BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) II Banyumas masih memanfaatkan bus wisata milik Pemerintah Kabupaten Banyumas untuk mendukung layanan antar jemput murid.
Namun, penggunaan armada tersebut bersifat sementara. Ke depan, SNT II Banyumas berencana memiliki armada sendiri berupa bus listrik.
Rencana tersebut disiapkan seiring dengan perkembangan sekolah dan bertambahnya jumlah murid yang membutuhkan layanan transportasi dari berbagai wilayah Kabupaten Banyumas.
Kepala SNT II Banyumas, Dr. Sigit Mangun Wardoyo, S.Pd., M.Pd., mengatakan saat ini terdapat 80 murid yang bersekolah di SNT II Banyumas.
Para murid tersebut berasal dari sejumlah kecamatan, mulai dari wilayah Banyumas bagian barat, timur, hingga Kota Purwokerto.
Sebaran tempat tinggal murid yang cukup luas membuat kebutuhan layanan antar jemput menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan.
Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, saat ini bus wisata milik Pemkab Banyumas yang dipinjamkan kepada sekolah dioperasikan hingga tiga unit.
“Sopir, bahan bakar dan perawatan dari kami,” katanya.
Penggunaan bus wisata tersebut membantu SNT II Banyumas melayani murid yang tinggal cukup jauh dari lokasi sekolah.
Armada dititipkan di sejumlah kantor kecamatan untuk mendukung operasional rute antar jemput.
Dengan jumlah murid yang berasal dari berbagai wilayah, keberadaan transportasi sekolah menjadi penting agar perjalanan menuju sekolah dapat berlangsung lebih teratur.
Layanan tersebut juga membantu murid yang harus menempuh perjalanan dari wilayah yang relatif jauh.
Meski jarak tempat tinggal dengan sekolah cukup jauh, mereka tetap diupayakan dapat tiba sebelum kegiatan sekolah dimulai.
Sigit mengatakan bus sudah mulai bergerak sejak pagi. Penjemputan murid dilakukan mulai sekitar pukul 05.30 WIB.
“Meski jauh-jauh murid sampai ke sekolah transisi bisa dibawah pukul 07.00 WIB. Dari pukul 05.30 WIB bus sudah menjemput murid,” terang dia.
Pengaturan waktu tersebut dilakukan agar murid dari wilayah yang jauh tetap dapat tiba di sekolah sebelum pukul 07.00 WIB.
Seiring perkembangan SNT II Banyumas, pihak pusat berencana menyiapkan armada bus listrik untuk mendukung layanan antar jemput murid.
Rencana penggunaan bus listrik tersebut sekaligus menjadi langkah menuju penyediaan armada transportasi sekolah secara mandiri.
Dengan armada sendiri, layanan antar jemput diharapkan dapat menyesuaikan dengan perkembangan jumlah murid dan kebutuhan rute.
Sigit mengatakan tidak menutup kemungkinan rute antar jemput nantinya juga diperluas. Salah satu wilayah yang berpotensi mendapatkan layanan adalah Baturraden.
Perluasan rute tersebut akan disesuaikan dengan perkembangan kebutuhan murid serta kondisi operasional sekolah.
Rencana penyediaan bus listrik juga menunjukkan bahwa layanan transportasi menjadi salah satu bagian yang dipersiapkan dalam perkembangan SNT II Banyumas.
Selain mengatur waktu keberangkatan, sekolah juga menyiapkan jadwal kepulangan murid.
Setelah menjalani kegiatan pembelajaran, murid dijadwalkan meninggalkan sekolah sekitar pukul 15.00 WIB.
Dengan jadwal tersebut, layanan antar jemput harus menyesuaikan perjalanan murid SMP dan SMA yang dilayani.
Sigit mengatakan jarak pengantaran antara murid SMP dan SMA tidak terlalu jauh. Karena itu, pengaturan armada dapat dilakukan dengan menyesuaikan kebutuhan masing-masing rute.
Meski demikian, layanan bus antar jemput tersebut bukan layanan yang diwajibkan bagi seluruh murid.
Sekolah memberikan pilihan kepada orang tua. Murid yang tempat tinggalnya berada di sekitar wilayah sekolah dapat diantar dan dijemput secara mandiri oleh orang tua.
“Mereka yang rumahnya dekat sini (Kalibagor) bisa diantar sendiri oleh orangtua,” pungkas Sigit.
Keberadaan layanan antar jemput menjadi salah satu pendukung aktivitas SNT II Banyumas, khususnya karena murid berasal dari wilayah yang cukup beragam.
Saat ini, kebutuhan tersebut masih ditopang bus wisata milik Pemkab Banyumas.
Sekolah menanggung kebutuhan operasional berupa sopir, bahan bakar dan perawatan selama bus digunakan untuk layanan antar jemput.
Ke depan, armada bus listrik yang disiapkan pihak pusat diharapkan dapat menjadi bagian dari sistem transportasi sekolah secara mandiri.
Penggunaan kendaraan listrik juga diproyeksikan dapat mendukung pengembangan layanan transportasi sekolah seiring bertambahnya jumlah murid dan kemungkinan penambahan rute.
Untuk sementara, tiga bus yang tersedia tetap dimanfaatkan untuk melayani kebutuhan antar jemput.
Armada tersebut menjadi bagian penting dari aktivitas harian murid SNT II Banyumas, terutama bagi mereka yang tinggal cukup jauh dari sekolah. (yda/stch/dda)














