BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Cakupan imunisasi Measles Rubella (MR) dan Human Papillomavirus (HPV) di Kabupaten Purbalingga telah melampaui target yang ditetapkan di tingkat provinsi, yakni 95 persen.
Meski demikian, Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DinkesPPKB) Purbalingga masih melakukan sweeping untuk mengejar target kabupaten sebesar 98 persen.
Berdasarkan data hingga 6 September 2026, imunisasi MR telah diberikan kepada 14.674 anak. Jumlah tersebut setara dengan 96,50 persen dari total sasaran sebanyak 15.207 anak.
Sementara itu, imunisasi HPV telah menyasar 7.302 anak atau mencapai 97,75 persen dari total target sebanyak 7.470 anak.
Dengan capaian tersebut, imunisasi MR dan HPV di Purbalingga sudah melewati target provinsi.
Namun, masih terdapat selisih untuk mencapai target yang ditetapkan pemerintah kabupaten.
Koordinator Imunisasi DinkesPPKB Purbalingga, Novita, mengatakan proses sweeping masih terus dilakukan di sejumlah wilayah.
Penyisiran sasaran tersebut dibatasi hingga 10 September 2026. Setelah batas waktu tersebut, seluruh capaian imunisasi akan difinalisasi.
“Target tingkat provinsi 95 persen, jadi sudah tercapai. Namun target tingkat kabupaten yakni 98 persen. Untuk kekurangan 2 persen ini posisi sekarang masih dilakukan sweeping, kita batasi sesuai kesepakatan sampai tanggal 10 September sudah final,” jelas Novita, Senin (7/9/2026).
Berdasarkan data harian, sebanyak 13 puskesmas masih melakukan sweeping untuk imunisasi MR.
Sedangkan untuk imunisasi HPV, terdapat enam puskesmas yang masih melakukan penyisiran sasaran.
Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi dapat terdata dan dilayani sesuai ketentuan.
Dari data capaian imunisasi, Puskesmas Bukateja tercatat memiliki realisasi terendah dibandingkan sejumlah puskesmas lainnya.
Capaian imunisasi MR di wilayah tersebut berada di angka 88,68 persen, sedangkan cakupan imunisasi HPV mencapai 93 persen.
Untuk imunisasi MR, sejumlah puskesmas lain juga masih mencatat capaian di bawah target kabupaten sebesar 98 persen.
Di antaranya Puskesmas Kutawis dengan capaian 92,79 persen, Puskesmas Padamara 94 persen, dan Puskesmas Kejobong 95 persen.
Data tersebut menjadi salah satu dasar bagi DinkesPPKB untuk mengarahkan puskesmas agar kembali melakukan penyisiran terhadap sasaran yang belum mendapatkan imunisasi.
Novita menjelaskan, pelaksanaan imunisasi di lapangan menghadapi sejumlah kendala.
Kondisi sasaran menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pencapaian cakupan imunisasi.
Sebagian anak menunda imunisasi karena sedang mengalami sakit. Selain itu, terdapat pula kendala berupa keterlambatan pembaruan data dari fasilitas kesehatan serta perlunya validasi ulang terhadap data siswa.
Karena itu, DinkesPPKB memberikan instruksi sekaligus panduan teknis kepada puskesmas yang capaian imunisasinya masih berada di bawah target kabupaten.
Langkah yang dilakukan tidak hanya berupa sweeping, tetapi juga pengecekan kembali terhadap sasaran.
Perhatian khusus diberikan kepada siswa kelas 1 yang masih tercatat sebagai sasaran imunisasi.
“Selain sweeping, juga melakukan cek sasaran terutama kelas 1. Kalau yang tunggakan kelas 1 sudah tidak diimunisasi, kami keluarkan dari sasaran. Sudah kami bagikan kepada puskesmas langkah-langkah apa yang harus dilakukan, baik untuk revisi sasaran ataupun sweeping,” tutupnya.
Dengan waktu sweeping yang masih berlangsung hingga 10 September 2026, DinkesPPKB Purbalingga masih memiliki kesempatan untuk meningkatkan cakupan imunisasi MR dan HPV sekaligus mendekati target kabupaten sebesar 98 persen. (alw/stch/dda)














