BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Program Imunisasi Bayi Lengkap (IBL) di Kabupaten Purbalingga menunjukkan hasil positif pada triwulan kedua tahun 2026.
Berdasarkan evaluasi Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DinkesPPKB) Kabupaten Purbalingga, capaian imunisasi bayi hingga awal Juli 2026 berhasil melampaui target yang telah ditetapkan.
Meski demikian, masih terdapat enam puskesmas yang belum memenuhi target sehingga menjadi fokus pembinaan dan pendampingan.
Evaluasi yang dilakukan untuk periode April hingga Juni 2026 menunjukkan bahwa realisasi cakupan Imunisasi Bayi Lengkap di tingkat kabupaten telah mencapai 52,46 persen.
Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan target triwulan kedua yang ditetapkan sebesar 48,6 persen, sehingga menjadi indikator positif terhadap upaya peningkatan perlindungan kesehatan bayi di Kabupaten Purbalingga.
Koordinator Imunisasi DinkesPPKB Kabupaten Purbalingga, Novita, mengatakan pencapaian tersebut menjadi modal penting untuk mencapai target imunisasi secara menyeluruh hingga akhir tahun 2026.
Menurutnya, evaluasi dilakukan secara berkala setiap tiga bulan agar perkembangan pelaksanaan program di setiap puskesmas dapat dipantau secara optimal.
Ia menjelaskan bahwa puskesmas yang belum mencapai target sebenarnya hanya terpaut sedikit dari angka yang telah ditentukan.
Rata-rata cakupan imunisasi di enam puskesmas tersebut sudah berada di kisaran 46 persen sehingga masih memiliki peluang besar untuk mengejar target pada semester kedua.
Berdasarkan hasil evaluasi, enam puskesmas yang masih mencatatkan capaian di bawah target meliputi Puskesmas Kutawis dengan capaian 47,24 persen, Puskesmas Kejobong 45,27 persen, Puskesmas Pengadegan 45,73 persen, Puskesmas Kalikajar 47,01 persen, Puskesmas Bojong 44,06 persen, serta Puskesmas Karangjambu 48,94 persen.
Meskipun demikian, DinkesPPKB menilai selisih capaian tersebut tidak terlalu besar sehingga masih memungkinkan untuk dikejar melalui berbagai strategi percepatan pelayanan imunisasi.
Novita menegaskan bahwa pihaknya akan terus memberikan pendampingan, pembinaan, serta evaluasi secara rutin kepada seluruh puskesmas, khususnya enam puskesmas yang masih tertinggal.
Langkah tersebut dilakukan agar seluruh fasilitas pelayanan kesehatan mampu memenuhi target imunisasi yang telah ditetapkan pemerintah daerah.
Selain melakukan evaluasi berkala, DinkesPPKB juga terus memperkuat koordinasi dengan tenaga kesehatan di lapangan untuk memastikan seluruh bayi sasaran memperoleh imunisasi lengkap sesuai jadwal.
Upaya ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak.
Program Imunisasi Bayi Lengkap memiliki peran penting dalam mencegah berbagai penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi, seperti campak, polio, hepatitis B, difteri, pertusis, tetanus, dan penyakit menular lainnya.
Karena itu, keberhasilan program ini menjadi salah satu indikator penting dalam pembangunan sektor kesehatan.
DinkesPPKB Kabupaten Purbalingga optimistis seluruh puskesmas dapat mengejar kekurangan capaian selama sisa tahun 2026.
Dengan evaluasi yang dilakukan secara berkala serta dukungan tenaga kesehatan dan masyarakat, target imunisasi bayi lengkap diyakini dapat tercapai secara maksimal pada akhir tahun.
Keberhasilan capaian di tingkat kabupaten juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas kesehatan bayi di Purbalingga sekaligus memperkuat perlindungan masyarakat dari berbagai penyakit menular.
Pemerintah pun mengajak para orang tua untuk terus memanfaatkan layanan imunisasi di puskesmas maupun fasilitas kesehatan terdekat agar setiap anak memperoleh haknya atas perlindungan kesehatan sejak usia dini. (alw/stch/dda)














