BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Banyumas mulai menggencarkan aktivasi tarif khusus Trans Banyumas, terutama bagi kalangan pelajar.
Upaya tersebut dilakukan dengan sistem jemput bola agar masyarakat lebih mudah mendapatkan akses aktivasi sekaligus mendorong peningkatan jumlah pengguna yang memanfaatkan tarif khusus transportasi publik.
Sejak layanan aktivasi dibuka pada 13 Agustus 2026, sudah belasan pengguna Trans Banyumas mendatangi Kantor Dishub Banyumas.
Menariknya, seluruh pengguna yang melakukan aktivasi hingga saat ini merupakan pelajar yang ingin mendapatkan tarif khusus.
Kasi Angkutan Dishub Banyumas, Muhamad Eka Nugraha, mengatakan jumlah pengguna yang datang langsung ke kantor untuk melakukan aktivasi masih relatif sedikit.
Karena itu, pihaknya berencana memperluas layanan dengan mendatangi sejumlah lokasi yang menjadi titik keramaian masyarakat.
“Semua yang datang aktivasi ke kantor mengaktifasi tarif khusus pelajar,” kata Eka saat ditemui Radarmas, Rabu (26/8/2026).
Rendahnya jumlah pengguna yang melakukan aktivasi menjadi salah satu alasan Dishub Banyumas menyiapkan strategi jemput bola.
Melalui langkah tersebut, petugas tidak hanya menunggu masyarakat datang ke kantor, tetapi akan mendatangi lokasi-lokasi yang mudah dijangkau masyarakat.
Cara ini diharapkan dapat memperluas informasi mengenai tarif khusus Trans Banyumas, sekaligus mempermudah pengguna yang ingin mengaktifkan tarif tersebut.
Dengan layanan yang lebih dekat, pelajar maupun masyarakat lainnya diharapkan tidak kesulitan memperoleh informasi mengenai mekanisme aktivasi.
Dishub juga dapat secara langsung memberikan penjelasan kepada calon pengguna mengenai skema tarif khusus yang tersedia.
Eka menjelaskan, titik-titik keramaian nantinya menjadi sasaran layanan aktivasi.
Strategi tersebut sekaligus menjadi upaya untuk meningkatkan jumlah pengguna yang benar-benar memanfaatkan fasilitas tarif khusus Trans Banyumas.
Perluasan aktivasi tidak hanya berkaitan dengan kemudahan akses masyarakat. Dishub Banyumas juga berharap semakin banyak pengguna yang mengaktifkan tarif khusus dapat memberikan dampak terhadap pendapatan daerah dari layanan transportasi publik.
Semakin banyak masyarakat menggunakan Trans Banyumas, semakin besar pula potensi layanan tersebut memberikan manfaat bagi mobilitas warga sekaligus mendukung pengembangan transportasi umum di Banyumas.
Kalangan pelajar menjadi salah satu kelompok yang potensial karena membutuhkan transportasi untuk perjalanan menuju dan dari sekolah.
Tarif khusus diharapkan dapat membuat penggunaan transportasi publik lebih terjangkau bagi kelompok tersebut.
Namun, di sisi lain, keberlanjutan layanan Trans Banyumas masih menghadapi persoalan pembiayaan.
Selain persoalan aktivasi tarif khusus, Dishub Banyumas saat ini masih menunggu kepastian mengenai pembiayaan keberlanjutan operasional Trans Banyumas.
Masa transisi pembiayaan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah untuk tahap pertama dijadwalkan berakhir pada 28 Agustus 2026.
Sebelumnya, Bupati Banyumas telah menyampaikan komitmen untuk melanjutkan pembiayaan Trans Banyumas ke tahap kedua.
Namun, paling lambat pada 28 Agustus harus sudah tersedia kontrak baru dengan operator dan pengawas agar layanan dapat terus berjalan setelah masa pembiayaan tahap pertama berakhir.
Kepastian kontrak tersebut menjadi penting karena Trans Banyumas saat ini masih menjadi salah satu pilihan transportasi publik masyarakat.
“Alokasi anggaran berapa belum tahu. Siang ini (Rabu) dirapatkan di kabupaten,” ujar Eka.
Besaran anggaran yang akan dialokasikan untuk tahap kedua masih menunggu hasil pembahasan pemerintah kabupaten.
Artinya, keberlanjutan layanan Trans Banyumas masih berkaitan erat dengan keputusan anggaran dalam APBD Perubahan.
Saat ini terdapat 47 bus Trans Banyumas yang masih beroperasi dan melayani masyarakat melalui empat rute.
Jumlah armada tersebut menunjukkan skala layanan transportasi publik yang harus dipertimbangkan dalam penyusunan anggaran daerah.
Pembiayaan operasional puluhan bus melalui APBD tentu membutuhkan anggaran yang tidak sedikit.
Kondisi fiskal daerah menjadi salah satu pertimbangan pemerintah dalam menentukan besaran dana yang dapat dialokasikan untuk tahap kedua.
Eka mengatakan masyarakat cukup banyak yang berharap layanan Trans Banyumas dapat terus diperpanjang.
Harapan tersebut menunjukkan bahwa keberadaan transportasi publik masih dibutuhkan masyarakat untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
Namun, keinginan untuk mempertahankan layanan harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.
“Belum diketok dari APBD perubahan alokasinya berapa,” pungkas Eka.
Dengan berakhirnya masa pembiayaan tahap pertama pada 28 Agustus 2026, pemerintah daerah harus segera menentukan skema pembiayaan berikutnya.
Kontrak baru dengan operator dan pengawas juga menjadi bagian penting agar operasional 47 bus di empat rute dapat berjalan tanpa gangguan.
Di sisi lain, Dishub tetap menjalankan upaya peningkatan penggunaan layanan melalui aktivasi tarif khusus.
Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan jumlah pengguna, terutama pelajar, sekaligus memperluas pemanfaatan transportasi publik di Kabupaten Banyumas.
Jika layanan aktivasi dilakukan secara langsung di berbagai titik keramaian, masyarakat berpotensi memperoleh informasi dengan lebih mudah tanpa harus datang ke Kantor Dishub Banyumas.
Ke depan, keberhasilan program tarif khusus tidak hanya ditentukan oleh kemudahan aktivasi.
Keberlanjutan operasional Trans Banyumas, jumlah armada, cakupan rute, serta kemampuan pemerintah daerah membiayai layanan juga akan menjadi faktor penting.
Bagi masyarakat, terutama pelajar, kepastian mengenai keberlanjutan Trans Banyumas menjadi penting karena layanan tersebut dapat menjadi alternatif transportasi untuk menunjang aktivitas pendidikan dan mobilitas sehari-hari.
Dengan demikian, aktivasi tarif khusus Trans Banyumas dan pembahasan anggaran operasional menjadi dua agenda yang berjalan beriringan.
Dishub berupaya meningkatkan pemanfaatan layanan, sementara pemerintah kabupaten harus memastikan tersedia skema pembiayaan yang memungkinkan Trans Banyumas tetap melayani masyarakat. (yda/stch/dda)
















