Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Harga Kelengkeng Impor Naik Tajam, Pedagang Pasar Tambak Banyumas Keluhkan Pasokan

Harga Kelengkeng Impor Melonjak TajamHarga Kelengkeng Impor Melonjak Tajam
HARGA MELONJAK: Konsumen membeli buah apel dan anggur impor di kios Suhadi yang berada di komplek Pasar Tambak, Jum'at (12/6)

BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – Dalam beberapa waktu terakhir, sejumlah komoditas buah impor mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan.

Salah satu yang paling mencolok adalah buah kelengkeng impor, yang kini harganya melonjak hingga sekitar 50 persen.

Situasi ini membuat banyak pedagang di Banyumas, khususnya di kios Pasar Tambak, merasakan dampak langsung dari perubahan harga tersebut.

Suhadi, seorang pedagang buah di Pasar Tambak, menjelaskan bahwa lonjakan harga kelengkeng impor sangat mencolok dibandingkan dengan harga sebelumnya.

“Satu krat kelengkeng impor sebelumnya dijual seharga Rp400 ribu, kini harganya sudah mencapai Rp600 ribu,” rinci Suhadi pada Jumat (12/6).

Kenaikan harga ini tentu menjadi sorotan bagi konsumen dan pedagang, mengingat tingginya permintaan terhadap buah-buahan segar di wilayah Banyumas.

Kondisi ini menunjukkan betapa bergantungnya masyarakat Banyumas terhadap pasokan buah-buahan impor.

Sejak lama, produksi buah lokal dinilai belum mampu memenuhi kebutuhan pasar dengan maksimal.

Hal ini tidak hanya terjadi karena jumlah produksi yang terbatas, tetapi juga karena variasi jenis buah dan kontinuitas pasokan yang masih kalah bersaing dengan produk impor.

Suhadi memberikan contoh tentang apel asal Malang, yang dulunya dikenal sebagai salah satu sentra produksi apel terbesar di Indonesia.

Sayangnya, saat ini pasokan apel lokal dari daerah tersebut semakin jarang ditemukan di pasar.

Di sisi lain, apel impor justru lebih mudah diperoleh oleh para pedagang dan konsumen karena stoknya cenderung stabil sepanjang tahun.

Ketersediaan yang terjaga tersebut memberikan kemudahan bagi konsumen untuk menemukan buah impor dibandingkan dengan buah lokal yang kerap kali sulit didapatkan.

“Kalau hanya mengandalkan buah-buahan lokal, itu kurang untuk mencukupi kebutuhan permintaan pasar,” ungkap Suhadi.

Meskipun harga kelengkeng impor mengalami kenaikan yang cukup tajam, Suhadi menyebutkan bahwa beberapa jenis buah impor lainnya masih relatif stabil harganya.

Buah seperti apel, pir, jeruk mandarin serta anggur hijau dan ungu tetap dijual dengan harga yang tidak banyak berubah.

Menurutnya, berbagai jenis buah tersebut tetap menjadi pilihan utama masyarakat karena mudah ditemukan dan stoknya tersedia secara rutin.

Stabilitas pasokan dari beberapa jenis buah impor ini juga berdampak positif terhadap harga jual di tingkat pasar.

Dengan ketersediaan yang terjaga secara rutin, konsumen merasa lebih puas karena mereka tidak perlu khawatir kehabisan produk favorit mereka di pasar. (fij/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Wisata Tahura Bunder

Piknik di Tahura Bunder Gunungkidul, Tracking Seru dan Bisa Lihat Rusa

Berita Selanjutnya
Beasiswa Bawaslu

PNS Berpeluang Kuliah Gratis di UI, Bawaslu Buka Program Beasiswa S1-S3