Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Kodim 0709 Kebumen Bangun Jembatan Baru di Desa Jintung Usai Ambruk, Target Selesai 1 Bulan

Kodim Targetkan Satu BulanKodim Targetkan Satu Bulan

BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Kodim 0709/Kebumen telah mengambil langkah cepat untuk memperbaiki jembatan bambu yang ambruk di Desa Jintung, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen.

Kejadian ini terjadi pada Senin, 20 April, ketika dua orang, yaitu seorang ibu dan anaknya, terjatuh ke dasar sungai setelah bagian dari jembatan bambu tersebut runtuh.

Dalam upaya pemulihan dan perbaikan, jajaran TNI berkolaborasi dengan warga setempat melakukan gotong royong untuk membersihkan area sekitar jembatan.

Ini bertujuan untuk memfasilitasi akses material yang akan digunakan dalam proses pembangunan.

Letkol Inf Eko Majlistyawan Prihantono, Dandim 0709/Kebumen, menjelaskan bahwa pihaknya akan mempercepat pembangunan Jembatan Garuda di lokasi yang sama.

Tujuan dari proyek ini adalah untuk membantu mobilitas warga dalam berbagai aktivitas sehari-hari, termasuk bagi anak-anak sekolah dan kegiatan pertanian serta ekonomi.

“Pembangunan jembatan direncanakan selesai dalam waktu satu bulan, dengan bentangan kurang lebih 20 meter. Rencananya, jembatan akan dibangun menggunakan cor beton. Pekerjaan pembersihan lahan sudah dimulai hari ini,” ungkap Letkol Eko pada Jumat, 24 April.

Kepala Desa Jintung, Walim, turut memberikan penjelasan mengenai kondisi jembatan yang mengalami kerusakan.

Ia mengatakan bahwa jembatan bambu tersebut dibangun secara swadaya oleh masyarakat setempat dengan tujuan mempermudah akses warga.

Jembatan itu telah berdiri selama hampir tiga tahun dengan panjang sekitar 24 meter dan ketinggian sekitar 5 meter.

Masyarakat sebenarnya telah merencanakan penggantian bahan bambu yang sudah mulai lapuk, tetapi rencana tersebut belum terlaksana sebelum terjadinya kecelakaan yang menyebabkan salah satu warga terjatuh.

Setelah kejadian nahas tersebut, Jaryanti, ibu dari anak yang terjatuh, segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis akibat luka-luka yang dialaminya.

Kejadian ini menyentuh hati banyak warga di desanya dan menimbulkan rasa empati terhadap keselamatan masyarakat yang sangat bergantung pada infrastruktur sederhana namun vital seperti jembatan ini.

Walim menambahkan bahwa keberadaan jembatan sangat penting bagi kehidupan sehari-hari masyarakat di Desa Jintung.

Tanpa jembatan yang layak, mobilitas penduduk akan sangat terhambat. Kondisi ini tentu saja berdampak negatif terhadap aktivitas ekonomi lokal dan pendidikan anak-anak di desa tersebut.

Oleh karena itu, upaya perbaikan ini disambut baik oleh seluruh warga desa. Keberhasilan proyek perbaikan jembatan juga sangat bergantung pada kerjasama antara TNI dan masyarakat setempat.

Tindakan gotong royong menunjukkan semangat kebersamaan yang kuat di antara warga Desa Jintung serta instansi terkait dalam menghadapi masalah infrastruktur yang mengancam keselamatan mereka.

Salah satu aspek penting dari pembangunan infrastruktur adalah bagaimana setiap proyek tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan fisik tetapi juga untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan.

Dalam konteks ini, perbaikan jembatan bukan hanya sekadar membangun kembali struktur fisik tetapi juga berkontribusi pada peningkatan perekonomian lokal dan kesejahteraan masyarakat.

Dengan adanya pembangunan Jembatan Garuda sebagai pengganti jembatan bambu yang ambruk ini diharapkan dapat menjadi solusi permanen bagi masalah aksesibilitas warga Desa Jintung. (mam/stch/dda)

Berita Sebelumnya
58 Persen DD Dialihkan ke KDMP

Kebijakan Baru Dana Desa, 58,03 persen Dialokasikan untuk Kopdes Merah Putih

Berita Selanjutnya
Rusun subsidi

Aturan Baru Rusun Subsidi 2026, Siapa yang Berhak dan Cara Mendapatkannya