Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Pembangunan Sekolah Rakyat di Cilacap Capai 56 Persen, Ditargetkan Beroperasi Juli 2026

Pembangunan Sekolah Rakyat DikebutPembangunan Sekolah Rakyat Dikebut
PENJELASAN : Kepala Dinsos PPA Cilacap Moch Ichlas Riyanto saat menjelaskan progres pembanguan Sekolah Rakyat di Majenang

BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Jenang, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, saat ini sedang berjalan dengan pesat.

Dengan progres pembangunan yang telah mencapai 56 persen, pihak pemerintah menargetkan bahwa sekolah ini akan siap digunakan pada bulan Juli 2026.

Sekolah yang dibangun di atas lahan seluas 5,5 hektare ini direncanakan untuk menampung sekitar 270 siswa dari jenjang pendidikan dasar (SD), menengah pertama (SMP), dan menengah atas (SMA) yang berasal dari keluarga miskin ekstrem.

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kabupaten Cilacap, Moch Ichlas Riyanto, menjelaskan bahwa saat ini fokus pembangunan diarahkan pada penyelesaian berbagai fasilitas penting seperti ruang kelas, asrama untuk siswa, dapur yang akan memenuhi kebutuhan nutrisi siswa, serta fasilitas pendukung lainnya.

Menurut Ichlas, “Progres pembangunan sudah 56 persen. Kami menargetkan seluruh fasilitas utama selesai akhir Juni sehingga bisa digunakan saat tahun ajaran baru dimulai.”

Pernyataan ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan akses pendidikan bagi anak-anak yang kurang mampu.

Sekolah Rakyat ini memiliki tujuan mulia untuk memberikan akses pendidikan gratis kepada anak-anak dari keluarga yang masuk dalam kategori desil satu dan dua menurut data Kementerian Sosial.

Untuk menjaring peserta didik yang sesuai dengan kriteria tersebut, Dinas Sosial bekerja sama dengan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dalam seluruh wilayah Cilacap.

Ichlas juga mengungkapkan keinginannya untuk memastikan bahwa anak-anak dari keluarga kurang mampu, termasuk mereka yang sebelumnya putus sekolah, dapat memperoleh kesempatan untuk melanjutkan pendidikan di Sekolah Rakyat.

Saat ini, minat pendaftar untuk jenjang SMP dan SMA sudah cukup tinggi.

Namun, untuk jenjang SD, proses pendataan masih terus dilakukan agar dapat menjaring lebih banyak calon siswa.

Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat sangat antusias dengan adanya Sekolah Rakyat ini dan menyadari pentingnya pendidikan bagi masa depan anak-anak mereka.

Ichlas menegaskan kepada masyarakat agar tidak perlu khawatir mengenai biaya pendidikan di Sekolah Rakyat.

“Semua biaya ditanggung pemerintah. Harapannya anak-anak bisa fokus belajar dan meraih masa depan yang lebih baik,” pungkasnya dengan penuh harapan.

Pernyataan ini memberikan jaminan kepada orang tua bahwa mereka tidak akan terbebani oleh biaya pendidikan yang sering kali menjadi penghalang bagi anak-anak untuk mendapatkan pendidikan yang layak.

Keberadaan Sekolah Rakyat di Kecamatan Majenang merupakan langkah strategis dalam upaya pemerintah daerah untuk menanggulangi masalah kemiskinan melalui pendidikan.

Pendidikan adalah salah satu jalan keluar paling efektif dalam merubah nasib.

Dengan adanya pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem, diharapkan akan tercipta generasi penerus yang lebih baik dan mampu berkontribusi terhadap pembangunan daerah dan bangsa. (jul/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Beasiswa Bawaslu

PNS Berpeluang Kuliah Gratis di UI, Bawaslu Buka Program Beasiswa S1-S3

Berita Selanjutnya
1.041 Jemaah Haji Tiba Akhir Juni

4 Jemaah Haji Banjarnegara Meninggal di Tanah Suci, 1.041 Jemaah Siap Pulang Akhir Juni 2026