BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Enam siswa MTsN 8 Kebumen mendapat kesempatan membanggakan daerah dengan mewakili Kabupaten Kebumen dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Tingkat Provinsi Jawa Tengah 2026.
Keenam atlet pelajar tersebut akan bertanding dalam empat cabang olahraga (cabor), yakni tenis meja, karate, taekwondo, dan judo.
Popda Jawa Tengah 2026 dijadwalkan berlangsung di Semarang pada 1–6 September 2026.
Para siswa MTsN 8 Kebumen yang terpilih diharapkan dapat menunjukkan kemampuan terbaik setelah menjalani berbagai persiapan dan latihan sebelum menghadapi kompetisi tingkat provinsi.
Enam atlet tersebut terdiri atas Sifa Nur Aisyah dan Suha Hanifa Dzikra yang akan bertanding pada cabang olahraga tenis meja. Kemudian Asyifa Adila Putri akan turun di cabang karate.
Sementara itu, Raafid Abdulatif akan mewakili Kebumen dalam cabang olahraga taekwondo.
Dua siswa lainnya, Mirna Trihapsari dan Adila Azalia, akan bertanding pada cabang judo.
Keikutsertaan enam siswa tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi MTsN 8 Kebumen.
Mereka tidak hanya membawa nama madrasah, tetapi juga menjadi bagian dari kontingen Kabupaten Kebumen yang akan bersaing dengan pelajar dari berbagai daerah di Jawa Tengah.
Kepala MTsN 8 Kebumen Dr Sidik Wibowo Akhmad SPd MAg menyampaikan dukungan penuh kepada keenam siswanya.
Ia berharap seluruh atlet dapat mengikuti rangkaian pertandingan Popda Jateng 2026 dengan baik serta mampu memberikan penampilan maksimal.
Menurut Sidik, keikutsertaan dalam kompetisi olahraga tingkat provinsi tidak semata-mata ditentukan oleh keberhasilan meraih medali.
Proses latihan, kedisiplinan, keberanian menghadapi lawan, serta kemampuan menjaga nama baik madrasah merupakan bagian penting dalam perjalanan para atlet pelajar.
“Bismillah, harumkan nama madrasah. Usaha tidak akan mengkhianati hasil,” ujar Sidik, Selasa (25/8/2026).
Pesan tersebut menjadi motivasi bagi para atlet untuk tidak hanya berorientasi pada hasil akhir pertandingan.
Persiapan yang dilakukan secara konsisten diharapkan menjadi modal ketika mereka harus menghadapi atlet-atlet terbaik dari kabupaten dan kota lain di Jawa Tengah.
Enam siswa MTsN 8 Kebumen akan memperkuat empat cabang olahraga dalam Popda Jateng 2026.
Pembagian tersebut menunjukkan keberagaman bakat olahraga yang dimiliki para peserta didik madrasah.
Dua atlet akan bertanding dalam tenis meja, yaitu Sifa Nur Aisyah dan Suha Hanifa Dzikra.
Cabang olahraga ini membutuhkan konsentrasi, kecepatan reaksi, ketepatan pukulan, serta kemampuan membaca permainan lawan.
Pada cabang karate, MTsN 8 Kebumen diwakili Asyifa Adila Putri. Sementara Raafid Abdulatif akan bertanding pada cabang taekwondo yang membutuhkan kecepatan, teknik, ketahanan fisik, dan kedisiplinan tinggi.
Adapun Mirna Trihapsari dan Adila Azalia akan turun pada cabang olahraga judo.
Keduanya akan membawa pengalaman latihan yang telah dijalani untuk menghadapi persaingan di tingkat provinsi.
Dengan empat cabor yang diikuti, keenam siswa tersebut memiliki tantangan masing-masing.
Mereka harus mampu menjaga kondisi fisik sekaligus mempertahankan fokus selama pertandingan.
Sidik Wibowo juga menilai keikutsertaan enam murid MTsN 8 Kebumen dalam Popda Jawa Tengah dapat memberikan motivasi kepada peserta didik lainnya.
Prestasi di bidang olahraga diharapkan menunjukkan bahwa siswa dapat mengembangkan potensi tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga nonakademik.
Menurutnya, setiap siswa memiliki bakat dan kemampuan yang berbeda. Karena itu, sekolah berupaya memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan potensi yang mereka miliki.
Keberhasilan enam siswa menembus Popda tingkat provinsi juga menjadi bukti bahwa kegiatan latihan dan pembinaan olahraga dapat membuka kesempatan bagi pelajar untuk berkompetisi di level yang lebih tinggi.
Sidik meminta keenam atlet memberikan kemampuan terbaik ketika bertanding.
Bekal latihan dan persiapan yang telah dilakukan diharapkan dapat membantu mereka tampil percaya diri di arena pertandingan.
“Dengan bekal latihan dan persiapan, anak-anak kami diharapkan mampu tampil maksimal pada cabang olahraga masing-masing,” ujarnya.
Popda Jateng 2026 sendiri akan menjadi pengalaman penting bagi keenam siswa MTsN 8 Kebumen.
Selain mengejar prestasi, mereka memiliki kesempatan untuk menambah pengalaman bertanding, meningkatkan mental kompetisi, serta belajar menghadapi atlet-atlet pelajar dari berbagai wilayah.
Bagi MTsN 8 Kebumen, keberangkatan enam atlet tersebut menjadi momentum untuk terus mendorong pembinaan olahraga di lingkungan madrasah.
Apa pun hasil pertandingan nantinya, perjuangan mereka membawa nama Kebumen dan madrasah di tingkat provinsi menjadi pencapaian yang patut diapresiasi. (cah/stch/dda)














