Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Jalan Kamulyan-Watuagung Rusak Parah, UPTD PU Banyumas Terkendala Pasokan Aspal

Stok Aspal Menipis, Tambal Jalan TersendatStok Aspal Menipis, Tambal Jalan Tersendat
PENAMBALAN: Tim Reaksi Cepat UPTD PU Wilayah Sumpiuh melakukan pemeliharaan ringan jalan berlubang di jalan kabupaten ruas Kamulyan-Watuagung, Kecamatan Tambak, Kamis (11/6)

BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – Dalam beberapa waktu terakhir, persediaan material aspal di Unit Pelaksana Teknis Dinas Pekerjaan Umum (UPTD PU) Wilayah Sumpiuh mengalami penipisan yang signifikan.

Hal ini berdampak langsung pada terhambatnya kegiatan pemeliharaan ringan jalan-jalan kabupaten di wilayah Banyumas timur.

Wilayah yang merasakan dampak serius dari kondisi ini meliputi Kecamatan Tambak, Sumpiuh, dan Kemranjen.

Sejumlah titik jalan yang berlubang, yang seharusnya segera diperbaiki, kini terpaksa harus menanti tambahan pasokan material aspal dari dinas terkait.

Sultoni, staf Jalan di UPTD PU Wilayah Sumpiuh, mengungkapkan bahwa pihaknya saat ini tengah mengajukan permohonan untuk penambahan material aspal.

Upaya ini dilakukan agar proses penanganan kerusakan jalan kabupaten dapat kembali beroperasi secara optimal.

“UPTD sedang melakukan penanganan kerusakan jalan kabupaten pada ruas Kamulyan-Watuagung, Kecamatan Tambak. Namun kami terkendala dengan kurangnya pasokan material aspal,” jelas Sultoni pada Jumat (12/6).

Ruas jalan Kamulyan-Watuagung itu sendiri memiliki peranan yang sangat penting.

Jalur ini tidak hanya menghubungkan pusat kecamatan tetapi juga menjadi akses utama antara Kabupaten Banyumas dan Banjarnegara.

Jalan tersebut mendukung berbagai aktivitas masyarakat sehari-hari, mulai dari kegiatan ekonomi hingga pendidikan.

Lebih dari itu, jalur ini juga menjadi akses menuju area perkebunan warga setempat.

Tingginya mobilitas masyarakat di sepanjang jalur ini membuat kondisi jalan yang rusak semakin mengganggu aktivitas pengguna jalan.

Tak hanya itu, ruas jalan Kamulyan-Watuagung juga menjadi jalur menuju tempat ibadah umat Buddha di Gerumbul Plandi.

Wihara yang terletak di wilayah tersebut sering kali dikunjungi oleh umat Buddha dari luar kota, sehingga akses jalan yang baik sangat dibutuhkan untuk kenyamanan mereka.

Sayangnya, keterbatasan material aspal membuat penanganan kerusakan jalan belum bisa dilakukan secara maksimal.

Sejumlah titik lubang yang berpotensi membahayakan pengguna jalan kini masih menunggu proses penambalan lanjutan.

“Masyarakat setempat berharap agar penambalan dilanjutkan dengan volume material aspal yang lebih besar. Paling tidak spot-spot lubang yang berpotensi membahayakan pengguna jalan bisa segera tertangani,” imbuh Sultoni.

Kerusakan yang terjadi di ruas jalan Kamulyan-Watuagung didominasi oleh lubang-lubang dengan ukuran dan kedalaman yang bervariasi.

UPTD PU Wilayah Sumpiuh saat ini memprioritaskan penanganan di titik-titik yang dianggap paling membahayakan bagi pengguna jalan.

Meskipun demikian, kepastian mengenai waktu kelanjutan perbaikan masih menunggu realisasi pengajuan tambahan material aspal dari dinas terkait.

Dalam upaya meningkatkan kualitas infrastruktur jalan kabupaten, penting untuk memahami bahwa kondisi buruk pada jalan dapat menyebabkan dampak negatif terhadap keselamatan dan kenyamanan masyarakat.

Selain mengganggu mobilitas ekonomi, kerusakan pada jalan juga dapat memperburuk kualitas hidup masyarakat yang bergantung padanya untuk akses ke pendidikan dan layanan kesehatan.

Pemerintah daerah perlu segera memberikan perhatian serius terhadap isu ini, terutama dalam hal penyediaan material aspal yang cukup untuk memperbaiki infrastruktur jalan.

Penanganan masalah infrastruktur seperti ini bukan hanya sekadar kewajiban pemerintah tetapi juga tanggung jawab moral untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan masyarakat.

Sultoni menekankan pentingnya kolaborasi antara UPTD PU dan dinas terkait dalam menyelesaikan masalah kekurangan pasokan material aspal.

“Kami berharap agar pengajuan kami bisa segera diproses sehingga perbaikan jalan dapat dilanjutkan secepat mungkin,” tuturnya.

Kondisi tersebut mencerminkan tantangan lebih luas dalam manajemen infrastruktur di Indonesia, di mana sering kali terdapat kesenjangan antara kebutuhan mendesak masyarakat dan ketersediaan sumber daya untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Masalah ini tentunya membutuhkan pendekatan strategis dari semua pihak terkait agar tidak ada lagi masyarakat yang merasa dirugikan akibat infrastruktur publik yang buruk.

Sebagai bagian dari upaya pemeliharaan dan perbaikan infrastruktur publik, UPTD PU Wilayah Sumpiuh terus melakukan evaluasi terhadap kondisi ruas-ruas jalan lainnya di wilayah tersebut.

Hal ini bertujuan untuk menentukan prioritas dalam penanganan kerusakan serta memastikan bahwa setiap titik rawan mendapat perhatian secepat mungkin.

Dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya infrastruktur berkualitas bagi perkembangan ekonomi dan sosial masyarakat, harapan akan perbaikan kondisi infrastruktur di Kabupaten Banyumas tetap ada. (fij/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Persak Incar Kemenangan Vs Persiharjo

Usai Taklukkan Persid Jember, Persak Kebumen Bidik Persiharjo untuk Segel Tiket 16 Besar

Berita Selanjutnya
Ratusan Jiwa Kesulitan Air Bersih

BPBD Cilacap Salurkan 5.000 Liter Air Bersih ke Desa Karangkemiri untuk Atasi Kekeringan