BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Pemerintah terus mendorong peningkatan produksi perikanan sekaligus kesejahteraan pembudidaya ikan di Kabupaten Purbalingga.
Salah satu upaya yang dilakukan yakni melalui penyaluran bantuan 160 ribu benih lele Sangkuriang Dua kepada delapan Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) di wilayah tersebut.
Bantuan benih lele tersebut disalurkan pada Rabu, 26 Agustus 2026. Dari total bantuan yang tersedia, masing-masing Pokdakan mendapatkan alokasi sebanyak 20 ribu ekor benih lele Sangkuriang Dua.
Penyaluran benih tersebut diharapkan dapat membantu pembudidaya meningkatkan produktivitas usaha perikanan.
Selain memberikan manfaat bagi anggota kelompok, peningkatan budidaya lele juga diharapkan mampu menambah ketersediaan ikan konsumsi di Kabupaten Purbalingga.
Kepala Bidang Perikanan Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (DPPP) Purbalingga, Hafidhah Khusniyati, menjelaskan bahwa bantuan benih lele Sangkuriang Dua tersebut merupakan dropping dari Balai Besar Perikanan Budidaya Air Tawar (BBPBAT) Sukabumi.
BBPBAT Sukabumi merupakan salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Bantuan tersebut diberikan sebagai tindak lanjut atas aspirasi anggota DPR RI.
Menurut Hafidhah, delapan Pokdakan penerima bantuan sudah mempersiapkan diri sebelum benih tiba.
Begitu benih sampai di Purbalingga, para pembudidaya langsung mengambil dan membawa benih tersebut ke lokasi masing-masing untuk menjalani proses pemeliharaan.
“Begitu benih datang, delapan Pokdakan sudah siap dan langsung dipindah ke jerigen untuk dibawa pulang,” ujar Hafidhah, Rabu (26/8/2026).
Kesiapan kelompok pembudidaya menjadi salah satu faktor penting agar bantuan benih yang diberikan dapat segera dimanfaatkan.
Dengan demikian, benih tidak terlalu lama berada dalam proses distribusi dan dapat segera mendapatkan penanganan sesuai kebutuhan budidaya.
Jenis lele Sangkuriang Dua dipilih dalam program bantuan tersebut karena merupakan hasil pemutakhiran dari lele Sangkuriang generasi pertama.
Varietas ini dinilai memiliki sejumlah keunggulan yang dapat mendukung kegiatan budidaya ikan air tawar.
Salah satunya adalah ketahanan yang lebih baik terhadap penyakit dan kondisi cuaca.
Keunggulan tersebut menjadi penting bagi pembudidaya karena kondisi lingkungan menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi tingkat keberhasilan budidaya ikan.
Semakin baik kemampuan ikan beradaptasi, peluang pembudidaya untuk memperoleh hasil produksi yang optimal juga semakin besar.
Selain ketahanan terhadap penyakit dan cuaca, lele Sangkuriang Dua disebut memiliki pertumbuhan yang lebih cepat. Varietas tersebut juga memiliki produktivitas telur yang berlimpah.
Karakteristik tersebut dinilai dapat memberikan keuntungan bagi pembudidaya apabila proses pemeliharaan dilakukan secara tepat dan sesuai dengan standar budidaya.
Meskipun sudah diterima oleh Pokdakan, benih lele bantuan tersebut tidak langsung ditebar ke kolam utama.
Para pembudidaya terlebih dahulu melakukan proses penampungan dan perawatan untuk membantu benih beradaptasi dengan lingkungan baru.
Masa adaptasi tersebut diperkirakan berlangsung sekitar dua hingga empat minggu.
Selama periode tersebut, benih akan mendapatkan perawatan sebelum dipindahkan ke kolam budidaya utama.
Tahapan adaptasi menjadi bagian penting dalam proses budidaya karena benih membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri setelah melalui proses distribusi.
Setelah mencapai ukuran yang dinilai ideal, benih baru akan dimasukkan ke kolam budidaya.
Selanjutnya, ikan yang dibudidayakan akan dibagikan kepada anggota masing-masing Pokdakan sesuai dengan mekanisme kelompok.
Penyaluran 160 ribu benih lele Sangkuriang Dua di Purbalingga tidak hanya ditujukan untuk membantu pembudidaya secara individual.
Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan produksi perikanan daerah.
Budidaya lele memiliki peluang ekonomi bagi masyarakat karena ikan tersebut menjadi salah satu komoditas perikanan air tawar yang banyak dikonsumsi.
Dengan bertambahnya jumlah ikan yang dibudidayakan, produksi ikan konsumsi di daerah diharapkan ikut meningkat.
Bagi delapan Pokdakan penerima bantuan, benih yang disalurkan menjadi modal awal untuk mengembangkan kegiatan budidaya.
Apabila pemeliharaan berjalan optimal hingga masa panen, hasil produksi nantinya dapat memberikan tambahan pendapatan bagi para pembudidaya.
Pemerintah daerah juga berharap bantuan tersebut benar-benar dimanfaatkan untuk kegiatan produktif.
Keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah benih yang disalurkan, tetapi juga dari kemampuan kelompok dalam merawat, mengembangkan, dan menghasilkan produksi ikan dari bantuan tersebut.
Dengan dukungan benih berkualitas serta pengelolaan budidaya yang baik, program bantuan benih lele di Purbalingga diharapkan mampu memberikan dampak berkelanjutan bagi sektor perikanan. (alw/stch/dda)
















