Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

4 Jemaah Haji Banjarnegara Meninggal di Tanah Suci, 1.041 Jemaah Siap Pulang Akhir Juni 2026

1.041 Jemaah Haji Tiba Akhir Juni1.041 Jemaah Haji Tiba Akhir Juni
IBADAH: Jemaah haji asal Banjarnegara saat masih berada di tanah suci

BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Menjelang kepulangan jemaah haji tahun 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjarnegara tengah mematangkan seluruh persiapan untuk menyambut 1.041 jemaah yang dijadwalkan tiba pada 25 hingga 26 Juni 2026.

Namun di tengah proses penyambutan yang penuh harapan ini, datanglah kabar duka dari Tanah Suci.

Empat jemaah asal Banjarnegara dilaporkan meninggal dunia saat menjalankan ibadah haji.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Banjarnegara, Imam Nur Sa’ad, mengungkapkan rasa duka cita yang mendalam atas kehilangan tersebut.

“Kami turut berduka cita atas wafatnya empat jemaah haji asal Banjarnegara di Tanah Suci. Semoga seluruh amal ibadah beliau diterima dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ungkapnya pada Jumat, 12 Juni 2026.

Empat jemaah yang meninggal dunia tersebut terdiri dari Romini binti Sumeri yang berasal dari Kecamatan Punggelan, Adiyono bin Budi Harsono dari Kecamatan Banjarnegara, Sabar bin Muchson dari Kecamatan Batur, serta Sama’i bin Artowiharjo dari Kecamatan Wanayasa.

Kepergian mereka menjadi duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat di Banjarnegara, serta menambah nuansa kesedihan dalam momen pulang haji yang seharusnya menjadi perayaan.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Tengah, jemaah haji reguler asal Banjarnegara akan kembali ke Indonesia melalui empat kelompok terbang (Kloter), yaitu Kloter 69, 70, 71, dan 72.

Seluruh jemaah akan tiba di Bandara Adi Soemarmo Solo sebelum melanjutkan perjalanan menuju Banjarnegara melalui Asrama Haji Donohudan.

Proses kepulangan ini sangat penting untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan para jemaah setelah menjalani ibadah haji.

Selain itu, Pemkab Banjarnegara juga memberikan perhatian khusus terhadap seorang jemaah yang harus menjalani proses tanazul atau pemulangan lebih awal karena kondisi tertentu.

Jemaah tersebut adalah Nasirun bin Santari, seorang lansia berusia 80 tahun yang merupakan warga Desa Situwangi, Kecamatan Rakit.

Ia dipindahkan ke Kloter 29 Solo dan akan bergabung dengan jemaah asal Kota Semarang dan Kabupaten Grobogan.

“Jemaah tanazul dijadwalkan tiba lebih awal di Indonesia pada Sabtu, 13 Juni 2026 pukul 03.50 WIB,” jelas Imam.

Untuk memastikan bahwa proses pemulangan dapat berjalan lancar dan terkoordinasi dengan baik, pemerintah daerah telah menyiapkan armada penjemputan untuk membawa para jemaah ke rumah masing-masing.

Delapan truk khusus juga disiapkan untuk mengangkut koper dan barang bawaan jemaah.

Pengiriman logistik ini akan mendapatkan pengawalan dari Polres Banjarnegara serta kerjasama dengan Bagian Umum Setda dan Kantor Kementerian Agama setempat.

Seluruh koper milik jemaah nantinya akan dipusatkan di Gedung Golkar Banjarnegara sebelum didistribusikan kepada pemiliknya masing-masing.

Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa semua barang bawaan sampai ke tangan jemaah dengan aman tanpa ada yang tertinggal atau hilang.

Penyambutan para jemaah haji akan dilakukan secara bertahap di Pendopo Dipayuda Adigraha sesuai dengan jadwal kedatangan masing-masing kloter.

Kloter pertama yakni Kloter 69 dijadwalkan tiba pada Kamis, 25 Juni 2026 sekitar pukul 17.00 WIB.

Kloter berikutnya adalah Kloter 70 yang diperkirakan tiba pada malam harinya sekitar pukul 22.00 WIB.

Pada hari berikutnya, Jumat, 26 Juni 2026, Kloter 71 diperkirakan tiba sekitar pukul 11.00 WIB, sedangkan Kloter terakhir yaitu Kloter 72 direncanakan sampai di Banjarnegara sekitar pukul 15.30 WIB.

Sekretaris Daerah Banjarnegara, Hendro Cahyono meminta agar seluruh petugas penjemputan bersiaga lebih awal di Asrama Haji Donohudan untuk mengantisipasi jika terjadi perubahan jadwal penerbangan maupun proses kedatangan para jemaah haji.

Hal ini menunjukkan komitmen Pemkab dalam memberikan layanan terbaik bagi warganya sekaligus menjaga keamanan serta kenyamanan selama masa kepulangan.

Bagi masyarakat di Banjarnegara, kedatangan para jemaah haji selalu menjadi momen spesial dan penuh makna.

Selain menyambut kembalinya orang-orang tercinta setelah melakukan perjalanan spiritual yang panjang dan melelahkan, masyarakat juga turut merasakan kebanggaan akan prestasi ibadah mereka selama berada di Tanah Suci.

Namun demikian, kabar duka atas wafatnya empat jemaah juga memberikan pelajaran penting tentang arti kehidupan dan kematian dalam konteks ibadah haji ini.

Ibadah haji merupakan salah satu rukun Islam yang sangat mulia dan penuh hikmah.

Bagi banyak orang tua seperti Nasirun bin Santari, kesempatan untuk menunaikan rukun Islam ini bisa jadi merupakan perjalanan terakhir mereka dalam hidup.

Dukungan moral kepada keluarga yang ditinggalkan oleh para jemaah mungkin akan menjadi bagian penting dalam proses penyembuhan bagi mereka setelah mengalami kehilangan tersebut.

Masyarakat dihimbau untuk bersama-sama memberikan perhatian lebih kepada keluarga yang terkena dampak duka ini sehingga bisa saling menguatkan satu sama lain dalam menghadapi masa-masa sulit.

Pemkab juga berencana untuk mengadakan program-program sosial sebagai bentuk dukungan bagi keluarga-keluarga korban agar mereka merasa tidak sendirian dalam menghadapi kesedihan ini.

Selain itu, mereka berharap agar nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian antarwarga terus terjaga demi membangun semangat saling membantu serta menguatkan tali silaturrahmi antar sesama.

Dalam menyambut kedatangan para jemaah haji nanti, Pemkab juga berharap agar seluruh masyarakat dapat ambil bagian dalam acara penyambutan dengan cara menghormati setiap kloter kedatangan serta menjaga suasana khidmat meski dalam keadaan bercampur aduk antara bahagia dan sedih.

Dengan segala persiapan matang yang telah dilakukan oleh Pemkab Banjarnegara serta dukungan masyarakat setempat, diharapkan proses kepulangan kali ini dapat berjalan dengan lancar dan penuh makna bagi semua pihak terlibat. (jud/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Pembangunan Sekolah Rakyat Dikebut

Pembangunan Sekolah Rakyat di Cilacap Capai 56 Persen, Ditargetkan Beroperasi Juli 2026

Berita Selanjutnya
Panduan Pindah Faskes

Panduan Pindah Faskes BPJS Kesehatan Online, Bisa Lewat Aplikasi Mobile JKN