BANYUMASEKSPRES.ID, Film The Devil Wears Prada 2 sukses membuktikan bahwa kisah dunia mode masih memiliki tempat spesial di hati penonton global.
Hampir 20 tahun setelah film pertamanya menjadi fenomena budaya pop, sekuel terbaru ini langsung mencuri perhatian sejak hari pertama penayangan.
Kembalinya karakter-karakter ikonik dalam film tersebut menjadi salah satu alasan utama tingginya antusiasme penonton.
Meryl Streep, Anne Hathaway, Emily Blunt, dan Stanley Tucci kembali tampil dalam sekuel yang sudah lama dinantikan penggemar.
Sejak diumumkan, The Devil Wears Prada 2 memang langsung menjadi salah satu film paling ramai diperbincangkan di industri perfilman Hollywood.
Banyak penonton penasaran melihat bagaimana kelanjutan kisah dunia fashion glamor yang sebelumnya sukses besar pada era 2000-an.

Tidak hanya mengandalkan nostalgia, film ini juga hadir dengan kualitas produksi yang lebih matang serta cerita yang dinilai relevan dengan perkembangan industri mode modern saat ini.
Raih Pendapatan Fantastis di Hari Pertama
Sekuel terbaru The Devil Wears Prada 2 berhasil mencatat pembukaan yang sangat impresif di box office global. Dalam penayangan perdana Kamis, film ini dikabarkan mampu meraup sekitar 10 juta dollar AS.
Angka tersebut menjadikannya sebagai salah satu pembukaan terbesar untuk film yang berfokus pada karakter perempuan dalam beberapa tahun terakhir.
Pencapaian itu sekaligus memperlihatkan besarnya minat penonton terhadap genre drama komedi bertema fashion.
Dilansir dari The Hollywood Reporter, film ini bahkan disebut berhasil mencetak sejarah baru di era modern.
The Devil Wears Prada 2 menjadi salah satu film berbasis karakter perempuan pertama yang sukses membuka musim box office musim panas yang biasanya didominasi film aksi atau superhero.
Pencapaian tersebut dinilai cukup penting karena membuktikan bahwa film drama komedi tetap memiliki kekuatan besar di tengah dominasi franchise aksi besar Hollywood.
Selain itu, terdapat film lokal yakni Dilan ITB yang berikan nuansa romansa dan nostalgia Bandung tahun 1997.
Karakter Miranda Priestly Kembali Jadi Magnet Utama
Kesuksesan film ini tidak lepas dari daya tarik karakter Miranda Priestly yang kembali diperankan Meryl Streep.
Sosok editor majalah mode yang tegas, elegan, dan penuh sindiran tajam itu masih menjadi pusat perhatian utama dalam cerita.
Karakter Miranda Priestly memang sudah lama dianggap sebagai salah satu tokoh paling ikonik dalam sejarah film bertema fashion.
Banyak penonton merasa penasaran melihat bagaimana perkembangan karakternya setelah bertahun-tahun sejak film pertama dirilis.
Selain Miranda, chemistry antara karakter yang dimainkan Anne Hathaway dan Emily Blunt juga kembali menjadi sorotan.
Interaksi mereka dianggap mampu menghadirkan nostalgia kuat bagi penonton lama sekaligus menarik perhatian generasi baru.
Nuansa dunia fashion glamor yang dipadukan dengan dialog satir khas film pertamanya membuat The Devil Wears Prada 2 terasa tetap relevan dan menghibur.
Sukses Besar di Pasar Internasional
Tidak hanya berjaya di Amerika Utara, The Devil Wears Prada 2 juga mencatat performa luar biasa di pasar internasional.
Dalam dua hari pertama penayangan di 42 negara, film ini berhasil mengumpulkan pendapatan lebih dari 40 juta dollar AS.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa popularitas franchise ini masih sangat kuat di berbagai belahan dunia.
Beberapa negara bahkan mencatat pendapatan hari pertama yang sangat tinggi, termasuk Brasil, Italia, Korea Selatan, dan Australia.
Tingginya antusiasme penonton global membuat film ini diprediksi terus mendominasi box office dalam beberapa pekan ke depan.
Keberhasilan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa tema fashion, karier, dan kehidupan profesional perempuan masih memiliki daya tarik universal di industri perfilman internasional.
Didukung Tim Produksi Film Pertama
Kesuksesan The Devil Wears Prada 2 juga diperkuat dengan kembalinya tim kreatif dari film originalnya. David Frankel kembali dipercaya menjadi sutradara, sementara naskah film ditulis oleh Aline Brosh McKenna.
Kolaborasi keduanya sebelumnya sukses menjadikan film pertama sebagai salah satu drama komedi fashion paling berpengaruh di era 2000-an.
Karena itu, banyak kritikus menilai sentuhan khas film original masih terasa kuat dalam sekuel terbaru ini.
Selain jalan cerita yang lebih matang, unsur mode glamor dan kritik sosial khas dunia fashion tetap menjadi kekuatan utama film.
Dengan performa box office, The Devil Wears Prada 2 diprediksi berpotensi menjadi salah satu film terbesar tahun ini sekaligus menghidupkan kembali popularitas drama komedi bertema fashion di Hollywood. (*/nds)
















