BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kebumen H Anif Solikhin meminta para Penyuluh Agama Islam memperluas peran dalam mendampingi masyarakat.
Penyuluh tidak diharapkan hanya berfokus pada pembinaan keagamaan, tetapi juga ikut mendorong pemberdayaan ekonomi umat.
Menurut Anif, pendampingan ekonomi keluarga menjadi bagian penting dalam membangun kemandirian masyarakat.
Kondisi ekonomi yang lebih baik juga dinilai dapat membantu menjaga ketahanan serta keharmonisan rumah tangga.
Pesan tersebut disampaikan Anif Solikhin dalam Rapat Kelompok Kerja Penyuluh Agama Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen yang berlangsung di RM Ndalem Singodimedjan, Rabu (26/8/2026).
Dalam arahannya, Anif menekankan pentingnya masyarakat mempersiapkan kehidupan masa depan.
Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah kemampuan keluarga dalam mengelola dan merencanakan kondisi ekonomi.
“Investasi itu penting untuk mempersiapkan masa depan,” ujarnya.
Anif menjelaskan, Penyuluh Agama Islam memiliki posisi strategis dalam kehidupan masyarakat.
Peran mereka tidak sebatas menyampaikan ajaran dan pengetahuan agama kepada masyarakat.
Lebih dari itu, penyuluh juga dapat menjadi pendamping ketika masyarakat menghadapi berbagai persoalan kehidupan.
Salah satu persoalan yang perlu mendapatkan perhatian adalah kondisi ekonomi keluarga.
Penyuluh diharapkan mampu memberikan pembinaan sekaligus mendorong masyarakat untuk mengembangkan potensi yang dimiliki.
Pemberdayaan ekonomi umat dinilai dapat menjadi salah satu cara untuk membantu masyarakat membangun kemandirian.
Dengan memiliki kemampuan mengelola ekonomi, keluarga diharapkan tidak mudah terjebak dalam persoalan finansial yang dapat memengaruhi kehidupan rumah tangga.
Anif menilai pendekatan pembinaan masyarakat perlu dilakukan secara lebih luas.
Persoalan kehidupan tidak selalu dapat diselesaikan hanya melalui pemahaman keagamaan, tetapi juga membutuhkan pendampingan terhadap aspek sosial dan ekonomi.
Menurut Anif, kondisi ekonomi keluarga memiliki hubungan erat dengan ketenangan dan keharmonisan rumah tangga.
Tekanan ekonomi dapat menjadi salah satu persoalan yang memicu konflik di dalam keluarga.
Ketika kebutuhan hidup semakin sulit dipenuhi, tekanan tersebut dapat berkembang menjadi persoalan yang lebih besar apabila tidak dikelola dengan baik.
“Ketenangan keluarga biasanya juga berhubungan dengan kondisi ekonomi keluarga. Penyuluh perlu memberikan pembinaan dan membantu menghadirkan solusi melalui pemberdayaan ekonomi umat,” pesannya.
Karena itu, para penyuluh diharapkan tidak hanya memberikan nasihat keagamaan, tetapi juga mendorong masyarakat untuk memiliki kemampuan dalam mengelola kehidupan ekonomi keluarga.
Pendampingan dapat diarahkan pada peningkatan keterampilan, pengembangan potensi usaha, pengelolaan keuangan, serta upaya membangun kemandirian ekonomi.
Anif juga mengingatkan bahwa persoalan ekonomi tidak boleh dianggap sebagai masalah yang berdiri sendiri.
Dalam kehidupan keluarga, tekanan ekonomi dapat memengaruhi hubungan antaranggota keluarga.
Jika tidak mendapatkan solusi, persoalan tersebut berpotensi memperbesar konflik rumah tangga.
Dalam sejumlah kasus, persoalan keluarga yang dipicu tekanan ekonomi bahkan dapat berkembang hingga berujung pada perceraian.
Karena itu, menurut Anif, pembinaan masyarakat harus dilakukan secara menyeluruh.
Penyuluh Agama Islam perlu memahami bahwa tugas mereka juga berkaitan dengan upaya membantu masyarakat menghadapi persoalan kehidupan sehari-hari.
Dengan pendekatan tersebut, penyuluh dapat memberikan kontribusi yang lebih besar dalam membangun keluarga yang kuat, mandiri, dan harmonis.
Anif menegaskan bahwa pemberdayaan masyarakat merupakan bagian penting dari peran penyuluh.
Masyarakat tidak cukup hanya diberikan pengetahuan mengenai aspek keagamaan.
Mereka juga perlu didorong agar mampu mengembangkan kemampuan dan potensi yang dimiliki.
“Jangan hanya mengajarkan taharah dan fikih. Masyarakat juga perlu didorong agar berdaya,” tegas Anif.
Pernyataan tersebut menjadi pesan agar pembinaan keagamaan dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan masyarakat.
Penyuluh Agama Islam diharapkan mampu menjadi salah satu penggerak yang membantu masyarakat menemukan potensi ekonomi di lingkungan masing-masing.
Dengan demikian, pembinaan yang diberikan tidak berhenti pada pemahaman teori, tetapi dapat memberikan manfaat nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Dorongan untuk melakukan investasi dan perencanaan ekonomi juga menjadi bagian dari pesan Anif kepada masyarakat.
Perencanaan ekonomi diperlukan agar keluarga memiliki persiapan dalam menghadapi berbagai kebutuhan pada masa mendatang.
Pengelolaan keuangan yang baik dapat membantu keluarga menentukan prioritas dan mengantisipasi kebutuhan yang tidak terduga.
Bagi masyarakat, pemberdayaan ekonomi juga dapat dilakukan dengan memanfaatkan potensi yang tersedia di lingkungan sekitar.
Penyuluh dapat berperan dalam memberikan motivasi dan menghubungkan masyarakat dengan berbagai potensi pemberdayaan yang dapat dikembangkan.
Dengan semakin kuatnya kemandirian ekonomi masyarakat, diharapkan ketahanan keluarga juga ikut meningkat.
Rapat Kelompok Kerja Penyuluh Agama Islam Kemenag Kebumen tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kembali peran penyuluh di tengah masyarakat.
Pembinaan keagamaan tetap menjadi bagian penting, tetapi perlu dilengkapi dengan perhatian terhadap persoalan sosial dan ekonomi.
Melalui pendekatan yang lebih menyeluruh, penyuluh diharapkan dapat membantu membangun masyarakat yang tidak hanya memiliki pemahaman agama yang baik, tetapi juga mampu menghadapi tantangan ekonomi dan kehidupan keluarga secara lebih mandiri. (mam/stch/dda)
















