Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

MI Darwata Glempang Cilacap Raih Predikat Sekolah Aktif Literasi Nasional

MI Darwata Glempang Kembangkan Budaya LiterasiMI Darwata Glempang Kembangkan Budaya Literasi
FOTO BARENG : Guru MI Glempang Maos foto bersama usai mendapat sertifikat penghargaan

BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Literasi di MI Darwata Glempang, Kecamatan Maos, Kabupaten Cilacap, tidak berhenti pada aktivitas membaca.

Madrasah tersebut terus mengembangkan berbagai kegiatan yang mendorong siswa untuk memahami bacaan, menyampaikan gagasan, menulis, tampil di depan orang lain hingga menghasilkan karya.

Upaya membangun budaya literasi tersebut mengantarkan MI Darwata Glempang meraih predikat Sekolah Aktif Literasi Nasional.

Kepala MI Darwata Glempang, Nisfatul ‘Azizah MPd, mengatakan literasi perlu ditempatkan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari siswa.

Menurutnya, kegiatan literasi tidak seharusnya hanya menjadi program tambahan di madrasah.

“Literasi tidak cukup hanya dengan membaca. Anak-anak perlu diberi kesempatan untuk memahami, menyampaikan gagasan, menulis, tampil, dan menghasilkan karya. Dari membaca mereka mendapatkan pengetahuan, kemudian pengetahuan itu diolah menjadi ide dan karya,” ungkap Nisfatul.

Salah satu program yang dikembangkan MI Darwata Glempang adalah Gema Rabu (Gerakan Membaca di Hari Rabu).

Program tersebut melibatkan siswa mulai kelas I hingga kelas VI. Melalui kegiatan ini, siswa dibiasakan untuk membaca sekaligus memahami informasi yang terdapat dalam bacaan.

Tidak berhenti pada kegiatan membaca, siswa juga dilatih untuk mengomunikasikan kembali informasi yang telah mereka dapatkan.

Dengan demikian, kegiatan literasi menjadi proses yang melibatkan kemampuan membaca, memahami, berpikir dan berbicara.

Budaya membaca kemudian dikembangkan menjadi berbagai kegiatan produktif.

Siswa diberikan ruang untuk mengekspresikan kemampuan mereka melalui pembacaan puisi, mendongeng, bercerita, menulis, berpidato hingga melakukan presentasi.

Berbagai aktivitas tersebut juga diarahkan agar siswa mampu menghasilkan karya literasi.

Penguatan budaya literasi di MI Darwata Glempang juga dilakukan melalui penerbitan Majalah An-Naba.

Majalah tersebut menjadi wadah bagi siswa untuk mempublikasikan karya mereka.

Selain itu, keberadaan majalah juga dimanfaatkan sebagai media dokumentasi berbagai kegiatan yang berlangsung di madrasah.

Dengan adanya ruang publikasi, siswa memiliki kesempatan untuk melihat bahwa kegiatan membaca dan menulis dapat menghasilkan karya yang dapat dinikmati oleh orang lain.

Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya madrasah membangun kebiasaan menulis dan berkarya sejak dini.

Budaya literasi di MI Darwata Glempang juga dipadukan dengan pendidikan karakter serta nilai-nilai keagamaan.

Sejumlah kegiatan seperti murotal, murajaah, tahfidz, munaqosyah hafalan dan muhadhoroh turut menjadi bagian dari pembiasaan siswa.

Kegiatan tersebut melatih kemampuan membaca, menyimak, menghafal dan berbicara.

Di sisi lain, aktivitas tersebut juga dimanfaatkan untuk menanamkan berbagai nilai karakter kepada peserta didik.

Di antaranya disiplin, tanggung jawab, kepercayaan diri serta akhlakul karimah.

Dengan pendekatan tersebut, literasi tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kemampuan akademik siswa.

Literasi juga menjadi sarana membangun karakter dan kemampuan siswa dalam berkomunikasi.

“Harapan kami, literasi tidak berhenti sebagai sebuah program, tetapi benar-benar menjadi budaya dan kebiasaan seluruh warga madrasah. Anak-anak bisa membaca, berpikir, menyampaikan gagasan, menulis, dan menghasilkan karya yang bermanfaat,” katanya.

Setelah meraih predikat Sekolah Aktif Literasi Nasional, MI Darwata Glempang berencana terus memperkuat kualitas program literasi yang telah berjalan.

Pengembangan akan dilakukan melalui peningkatan kompetensi guru, pengembangan karya siswa, dokumentasi dan publikasi.

Madrasah juga mendorong keterlibatan orang tua serta masyarakat dalam membangun budaya literasi.

Keterlibatan berbagai pihak dinilai penting agar kebiasaan membaca, menulis dan berkarya tidak hanya berlangsung di lingkungan madrasah, tetapi juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari siswa.

Bagi MI Darwata Glempang, penghargaan tersebut menjadi dorongan untuk mempertahankan sekaligus mengembangkan budaya literasi yang sudah dibangun.

“Bagi kami, membaca adalah awal untuk mengetahui, menulis adalah cara untuk berbagi, dan berkarya adalah langkah untuk menginspirasi,” pungkas Nisfatul. (wln/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Tito Minta Rp793 Miliar Cair

Mendagri Minta Anggaran 793 Miliar Segera Dicairkan untuk Percepat Pemulihan Bencana Sumatra