BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA — Kekeringan di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, masih berlangsung hingga Selasa (8/9/2026).
Memasuki hari ke-64, kondisi kekurangan air bersih telah berdampak pada 56 desa yang tersebar di 13 kecamatan.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purbalingga, sebanyak 31.607 jiwa atau 19.734 kepala keluarga (KK) terdampak kekeringan.
Warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih masih membutuhkan bantuan distribusi air dari pemerintah dan berbagai pihak.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Purbalingga, Revon H, mengatakan penanganan kekurangan air bersih masih terus dilakukan.
Hingga saat ini, distribusi bantuan air bersih telah mencapai 1.609 tangki dengan total volume sekitar 7,244 juta liter.
“Total warga yang terdampak berjumlah 31.607 jiwa atau 19.734 KK,” ungkap Revon kepada Radarmas, Selasa (8/9/2026).
Kondisi kekeringan di Purbalingga tidak hanya terjadi di satu wilayah. Puluhan desa di berbagai kecamatan mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat kondisi kekeringan yang berlangsung selama lebih dari dua bulan.
Di Kecamatan Karangreja, wilayah terdampak meliputi Desa Kutabawa, Serang, Siwarak, Karangreja, dan Gondang.
Sementara itu, di Kecamatan Karanganyar, terdapat lima desa yang terdampak, yakni Jambudesa, Maribaya, Kaliori, Karanganyar, dan Kalijaran.
Kecamatan Kejobong juga mengalami dampak kekeringan. Empat desa yang tercatat terdampak adalah Gumiwang, Pandansari, Bandingan, dan Kejobong.
Kemudian, kekeringan di Kecamatan Kemangkon meliputi Desa Kalialang dan Majatengah.
Di Kecamatan Mrebet, desa yang terdampak terdiri dari Binangun, Pengalusan, Sangkananyu, dan Tangkisan.
Wilayah terdampak juga tersebar di Kecamatan Kertanegara, yang meliputi Desa Kertanegara, Kasih, Karangpucung, Mergasana, Karangasem, dan Adiarsa.
Selanjutnya, di Kecamatan Karangmoncol, kekeringan berdampak pada Desa Karangsari, Peedan, dan Tunjungmuli.
Kecamatan Pengadegan menjadi salah satu wilayah dengan sebaran desa terdampak cukup banyak.
Desa yang masuk dalam daftar meliputi Tegalpingen, Tetel, Pasunggingan, Bedagas, Tumanggal, Pengadegan, Larangan, dan Panunggalan.
Sementara di Kecamatan Kutasari, kekeringan berdampak pada Desa Karangjengkol dan Candinata.
Adapun Kecamatan Kaligondang menjadi salah satu wilayah dengan jumlah desa terdampak terbanyak.
Sembilan desa yang tercatat mengalami kekeringan adalah Pagerandong, Sidanegara, Selanegara, Slinga, Sinduraja, Sidareja, Arenan, Penolih, dan Selakambang.
Bantuan air bersih menjadi salah satu langkah yang dilakukan untuk membantu warga menghadapi dampak kekeringan di Purbalingga.
BPBD Purbalingga terus melakukan distribusi air ke desa-desa yang membutuhkan.
Hingga Selasa (8/9/2026), jumlah bantuan yang telah disalurkan mencapai 1.609 tangki air bersih atau sekitar 7,244 juta liter.
Distribusi tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, terutama warga di wilayah yang sumber airnya mengalami penurunan atau tidak lagi mencukupi kebutuhan sehari-hari.
Kondisi kekeringan yang berlangsung selama 64 hari membuat penanganan krisis air bersih masih menjadi perhatian pemerintah daerah.
Selain wilayah tersebut, Kecamatan Bojongsari mencatat tiga desa terdampak, yakni Bumisari, Pekalongan, dan Metenggeng.
Di Kecamatan Rembang, empat desa masuk dalam wilayah terdampak, yaitu Wanogara, Wlahar, Wanogara Wetan, dan Tanalum.
Sementara Kecamatan Bobotsari mencatat Desa Palumbungan Wetan sebagai wilayah yang terdampak kekeringan.
Dengan demikian, berdasarkan data BPBD Kabupaten Purbalingga, total kekeringan telah tersebar di 56 desa pada 13 kecamatan.
Jumlah warga yang terdampak menunjukkan besarnya kebutuhan penanganan kekeringan di Kabupaten Purbalingga.
Sebanyak 31.607 jiwa atau 19.734 KK tercatat mengalami dampak kekurangan air bersih.
BPBD bersama pemerintah daerah masih melakukan upaya penanganan melalui distribusi air bersih ke wilayah terdampak.
Dengan kondisi kekeringan yang telah berlangsung selama 64 hari, kebutuhan air bersih masyarakat menjadi perhatian utama.
Distribusi bantuan diharapkan dapat terus menjangkau desa-desa yang mengalami kesulitan air bersih hingga kondisi sumber air kembali mencukupi kebutuhan warga.
Untuk sementara, bantuan air bersih masih menjadi salah satu upaya utama dalam menangani dampak kekeringan di Purbalingga yang telah meluas ke 56 desa di 13 kecamatan. (tya/stch/dda)














