BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Gombong, Mohammad Yahya Fuad, kembali menunjukkan komitmennya terhadap pengembangan layanan sosial dengan mewakafkan sebuah masjid yang diperuntukkan bagi Rumah Sakit Muhammadiyah Taman Puring (RSMTP) yang terletak di Jakarta Selatan.
Masjid yang diberi nama Masjid An-Nuur ini berlokasi strategis di area rooftop rumah sakit, memberikan akses yang mudah bagi pasien dan keluarga mereka untuk beribadah.
Peresmian Masjid An-Nuur dilakukan pada tanggal 24 April oleh Bupati Kebumen, Lilis Nuryani Fuad.
Acara tersebut tidak hanya meresmikan masjid, tetapi juga menjadi momen penting dengan dilakukannya penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) strategis antara PCM Kebayoran Baru dan PCM Gombong.
Kerjasama ini bertujuan untuk memperkuat sinergi dalam berbagai bidang, termasuk pelayanan kesehatan, pendidikan, serta kegiatan sosial keagamaan.
Bupati Lilis Nuryani menegaskan bahwa keberadaan masjid dalam lingkungan medis sangatlah penting.
Menurutnya, kesehatan tidak hanya terkait dengan kondisi fisik, melainkan juga melibatkan aspek spiritual dan mental.
“Di tengah ikhtiar medis, Masjid An-Nuur hadir sebagai tempat doa dipanjatkan, harapan dikuatkan, dan hati ditenangkan. Ini adalah langkah penting untuk mendukung kesembuhan pasien secara holistik,” ungkap Bupati Lilis Nuryani Fuad.
Direktur RSMTP, dr. Khaira Utia, Sp.PD., menyatakan bahwa kehadiran masjid ini sangat dinantikan dan memiliki banyak manfaat.
Selain memenuhi persyaratan akreditasi rumah sakit, masjid ini juga akan memberikan fasilitas ibadah yang layak bagi keluarga pasien.
Dengan adanya masjid di dalam rumah sakit, diharapkan akan tercipta suasana yang lebih nyaman dan tenang bagi pasien serta keluarganya saat menjalani perawatan.
Kehadiran Masjid An-Nuur bukan hanya sekadar pembangunan fisik semata, tetapi juga merupakan representasi dari komitmen Muhammadiyah dalam menyediakan layanan kesehatan yang berkualitas dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Dengan adanya fasilitas ibadah ini, diharapkan dapat meningkatkan pengalaman pasien dan keluarganya selama berada di rumah sakit.
Inisiatif ini sejalan dengan visi Muhammadiyah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pelayanan kesehatan yang komprehensif.
Melalui kerjasama antara PCM Kebayoran Baru dan PCM Gombong, diharapkan ada lebih banyak program inovatif yang dapat diluncurkan untuk mendukung masyarakat dalam bidang kesehatan dan pendidikan.
Dalam konteks pelayanan kesehatan yang semakin kompleks saat ini, penting bagi lembaga-lembaga kesehatan untuk tidak hanya fokus pada aspek medis semata, tetapi juga mempertimbangkan kebutuhan spiritual pasien.
Penelitian menunjukkan bahwa kesejahteraan mental dan spiritual memiliki dampak signifikan terhadap proses penyembuhan fisik seseorang.
Oleh karena itu, hadirnya Masjid An-Nuur di RSMTP menjadi salah satu langkah maju dalam menciptakan lingkungan rumah sakit yang lebih humanis.
Di samping itu, melalui penandatanganan MoU antara PCM Kebayoran Baru dan PCM Gombong, kedua organisasi tersebut sepakat untuk saling mendukung dalam berbagai inisiatif sosial keagamaan.
Kerjasama ini diharapkan dapat memperkuat jaringan antara lembaga-lembaga Muhammadiyah dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat luas.
Acara peresmian Masjid An-Nuur juga menjadi ajang refleksi bagi semua pihak terkait betapa pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.
Dalam situasi krisis kesehatan global akibat pandemi COVID-19 yang masih berlangsung hingga kini, kehadiran fasilitas ibadah seperti ini menjadi lebih relevan dari sebelumnya.
Sementara itu, masyarakat Gombong juga menyambut baik inisiatif ini sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan mental dan spiritual warga.
Dalam wawancara singkatnya dengan awak media setelah acara berlangsung, salah satu tokoh masyarakat setempat mengungkapkan harapannya agar masjid ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh seluruh kalangan.
“Kami berharap Masjid An-Nuur bisa menjadi oase bagi siapa saja yang membutuhkan ketenangan jiwa di tengah kesibukan hidup,” ujarnya.
Dengan semua pencapaian ini, Muhammadiyah terus menunjukkan eksistensinya sebagai salah satu organisasi sosial keagamaan terdepan di Indonesia. (cah/stch/dda)
















