BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Sejumlah organisasi pelajar dan pemuda lintas agama di Kabupaten Purbalingga memperkuat komitmen menjaga kerukunan umat beragama.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan pakta integritas kerukunan umat beragama yang melibatkan generasi Z.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari Dialog Kebangsaan yang difasilitasi Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Purbalingga di Aula Uswatun Khasanah, Rabu (26/8/2026).
Forum ini menjadi ruang bagi pelajar dan pemuda untuk membahas pentingnya toleransi, moderasi beragama, serta nilai kebangsaan dalam kehidupan masyarakat yang beragam.
Kepala Kemenag Purbalingga, Zahid Khasani, mengatakan keterlibatan generasi Z memiliki peran penting dalam memperkuat fondasi kebangsaan.
Menurutnya, tantangan dalam menjaga kerukunan umat beragama akan terus berkembang sehingga perlu dipersiapkan sejak generasi muda.
“Masih banyak pekerjaan rumah pada generasi berikutnya terkait kerukunan umat beragama. Nilai-nilai toleransi dan moderasi beragama harus mulai dipraktikkan langsung oleh Gen Z sebagai penerus bangsa,” tegas Zahid.
Menurut Kemenag Purbalingga, toleransi dan moderasi beragama tidak cukup hanya dipahami sebagai konsep.
Nilai tersebut perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama ketika generasi muda berinteraksi dengan masyarakat yang memiliki latar belakang agama, budaya, maupun pandangan yang berbeda.
Karena itu, dialog kebangsaan yang melibatkan organisasi pelajar dan pemuda lintas agama dinilai menjadi salah satu sarana untuk membangun pemahaman sekaligus memperkuat komunikasi antargenerasi muda.
Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Purbalingga, K.H. Nurkholis Masrur, juga mengingatkan agar toleransi tidak berhenti sebatas pembahasan dalam forum.
Sikap saling menghargai harus benar-benar diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
Pesan tersebut menjadi penting karena generasi Z memiliki ruang interaksi yang sangat luas, baik di lingkungan sekolah, organisasi, masyarakat maupun melalui media digital. Perbedaan yang ada perlu disikapi dengan sikap terbuka dan saling menghormati.
Sementara itu, Staf Ahli Pemerintah Kabupaten Purbalingga, Pandi, menekankan pentingnya menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam menyikapi keberagaman masyarakat.
Pancasila menjadi landasan penting dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis.
Dengan menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman, generasi muda diharapkan mampu menjaga persatuan sekaligus menghormati perbedaan yang ada di tengah masyarakat.
Penguatan nilai kebangsaan juga menjadi semakin penting bagi pelajar dan pemuda.
Mereka merupakan kelompok yang nantinya akan menjadi bagian penting dalam menentukan arah kehidupan sosial dan kebangsaan di masa mendatang.
Penandatanganan pakta integritas kerukunan umat beragama dalam kegiatan tersebut melibatkan berbagai organisasi pelajar dan pemuda di Kabupaten Purbalingga.
Perwakilan PC IPNU-IPPNU, PD Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), organisasi pemuda lintas agama PELITA, serta pembina Rohis dan OSIM dari sejumlah madrasah di Purbalingga turut ambil bagian.
Keterlibatan berbagai organisasi tersebut menunjukkan adanya upaya membangun ruang dialog dan kerja sama di antara generasi muda dari berbagai latar belakang.
Kegiatan tersebut juga digelar bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Momentum tersebut sekaligus dimanfaatkan untuk memperkuat pesan tentang pentingnya menjaga hubungan baik, menghormati perbedaan, dan membangun kehidupan masyarakat yang damai.
Pakta integritas yang ditandatangani diharapkan tidak hanya menjadi dokumen seremonial.
Komitmen tersebut diharapkan dapat diterapkan melalui tindakan nyata di lingkungan sekolah, organisasi, keluarga, maupun masyarakat.
Dengan semakin kuatnya pemahaman mengenai toleransi dan moderasi beragama di kalangan Gen Z, generasi muda Purbalingga diharapkan mampu menjadi bagian dari upaya menjaga kerukunan.
Perbedaan agama dan latar belakang tidak semestinya menjadi penghalang untuk bekerja sama dalam berbagai kegiatan positif.
Penguatan kerukunan sejak usia pelajar juga dinilai penting untuk membangun generasi yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga mempunyai karakter, kepedulian sosial, dan kesadaran terhadap pentingnya persatuan.
Melalui dialog kebangsaan dan pakta integritas tersebut, organisasi pelajar serta pemuda lintas agama di Purbalingga menunjukkan komitmen bersama untuk menjaga toleransi.
Generasi Z diharapkan mampu menjadi penggerak kerukunan sekaligus menerapkan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari. (*/stch/dda)














