BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di madrasah sekaligus membangun karakter generasi muda yang berlandaskan nilai-nilai Qurani, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Banyumas mengimplementasikan program standarisasi bagi murid madrasah penghafal Al-Qur’an atau tahfidz Qur’an.
Melalui Seksi Pendidikan Madrasah, program sertifikasi ini berhasil mengundang partisipasi sekitar 400 murid dari berbagai jenjang pendidikan, sebuah langkah positif yang menunjukkan komitmen Kemenag dalam menciptakan generasi Qurani yang berprestasi.
Pelaksanaan sertifikasi tahfidz dijadwalkan dimulai pada hari Selasa, 19 Mei mendatang.
Program ini menjadi bagian integral dari upaya Kemenag Banyumas untuk memperkuat pendidikan madrasah dan memberikan nilai tambah kepada siswa dalam perkembangan karakter dan pengetahuan mereka.
Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kemenag Banyumas, Dr. H. M Wahyu Fauzi Aziz, SH, M.Si menjelaskan bahwa pihaknya terus berupaya untuk mengangkat harkat dan marwah madrasah melalui berbagai program unggulan.
Salah satu program unggulan tersebut adalah Gema Tasbih (Gerakan Madrasah Berkualitas, Berakhlak, Integratif dan Harmoni).
Dalam pandangan Fauzi, salah satu keunggulan pendidikan di madrasah adalah pembinaan hafalan Al-Qur’an bagi para murid.
Selain memiliki kemampuan akademik dan keterampilan teknologi yang mumpuni, siswa madrasah juga diarahkan untuk memiliki karakter sesuai dengan syariat Islam.
“Salah satu keunggulan madrasah adalah bahwa murid diajarkan untuk menghafal Al-Qur’an. Ini merupakan langkah penting dalam menciptakan generasi Qurani. Generasi yang memiliki karakter yang sesuai dengan ajaran agama Islam dan juga tetap mampu bersaing dalam bidang teknologi,” ungkap Fauzi kepada awak media Banyumas Ekspres.
Fauzi berharap bahwa melalui program Gema Tasbih akan semakin banyak generasi muda yang siap meneruskan masa depan bangsa dan negara dengan bekal spiritual yang kuat.
Program sertifikasi tahfidz tahun ini dilaksanakan secara berjenjang mulai dari tingkat Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs) hingga Madrasah Aliyah (MA).
Hal ini menunjukkan komitmen Kemenag dalam memberikan kesempatan kepada semua jenjang pendidikan untuk terlibat dalam program penting ini.
Mencermati perkembangan kemampuan hafalan di kalangan siswa madrasah di Banyumas, Fauzi menyatakan bahwa pencapaian mereka cukup membanggakan.
Tidak jarang ditemukan siswa tingkat MA yang telah menghafal seluruh 30 juz Al-Qur’an, sementara di tingkat MTs terdapat siswa yang telah hafal lebih dari 15 juz.
Bahkan kemampuan hafalan juga mulai terlihat pada siswa MI yang mengikuti program tahfidz di masing-masing madrasah mereka.
“Pada hari Selasa nanti kami akan mengumpulkan 400 murid yang terjaring untuk mengikuti sertifikasi tahfidz. Ini adalah bukti nyata bahwa eksistensi madrasah sangat dibutuhkan dalam masyarakat kita,” jelas Fauzi dengan penuh keyakinan.
Sertifikasi tahfidz ini tidak hanya terbatas bagi siswa madrasah saja; pihak Kemenag Banyumas juga membuka kesempatan bagi siswa sekolah umum yang ingin berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Menurut Fauzi, penciptaan generasi berkualitas yang berakhlak Qurani dan tetap menguasai teknologi merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen pendidikan di Kabupaten Banyumas.
Oleh karena itu, program ini dirancang terbuka untuk masyarakat luas agar lebih banyak anak-anak mendapatkan akses kepada pendidikan berbasis nilai-nilai Qurani.
“Pelaksanaan sertifikasi tahfidz akan dipusatkan di Kantor Kemenag Banyumas dan dibagi menjadi tujuh panel untuk mempermudah proses,” pungkas Fauzi menambahkan informasi penting mengenai pelaksanaan sertifikasi itu sendiri.
Program ini bukan hanya tentang peningkatan kemampuan hafalan semata, tetapi juga menciptakan atmosfer pendidikan yang harmonis antara spiritualitas dan pengetahuan modern.
Dalam konteks globalisasi saat ini, di mana teknologi memainkan peranan penting dalam kehidupan sehari-hari, memiliki keseimbangan antara penguasaan ilmu pengetahuan dan spiritualitas menjadi sangat krusial.
Melalui program-program seperti Gema Tasbih, generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi individu yang memegang teguh ajaran agama tetapi juga mampu bersaing dalam dunia modern.
Dengan demikian, harapan besar tertuju kepada para peserta sertifikasi tahfidz agar mereka bisa membawa dampak positif tidak hanya bagi diri mereka pribadi tetapi juga bagi lingkungan sekitar mereka. (yda/stch/dda)
















