BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Di kawasan Jalan Albiso, Desa Tritih Kulon, Kecamatan Cilacap Utara, sebuah insiden menarik perhatian warga setempat pada Jumat (12/6) lalu.
Petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Satpol PP Kabupaten Cilacap berhasil mengevakuasi seekor ular sanca albino yang panjangnya diperkirakan mencapai sekitar empat meter.
Kejadian ini terjadi ketika ular tersebut sedang memangsa ayam milik Thomas Sandi (39), seorang warga yang tinggal di lokasi tersebut.
Penemuan ular sanca albino ini tentu saja mengejutkan dan membuat panik pemilik rumah.
Thomas segera mengambil tindakan dengan menghubungi Pos Damkar Cilacap untuk meminta bantuan.
Dalam situasi darurat seperti ini, kecepatan respons sangat penting agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Gatot Arief Widodo, Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP Kabupaten Cilacap, menjelaskan bahwa setelah menerima laporan dari warga, tim rescue yang terlatih segera bergegas menuju lokasi dengan membawa peralatan evakuasi yang diperlukan.
“Setelah menerima laporan dari warga, petugas segera bergerak ke lokasi untuk melakukan penanganan,” ungkap Gatot.
Sesampainya di lokasi kejadian, petugas menemukan ular sanca albino tersebut masih berada di area kandang ayam dan sedang memangsa ternak milik Thomas.
Situasi ini tentunya dapat membahayakan tidak hanya bagi hewan ternak tetapi juga bagi keselamatan warga yang ada di sekitarnya.
Proses evakuasi berlangsung sekitar 15 menit, menunjukkan efisiensi dan profesionalisme tim Damkar dalam menangani situasi berbahaya.
Sebelum menangkap ular tersebut, petugas terlebih dahulu melakukan pengamanan lokasi untuk memastikan tidak ada risiko bagi warga maupun anggota tim yang bertugas.
“Evakuasi berjalan lancar dan ular berhasil diamankan tanpa menimbulkan korban,” jelas Gatot lebih lanjut.
Keberhasilan evakuasi ini bukan hanya melindungi hewan ternak, tetapi juga memberikan rasa aman bagi masyarakat sekitar.
Setelah proses evakuasi selesai, petugas Damkar tidak hanya berhenti pada tindakan fisik semata.
Mereka juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai langkah-langkah yang harus dilakukan jika menemukan satwa liar di lingkungan permukiman.
Edukasi ini sangat penting sebagai upaya pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
Gatot Arief Widodo menekankan pentingnya tindakan pencegahan dalam menghadapi situasi serupa di masa depan.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak mencoba menangkap ular sendiri, terutama yang berukuran besar,” tegasnya.
Beliau menjelaskan bahwa keselamatan warga adalah prioritas utama. Jika menemukan ular atau satwa liar lainnya di area rumah atau lingkungan sekitar, masyarakat diminta untuk segera melapor kepada petugas agar bisa ditangani secara aman dan sesuai dengan prosedur.
Kejadian ini kembali mengingatkan kita akan pentingnya kesadaran dan pengetahuan tentang satwa liar yang mungkin hidup berdampingan dengan manusia.
Banyak orang mungkin merasa penasaran atau bahkan ingin mencoba menangkap sendiri jika bertemu dengan ular atau hewan lain yang dianggap berbahaya.
Namun, hal ini sangat berisiko baik bagi diri mereka sendiri maupun satwa tersebut.
Beberapa orang mungkin tidak menyadari bahwa banyak jenis ular memiliki peran penting dalam ekosistem.
Ular membantu mengontrol populasi hama dan menjaga keseimbangan alam.
Oleh karena itu, alih-alih mencoba menangkap atau membunuhnya, cara terbaik adalah melaporkan kepada pihak berwenang agar dapat ditangani dengan cara yang lebih bijaksana.
Dalam kondisi seperti ini, edukasi menjadi kunci untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi semua pihak.
Dengan pengetahuan yang tepat tentang bagaimana berinteraksi dengan satwa liar, masyarakat dapat mengurangi risiko konflik antara manusia dan hewan serta menjaga keberadaan satwa liar yang sering kali terancam oleh aktivitas manusia. (jul/stch/dda)
















