BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Lita Dwi Anggraeni tidak pernah memasang target untuk menjadi aparatur sipil negara (ASN) terbaik di lingkungan Pemerintah Kabupaten Purbalingga.
Baginya, bekerja sebagai ASN adalah tentang menjalankan tugas dengan sebaik mungkin dan memberikan hasil yang bermanfaat.
Namun, dedikasi yang dijalani tanpa ambisi mengejar penghargaan justru mengantarkan Lita meraih salah satu pencapaian bergengsi di lingkungan Pemkab Purbalingga. Ia ditetapkan sebagai ASN of The Year Kabupaten Purbalingga 2026.
Penghargaan tersebut diserahkan seusai upacara pengibaran bendera dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif menyerahkan penghargaan tersebut didampingi Wakil Bupati Dimas Prasetyahani.
Penetapan Lita sebagai ASN of The Year Purbalingga 2026 tertuang dalam Keputusan Bupati Purbalingga Nomor 800.1.12.8/294 Tahun 2026.
Lita mengaku terkejut ketika namanya dipanggil sebagai penerima penghargaan.
Sejak awal mengikuti proses seleksi, ia tidak pernah memasang target untuk menjadi ASN of The Year.
“ Saya benar-benar tidak menyangka bisa mendapatkan penghargaan ini. Saya sangat bersyukur dan berterima kasih atas kesempatan serta kepercayaan yang diberikan,” ujar Lita.
Saat menerima penghargaan tersebut, Lita masih menjabat sebagai Analis Kebijakan Ahli Muda pada Bagian Pemerintahan Sekretariat Daerah Kabupaten Purbalingga.
Menurutnya, penghargaan tersebut bukan sekadar bentuk pengakuan terhadap kinerja pribadi.
Predikat ASN of The Year justru menjadi pengingat sekaligus motivasi untuk terus memberikan kontribusi terbaik sebagai ASN.
“Saya hanya berusaha bekerja dan menghasilkan output sebaik mungkin,” katanya.
Sikap tersebut menjadi salah satu hal menarik dari perjalanan Lita. Ia tidak mengejar penghargaan, tetapi berusaha menyelesaikan pekerjaan secara maksimal.
Pada akhirnya, konsistensi tersebut justru membawanya menjadi ASN terbaik di Kabupaten Purbalingga tahun 2026.
Penghargaan ASN of The Year Kabupaten Purbalingga 2026 tidak hanya berupa piagam atau pengakuan atas prestasi. Lita juga mendapatkan hadiah berupa pemberangkatan ibadah umrah.
Biaya keberangkatan umrah tersebut bersumber dari Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Purbalingga.
Bagi Lita, hadiah tersebut menjadi kejutan tersendiri. Penghargaan atas pekerjaan yang selama ini dijalankan sehari-hari justru membawanya mendapatkan kesempatan untuk menjalankan ibadah ke Tanah Suci.
Hadiah tersebut menjadi bagian lain dari pencapaian Lita pada tahun 2026. Setelah mendapatkan predikat ASN of The Year, ia juga menghadapi babak baru dalam perjalanan kariernya sebagai ASN di lingkungan Pemkab Purbalingga.III
Perjalanan karier Lita ternyata tidak berhenti setelah mendapatkan penghargaan.
Dalam mutasi dan rotasi jabatan yang dilakukan Pemkab Purbalingga, ia juga mendapatkan promosi.
Kini Lita dipercaya menjabat sebagai Kepala Bidang Penataan dan Administrasi Pemerintahan Desa pada Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, serta Pemberdayaan Perempuan dan Anak Kabupaten Purbalingga.
Promosi tersebut membuat Lita naik dari jabatan eselon IV ke eselon III.
Bagi perempuan kelahiran Banjarnegara, 12 September 1978, promosi tersebut menjadi babak baru dalam perjalanan kariernya sebagai pegawai negeri sipil di lingkungan Pemerintah Kabupaten Purbalingga.
Menariknya, penghargaan dan promosi tersebut datang hampir bersamaan. Dari posisi yang sebelumnya banyak menjalankan tugas analisis kebijakan di lingkungan pemerintahan, Lita kini mendapat tanggung jawab yang lebih besar.
Dengan jabatan baru tersebut, pengalaman dan kemampuan yang telah dibangunnya selama menjadi ASN akan kembali diuji dalam tanggung jawab yang lebih luas.
Penghargaan ASN of The Year Kabupaten Purbalingga 2026 tidak diberikan secara langsung. Para peserta harus melewati sejumlah tahapan seleksi.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Purbalingga Dwi Mulyatno mengatakan proses seleksi dilakukan secara bertahap.
Tahapan dimulai dari seleksi administrasi. Peserta yang lolos kemudian mengikuti tes kompetensi dasar dan/atau tes kepribadian.
Setelah itu, peserta melanjutkan ke tahapan tes wawancara dan pemaparan makalah inovasi.
Pada tahap pendaftaran, terdapat 28 ASN yang mengikuti seleksi ASN of The Year Purbalingga 2026.
Setelah proses seleksi administrasi, sebanyak 23 peserta dinyatakan memenuhi syarat untuk mengikuti tahapan berikutnya.
Sementara itu, lima peserta lainnya dinyatakan tidak memenuhi persyaratan.
Proses seleksi yang cukup panjang tersebut akhirnya menghasilkan Lita Dwi Anggraeni sebagai penerima penghargaan ASN of The Year Kabupaten Purbalingga 2026.
Bagi Lita, predikat ASN of The Year memang menjadi pencapaian penting dalam perjalanan kariernya.
Namun, penghargaan tersebut bukanlah akhir dari tanggung jawab sebagai seorang ASN.
Justru setelah penghargaan diterima, tanggung jawab yang diembannya semakin besar.
Promosi jabatan ke posisi eselon III membawa tugas baru yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
Sementara hadiah umrah menjadi kesempatan yang disyukuri.
Perjalanan Lita memberikan gambaran bahwa penghargaan tidak selalu harus menjadi tujuan utama dalam bekerja.
Konsistensi, tanggung jawab, dan upaya memberikan hasil terbaik dapat membawa seseorang pada pencapaian yang tidak pernah direncanakannya.
Lita tidak pernah menargetkan namanya berada di panggung penghargaan. Ia hanya menjalankan tugas, menyelesaikan pekerjaan, dan berusaha menghasilkan output terbaik.
Namun, dari rutinitas tersebut akhirnya datang dua kabar besar sekaligus, yakni kesempatan menunaikan ibadah umrah dan promosi ke jabatan eselon III.
Kisah Lita menjadi gambaran bahwa penghargaan ASN bukan sekadar kompetisi mencari siapa yang paling unggul.
Di balik predikat ASN of The Year, terdapat proses panjang, dedikasi, serta tanggung jawab yang harus terus dipertahankan. (*/stch/dda)














