil laut di kawasan tersebut cukup melimpah mulai dari ikan belanak, kerang tiram, udang, siput laut, hingga teritip yang bernilai ekonomi.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pangandaran, Dadan Sugistha mengakui kawasan Pantai Karang Tirta memiliki potensi wisata sangat besar berkembang.
“Bagus itu kan dekat jalan lintas pantai. Bisa diakses pakai motor dan mobil,” ucap Dadan kepada detikJabar melalui pesan singkat.
Menurut Dadan, keterlibatan masyarakat sekitar dalam pengelolaan kawasan wisata menjadi faktor penting menjaga keberlangsungan destinasi tersebut hingga sekarang berkembang.
Pantai Karang Tirta mulai beroperasi untuk wisatawan sejak pukul 08.00 hingga 17.00 WIB dengan area cukup luas bagi pengunjung keluarga.
Kawasan tersebut juga sering dimanfaatkan wisatawan untuk aktivitas luar ruangan seperti outbound, piknik keluarga, memancing, hingga berkemah bersama kerabat dekat.
Saat pagi hari, suasana teduh dengan semilir angin laut membuat pengunjung merasa nyaman menikmati panorama alam sambil bersantai di kawasan pantai.
Menjelang sore, suasana berubah semakin memikat dengan panorama matahari terbenam yang menjadi favorit pemburu foto estetik media sosial masa kini.
Debit air yang dangkal dan ombak relatif tenang membuat kawasan pantai tersebut cukup aman dijadikan tempat bermain anak bersama keluarga wisatawan.
Fasilitas wisata di lokasi juga tergolong lengkap karena tersedia WC umum, area duduk, saung bambu, tempat camping, hingga warung makanan sederhana.
Kombinasi panorama alam, nilai sejarah, serta suasana tenang membuat Pantai Karang Tirta menjadi destinasi wisata menarik yang layak dikunjungi wisatawan. (vip)
















