BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Peristiwa kebakaran kembali terjadi di Kabupaten Kebumen. Kali ini, sebuah gudang yang berada di belakang eks Kantor Camat Karangsambung dilalap api pada Kamis (30/7/2026) pagi.
Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut, namun kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp100 juta.
Kebakaran menghanguskan bangunan gudang beserta berbagai dokumen arsip dan sejumlah peralatan yang tersimpan di dalamnya.
Api baru berhasil dipadamkan setelah petugas pemadam kebakaran berjibaku selama sekitar 1,5 jam.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kebakaran diketahui terjadi sekitar pukul 08.30 WIB.
Asap dan kobaran api pertama kali diketahui oleh Mudakir (50), perangkat Desa Krajan, Kecamatan Karangsambung.
Saat itu, Mudakir melihat api muncul dari salah satu ruangan di kompleks eks Kantor Camat Karangsambung yang berada di wilayah desanya.
Menyadari bahaya yang mengancam, ia segera memberi tahu warga sekitar agar membantu melakukan penanganan awal.
Salah seorang warga yang mendapat informasi tersebut adalah Sugiyo. Bersama warga lainnya, mereka berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya.
Namun, kobaran api terus membesar karena keterbatasan alat pemadam dan minimnya pasokan air di lokasi kejadian.
Menyadari kondisi tersebut semakin sulit dikendalikan, Sugiyo segera melaporkan peristiwa itu kepada Pemerintah Desa, Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Kebumen, serta instansi terkait lainnya.
Tidak lama setelah menerima laporan, tim pemadam kebakaran langsung menuju lokasi dengan membawa armada dan perlengkapan pemadaman.
Petugas segera melakukan upaya pemadaman agar api tidak merambat ke bangunan lain yang berada di sekitar lokasi.
Proses pemadaman juga mendapat perhatian langsung dari Wakil Bupati Kebumen, Zaeni Miftah, yang hadir di lokasi dan memimpin jalannya penanganan kebakaran bersama petugas.
Setelah bekerja selama kurang lebih satu setengah jam, petugas akhirnya berhasil mengendalikan kobaran api dan memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Meski demikian, api telanjur menghanguskan gudang yang terdiri atas dua ruangan beserta seluruh barang yang berada di dalamnya.
Berbagai dokumen penting berupa arsip sejak tahun 2017 dilaporkan ikut terbakar.
Selain itu, sejumlah barang bekas yang masih disimpan di gudang juga tidak dapat diselamatkan.
Barang-barang yang hangus antara lain kursi, meja, kasur tempat tidur, tiang infus, rak kayu, hingga berbagai peralatan kesehatan lainnya.
Akibat kebakaran tersebut, total kerugian material diperkirakan mencapai Rp100 juta.
Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang.
Wakil Bupati Kebumen, Zaeni Miftah, mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau.
Menurutnya, cuaca yang kering membuat risiko kebakaran semakin tinggi, baik pada bangunan, permukiman, lahan kosong, maupun kawasan hutan.
Ia menyebutkan bahwa sepanjang tahun 2026 telah terjadi sejumlah peristiwa kebakaran di berbagai wilayah Kabupaten Kebumen.
Selain menghanguskan bangunan milik warga, beberapa kejadian juga melibatkan kebakaran hutan dan lahan yang dipicu kondisi cuaca kering.
“Kami meminta warga Kabupaten Kebumen menghadapi musim kering ini tetap waspada karena potensi kebakaran tinggi. Pastikan setiap titik tetap terkontrol dan pastikan membuang sampah terlokalisir sehingga meminimalisir kebakaran,” ujar Zaeni Miftah.
Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat agar tidak membakar sampah sembarangan, memastikan instalasi listrik dalam kondisi aman, serta selalu memeriksa sumber api sebelum meninggalkan bangunan.
Langkah-langkah sederhana tersebut dinilai sangat penting untuk mencegah terjadinya kebakaran yang dapat menimbulkan kerugian besar, terutama saat musim kemarau ketika kondisi lingkungan lebih mudah terbakar.
Peristiwa kebakaran gudang di belakang eks Kantor Camat Karangsambung menjadi pengingat bahwa kesiapsiagaan masyarakat dan respons cepat petugas pemadam kebakaran memiliki peran penting dalam meminimalkan dampak bencana kebakaran.
Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap bahaya api, diharapkan jumlah kejadian serupa di Kabupaten Kebumen dapat terus ditekan. (cah/stch/dda)















