Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Kisah Nabila Eka Nurjanah: Anak Pedagang Warung yang Wakili Banjarnegara di FLS2N Jawa Tengah 2026

Sempat Tidak Terpilih Saat Seleksi KabupatenSempat Tidak Terpilih Saat Seleksi Kabupaten
MENUJU NASIONAL: Nabila Eka Nurjanah, siswi SMPN 1 Bawang, yang bakal mewakili Banjarnegara di ajang FLS2N tingkat Provinsi Jawa Tengah

BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Perjuangan Nabila Eka Nurjanah menjadi bukti bahwa kerja keras, ketekunan, dan dukungan keluarga mampu mengantarkan seseorang meraih prestasi.

Siswi kelas IX SMP Negeri 1 Bawang ini berhasil mewakili Kabupaten Banjarnegara pada ajang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS2N) tingkat Provinsi Jawa Tengah 2026 untuk cabang lomba mendongeng.

Di balik pencapaiannya, tersimpan kisah sederhana yang penuh inspirasi. Nabila merupakan putri dari Nuryati, seorang penjual warung di Desa Pucang, Kecamatan Bawang.

Setiap malam, rumah sederhana mereka berubah menjadi tempat latihan.

Nabila berulang kali membacakan dialog, melatih intonasi, ekspresi, hingga gerakan tubuh agar penampilannya semakin sempurna.

Sang ibu tak hanya menjadi pendengar. Nuryati juga ikut membantu menghafalkan naskah, mengoreksi pengucapan, sekaligus memberikan semangat kepada putrinya.

Rutinitas tersebut terus dilakukan menjelang pelaksanaan FLS2N tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Perjalanan Nabila menuju ajang bergengsi itu ternyata tidak berjalan mulus. Saat mengikuti seleksi tingkat Kabupaten Banjarnegara, ia sempat dinyatakan tidak lolos.

Kegagalan itu sempat membuatnya kembali menjalani aktivitas belajar seperti biasa tanpa berharap banyak.

Namun kesempatan kedua datang beberapa hari kemudian. Sekolah memperoleh tambahan kuota peserta sehingga Nabila kembali dipanggil untuk mengikuti seleksi lanjutan.

Kesempatan emas itu tidak disia-siakan. Berkat penampilan terbaiknya, ia berhasil meraih juara pertama dan resmi menjadi wakil Banjarnegara di FLS2N Jawa Tengah.

Ketertarikan Nabila terhadap dunia mendongeng bermula dari rasa penasaran melihat teman-temannya mengikuti seleksi lomba.

Meski baru pertama kali mengikuti kompetisi mendongeng, kecintaannya terhadap dunia literasi sudah tumbuh sejak kecil.

Sejak berusia sekitar empat tahun, ibunya rutin membelikan berbagai buku cerita anak seperti kisah Si Kancil dan dongeng nusantara lainnya.

Kebiasaan membaca tersebut perlahan membentuk imajinasi serta kemampuan bercerita yang kini menjadi modal utamanya dalam mengikuti perlombaan.

Selain gemar membaca, Nabila juga mulai menulis puisi dan cerpen. Sebelum aktif di dunia mendongeng, ia lebih banyak mengikuti kegiatan atletik dan tari di sekolah.

Pengalaman tersebut turut membentuk rasa percaya diri saat tampil di depan penonton.

Menjelang kompetisi tingkat provinsi, Nabila menjalani latihan intensif bersama pelatih Puji Prianto di Karangtengah.

Latihan berlangsung hampir setiap hari, mulai pagi hingga sore, bahkan terkadang berlanjut sampai malam hari.

Dongeng berjudul Kitab Pusaka Pancabrata menjadi materi yang akan dibawakannya.

Menurut Nabila, tantangan terbesar bukan sekadar menghafalkan cerita, melainkan menghadirkan karakter melalui ekspresi wajah, intonasi suara, dan penghayatan sehingga cerita terasa hidup.

Dukungan keluarga menjadi kekuatan terbesar bagi Nabila. Sang ibu selalu mengantar dan menjemput latihan meski harus membagi waktu antara menjaga warung, mengurus keluarga, dan mendampingi putrinya berlatih.

Setelah pulang latihan pun, mereka masih kembali mengulang naskah bersama di rumah.

Tak hanya keluarga, guru, pelatih, teman-teman sekolah, hingga warga sekitar juga memberikan dukungan penuh.

Bersama pelatihnya, Nabila bahkan mempelajari penampilan juara FLS2N tahun sebelumnya sebagai bahan evaluasi agar penampilannya semakin maksimal.

Nabila optimistis mampu memberikan penampilan terbaik pada FLS2N Jawa Tengah.

Ia berharap dapat meraih gelar juara provinsi sehingga memperoleh kesempatan mewakili Jawa Tengah pada FLS2N tingkat nasional yang akan digelar di Jakarta.

Di balik prestasinya, Nabila juga memiliki cita-cita menjadi seorang psikolog.

Ia ingin melanjutkan pendidikan ke SMA melalui jalur prestasi sekaligus terus mengembangkan bakatnya di bidang mendongeng.

Baginya, kemenangan bukanlah tujuan akhir. Ia ingin terus belajar, memperbaiki kemampuan, dan mengembangkan passion di dunia seni bertutur.

Semangat pantang menyerah itulah yang membuat kisah Nabila menjadi inspirasi bagi banyak pelajar bahwa keterbatasan ekonomi bukan penghalang untuk meraih prestasi di tingkat yang lebih tinggi.

Kepala SMP Negeri 1 Bawang, Joko Catur, mengungkapkan pihak sekolah memberikan dukungan penuh selama proses persiapan, mulai dari menghadirkan pelatih profesional, menyediakan kebutuhan latihan, hingga memfasilitasi berbagai perlengkapan yang diperlukan.

Sekolah optimistis Nabila mampu memberikan penampilan terbaik di FLS2N Jawa Tengah dan berharap perjuangannya dapat mengharumkan nama Banjarnegara hingga tingkat nasional. (far/stch/dda)

Berita Sebelumnya
DPPP Pasang Perangkap Tikus Ramah Lingkungan

DPPP Purbalingga Pasang Trap Barrier System, Solusi Ramah Lingkungan Atasi Hama Tikus Sawah

Berita Selanjutnya
Uji Coba Penyaluran Bansos Lewat KDMP

Kemensos Uji Coba Penyaluran Bansos PKH dan BPNT Lewat Kopdes Merah Putih