BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Kebakaran yang menghanguskan bangunan lantai dua terjadi di Pondok Pesantren Raudlatul Abidin Wadda’ wah Assidiqiyah, sebuah lembaga pendidikan yang berlokasi di Dukuh Juru Tengah, Desa Kaleng, Kecamatan Puring, Kabupaten Kebumen.
Peristiwa tragis ini berlangsung pada Kamis dini hari, tepatnya sekitar pukul 02.45 WIB. Beruntung, insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.
Sejumlah santri laki-laki yang berada di lantai dua berhasil menyelamatkan diri saat api melahap beberapa ruangan, termasuk gudang, ruang belajar, serta enam kamar santri.
Salah seorang santri, Manarul Huda yang berusia 15 tahun, menceritakan pengalamannya saat kebakaran terjadi.
Ia mengaku sedang tertidur pulas ketika terbangun akibat hawa panas yang menyengat dari dalam bangunan.
“Pas bangun kayak terasa panas gitu. Ternyata api sudah gede banget,” kata Huda dengan nada ketakutan yang masih jelas tergambar dalam suaranya.
Beruntung bagi Huda, ia memiliki cukup waktu untuk menyelamatkan diri meski sayangnya ia tidak sempat membawa barang-barang miliknya.
“Gak sempat bawa apa-apa, paling hanya baju dan celana ini yang dipakai,” ujarnya sambil menunjukkan pakaian yang dikenakannya.
Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatul Abidin Wadda’ wah Assidiqiyah, Shodiqih Eko Hariyanto, juga memberikan penjelasan terkait insiden tersebut.
Ia mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab kebakaran yang melanda pondok pesantren tersebut.
Saat terbangun dari tidurnya, Shodiqih melihat api sudah membesar dan membakar bangunan di lantai dua.
Meskipun demikian, ia memastikan bahwa seluruh santri dalam kondisi selamat meski ada beberapa di antara mereka mengalami luka ringan dan telah mendapatkan penanganan medis dari puskesmas setempat.
Saat kejadian berlangsung, sejumlah santri sudah pulang ke rumah masing-masing karena libur sekolah.
“Sebagian santri sudah pada pulang. Tinggal ada sekitar 12 santri putra yang belum pulang karena menunggu libur (MTs), namun semuanya selamat,” ungkap Shodiqih dengan nada lega.
Pihak kepolisian juga segera merespons laporan masyarakat mengenai kebakaran tersebut.
Kapolres Kebumen I Putu Bagus Krisna Purnama menjelaskan bahwa setelah menerima laporan, pihak Polsek Puring langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut.
Petugas kemudian berkoordinasi dengan tim pemadam kebakaran Kabupaten Kebumen serta tim identifikasi dari Polres Kebumen untuk mengatasi kobaran api yang telah meluas.
Proses pemadaman berlangsung sekitar satu jam sebelum akhirnya api dapat dipadamkan sepenuhnya.
“Petugas menemukan sejumlah barang elektronik yang terbakar, serta sambungan kabel listrik yang diduga tidak standar,” jelas Kapolres dalam keterangan persnya.
Dugaan sementara menunjukkan bahwa kebakaran tersebut berkaitan dengan instalasi listrik di lantai dua bangunan pondok pesantren.
Meski demikian, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kebakaran yang merugikan ini.
“Kami masih melakukan pendalaman terkait sumber api sekaligus menginventarisasi kerusakan bangunan yang terdampak kebakaran,” ucap Kapolres Krisna Purnama dengan serius.
Insiden kebakaran ini menjadi perhatian serius bagi masyarakat setempat dan pihak-pihak terkait lainnya.
Kejadian seperti ini menunjukkan pentingnya kesadaran akan keselamatan dan pencegahan kebakaran di lingkungan pendidikan seperti pondok pesantren.
Pengasuh pesantren dan pihak terkait harus lebih meningkatkan pengawasan terhadap instalasi listrik serta menerapkan langkah-langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
Dalam konteks ini, peran aktif masyarakat juga sangat dibutuhkan untuk saling mengingatkan serta melaporkan jika ada potensi bahaya seperti korsleting listrik atau penggunaan alat elektronik yang tidak sesuai standar keamanan.
Dengan demikian, kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga keselamatan bersama.
Melihat dari pengalaman Manarul Huda dan teman-temannya di pondok pesantren tersebut, kita bisa belajar betapa pentingnya kesiapan menghadapi situasi darurat seperti kebakaran.
Pengalaman pahit ini bisa dijadikan pelajaran berharga bagi semua lembaga pendidikan agar senantiasa mempersiapkan diri dengan baik dalam menghadapi berbagai kemungkinan risiko. (mam/stch/dda)
















