Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Kuota SD Sekolah Rakyat Banyumas Belum Terpenuhi, 53 Kursi Dialihkan ke Jenjang SMP dan SMA
BRIN Temukan Spesies Ikan Baru di Banyuwangi, Tomiyamichthys oriens Resmi Dipublikasikan

BRIN Temukan Spesies Ikan Baru di Banyuwangi, Tomiyamichthys oriens Resmi Dipublikasikan

BRIN Temukan Spesies Ikan BaruBRIN Temukan Spesies Ikan Baru
SPESIES IKAN: Peneliti BRIN menunjukkan spesies baru ikan gobi udang Tomiyamichthys oriens yang ditemukan di perairan Banyuwangi, Jawa Timur

BANYUMASEKSPRES.ID, JAKARTA – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kembali mencatatkan pencapaian penting di bidang keanekaragaman hayati dengan menemukan spesies ikan baru di perairan pesisir Banyuwangi, Jawa Timur.

Spesies tersebut diberi nama Tomiyamichthys oriens sp. nov. setelah dipastikan memiliki karakteristik yang berbeda dari spesies lain melalui penelitian morfologi dan analisis DNA.

Hasil penelitian tersebut telah dipublikasikan dalam jurnal ilmiah internasional ZooKeys Volume 1283 (2026).

Publikasi ini sekaligus menjadi pengakuan ilmiah bahwa ikan tersebut merupakan spesies baru yang berasal dari perairan Indonesia.

Penelitian dipimpin oleh peneliti BRIN, Kunto Wibowo, bersama tim peneliti serta sejumlah kolaborator dari berbagai institusi.

Mereka menggunakan pendekatan taksonomi integratif untuk memastikan status spesies baru tersebut.

Menurut Kunto Wibowo, penelitian diawali dari ditemukannya dua spesimen ikan di perairan dangkal Banyuwangi.

Selanjutnya, tim melakukan identifikasi menggunakan dua pendekatan sekaligus, yakni analisis karakter morfologi dan pemeriksaan genetik melalui penanda DNA mitokondria cytochrome c oxidase subunit I (COI).

“Kami mengombinasikan karakter morfologi dengan analisis DNA untuk memperoleh bukti yang lebih komprehensif. Hasilnya menunjukkan T. oriens memiliki karakter yang konsisten dan berbeda dari spesies terdekatnya,” ujar Kunto.

Tomiyamichthys oriens termasuk kelompok ikan gobi udang yang hidup di dasar perairan berpasir.

Ikan jenis ini dikenal memiliki hubungan erat dengan lingkungan dasar laut dan umumnya hidup berdampingan dengan udang penggali liang.

Dari hasil penelitian, spesies baru tersebut memiliki sejumlah ciri khas yang membedakannya dari kerabat terdekatnya.

Tubuh ikan dihiasi lima bercak berwarna jingga terang yang berpadu dengan bercak kuning di bagian kepala.

Sementara pada ikan jantan, sirip punggung pertama memanjang membentuk dua filamen yang menjadi karakter pembeda paling mencolok.

Ciri morfologi tersebut tidak ditemukan pada spesies yang paling dekat secara kekerabatan.

Selain perbedaan bentuk tubuh, analisis molekuler juga memperlihatkan adanya jarak genetik sekitar 3,1 persen dibandingkan spesies terdekat, yaitu Tomiyamichthys hyacinthinus.

Perbedaan genetik tersebut dinilai cukup kuat untuk menetapkan ikan tersebut sebagai spesies baru.

Nama “oriens” dipilih dari bahasa Latin yang berarti “timur” atau “matahari terbit”.

Penamaan tersebut menjadi penghormatan bagi Kabupaten Banyuwangi yang selama ini dikenal dengan julukan The Sunrise of Java.

Penemuan Tomiyamichthys oriens diharapkan membuka peluang penelitian lanjutan mengenai kekayaan biodiversitas laut Indonesia yang masih sangat besar.

Para peneliti memperkirakan ikan ini hidup di dasar laut berpasir dan kemungkinan memiliki hubungan simbiosis dengan udang penggali liang sebagaimana spesies gobi lainnya.

Meski demikian, hubungan ekologis tersebut masih memerlukan penelitian lebih mendalam untuk mengetahui pola hidup, perilaku, serta peran spesies ini dalam ekosistem laut.

Keberhasilan BRIN menemukan spesies baru ini juga semakin memperkuat posisi Banyuwangi sebagai salah satu kawasan dengan tingkat keanekaragaman hayati laut yang tinggi di Indonesia.

Wilayah tersebut memiliki ekosistem laut yang lengkap, mulai dari terumbu karang, padang lamun, hingga hutan mangrove yang menjadi habitat berbagai jenis ikan dan biota laut lainnya.

Temuan ini menunjukkan bahwa perairan Indonesia masih menyimpan banyak potensi biodiversitas yang belum terungkap.

Melalui penelitian berkelanjutan, diharapkan semakin banyak spesies baru yang dapat diidentifikasi sekaligus mendukung upaya konservasi sumber daya hayati laut Indonesia. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Kuota Sekolah Rakyat Dialihkan

Kuota SD Sekolah Rakyat Banyumas Belum Terpenuhi, 53 Kursi Dialihkan ke Jenjang SMP dan SMA