Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Kontroversi VAR Argentina vs Swiss, IFAB Sebut Wasit Salah Terapkan Aturan pada Breel Embolo
KONI Banjarnegara Optimistis Masuk 7 Besar Porprov Jateng 2026 Meski Anggaran Dipangkas

KONI Banjarnegara Optimistis Masuk 7 Besar Porprov Jateng 2026 Meski Anggaran Dipangkas

KONI Bidik Tujuh Besar Porprov JatengKONI Bidik Tujuh Besar Porprov Jateng
REMBUGAN: KONI Banjarnegara saat menggelar rapat terbatas terkait pemantapan dan evaluasi hasil monitoring atlet Porprov 2026

BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Banjarnegara tetap memasang target tinggi pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026.

Meski menghadapi keterbatasan anggaran akibat kebijakan refocusing dan minimnya fasilitas latihan di sejumlah cabang olahraga, Banjarnegara optimistis mampu menembus posisi tujuh besar pada pesta olahraga tingkat provinsi tersebut.

Porprov XVII Jawa Tengah dijadwalkan berlangsung di kawasan Semarang Raya pada 25–31 Oktober 2026.

Ajang ini menjadi kompetisi olahraga terbesar di Jawa Tengah yang mempertemukan atlet-atlet terbaik dari seluruh kabupaten dan kota untuk memperebutkan prestasi di berbagai cabang olahraga.

Ketua KONI Banjarnegara, Nurohman Ahong, mengakui bahwa proses persiapan menuju Porprov tahun ini tidak berjalan mudah.

Kebijakan refocusing anggaran membuat dana pembinaan atlet menjadi lebih terbatas dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Menurut Ahong, kondisi tersebut berdampak pada sejumlah program latihan yang sebelumnya dapat dilakukan di luar daerah dengan fasilitas yang lebih lengkap.

Kini, sebagian besar atlet harus memaksimalkan sarana latihan yang tersedia di Kabupaten Banjarnegara.

“Refocusing anggaran memang memberikan dampak terhadap program pembinaan. Kalau sebelumnya beberapa atlet bisa menjalani latihan di luar Banjarnegara dengan fasilitas yang lebih lengkap, sekarang mereka harus memaksimalkan sarana yang tersedia di daerah. Namun, kondisi itu tidak pernah mengurangi semangat mereka untuk terus berlatih dan menjadi yang terbaik,” ujarnya, Rabu (29/7/2026).

Sejumlah cabang olahraga masih menghadapi keterbatasan fasilitas latihan, di antaranya balap sepeda, atletik, sepatu roda, serta beberapa nomor olahraga lainnya.

Meski demikian, KONI bersama masing-masing pengurus cabang olahraga terus melakukan berbagai penyesuaian agar program pembinaan atlet tetap berjalan secara optimal.

Ahong menilai, keterbatasan fasilitas tidak menjadi alasan bagi atlet untuk mengurangi intensitas latihan.

Justru semangat juang para atlet menjadi kekuatan utama Banjarnegara dalam menghadapi persaingan dengan daerah lain yang memiliki dukungan anggaran dan infrastruktur olahraga lebih baik.

Ia menjelaskan bahwa komitmen seluruh elemen olahraga di Banjarnegara tetap terjaga.

Atlet menjalani latihan secara disiplin, pelatih terus memberikan pendampingan, sementara pengurus cabang olahraga dan KONI memastikan seluruh program pembinaan tetap berlangsung sesuai kemampuan yang dimiliki.

“Bentuk komitmen itu terlihat dari semua pihak. Atlet tetap berlatih dengan penuh semangat, pelatih terus mendampingi, pengurus cabang olahraga bekerja keras menjaga program pembinaan, dan KONI hadir memberikan pendampingan serta memastikan persiapan tetap berjalan semaksimal mungkin,” kata Ahong.

Menurutnya, semangat kebersamaan menjadi modal penting untuk mengejar target prestasi pada Porprov Jawa Tengah 2026.

Ia memberikan apresiasi kepada seluruh atlet yang tetap menunjukkan dedikasi tinggi meski harus berlatih dalam kondisi yang serba terbatas.

“Yang paling membanggakan adalah semangat juang mereka tidak pernah padam. Justru kondisi ini menjadi penyemangat bagi kami semua untuk terus bergerak. Kebersamaan inilah yang menjadi spirit kami dalam menyalakan semangat juara demi Banjarnegara,” ungkapnya.

Selain mengapresiasi perjuangan atlet dan pelatih, Ahong juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Banjarnegara yang dinilai tetap memberikan perhatian terhadap pembinaan olahraga meskipun kondisi fiskal daerah sedang menghadapi tekanan.

Ia menilai kolaborasi antara pemerintah daerah, KONI, pengurus cabang olahraga, pelatih, dan atlet menjadi faktor utama yang dapat membawa Banjarnegara meraih hasil maksimal pada Porprov mendatang.

“Kami memahami kondisi keuangan daerah saat ini. Namun dengan kebersamaan, kerja keras, dan semangat pantang menyerah, kami yakin target masuk tujuh besar masih sangat mungkin diwujudkan. Semangat juara itu terus kami nyalakan di setiap cabang olahraga,” tegasnya.

Target tujuh besar yang dipasang KONI Banjarnegara menunjukkan optimisme besar di tengah berbagai tantangan.

Dengan pembinaan yang terus berjalan, disiplin latihan para atlet, serta dukungan seluruh pihak, Banjarnegara berharap mampu mencatatkan prestasi membanggakan pada Porprov XVII Jawa Tengah 2026 dan membawa nama daerah bersaing dengan kabupaten maupun kota lain di tingkat provinsi. (jud/stch/dda)

Berita Sebelumnya
IFAB Akui Kesalahan Aturan

Kontroversi VAR Argentina vs Swiss, IFAB Sebut Wasit Salah Terapkan Aturan pada Breel Embolo