BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Batu Nusakambangan, sebuah inisiatif inovatif dilaksanakan dengan melatih warga binaan dalam pengolahan air laut menjadi air yang layak untuk dikonsumsi.
Program ini merupakan bagian dari upaya pembinaan keterampilan bagi para penghuni Lapas di Nusakambangan, yang dikenal dengan serangkaian program rehabilitasi yang bertujuan untuk memberikan bekal keterampilan kepada mereka sebelum kembali ke masyarakat.
Kegiatan pelatihan ini berlangsung di area Sentolo dan melibatkan petugas Lapas Batu serta sejumlah warga binaan.
Peserta pelatihan terdiri dari berbagai bidang, termasuk perawatan, kegiatan kerja, petugas PPNPN, serta lima warga binaan dari Lapas Nirbaya.
Kepala Lapas Kelas I Batu Nusakambangan, Irfan, menegaskan bahwa tujuan utama dari pelatihan ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan yang relevan kepada warga binaan tentang cara mengolah air laut agar dapat menjadi air yang layak dikonsumsi.
“Kegiatan ini merupakan langkah positif untuk membangun kemandirian warga binaan melalui teknologi yang bermanfaat,” ujar Irfan pada hari Minggu (17/5).
Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para peserta tidak hanya mendapatkan ilmu pengetahuan baru tetapi juga keterampilan praktis yang dapat diterapkan setelah mereka menyelesaikan masa hukuman mereka.
Materi pelatihan mencakup berbagai aspek penting dalam proses penyulingan air laut. Peserta diajarkan mulai dari tahapan pengolahan awal hingga penggunaan mesin penyulingan modern.
Mereka juga diperkenalkan pada standar kualitas air hasil olahan yang aman untuk dikonsumsi.
“Program pengolahan air laut itu merupakan kerja sama dengan Universitas Diponegoro dalam pengembangan teknologi mesin penyulingan air,” tambah Irfan.
Kerja sama dengan Universitas Diponegoro menunjukkan komitmen lembaga pemasyarakatan dalam meningkatkan kualitas pembinaan bagi warga binaan.
Pelatihan semacam ini tidak hanya bermanfaat bagi individu yang terlibat tetapi juga memiliki dampak positif terhadap masyarakat luas dengan menyediakan sumber daya manusia yang terampil dan siap menghadapi tantangan setelah menjalani masa pidana.
Irfan berharap bahwa melalui pelatihan ini, para warga binaan akan memperoleh keterampilan yang tidak hanya berguna selama mereka di penjara tetapi juga bermanfaat ketika mereka kembali ke kehidupan normal.
Harapannya, keterampilan tersebut dapat membantu mereka beradaptasi kembali dalam masyarakat dan mengurangi stigma negatif terhadap mantan narapidana.
Pelatihan ini juga sejalan dengan visi pemerintah untuk memfasilitasi rehabilitasi sosial bagi mantan narapidana.
Dengan demikian, program-program seperti ini menjadi sangat penting dalam menciptakan peluang bagi mereka untuk berkontribusi secara positif dalam masyarakat setelah keluar dari lembaga pemasyarakatan. (jul/stch/dda)
















