Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Lebaran Tanpa Ibu, Ria Ricis Tetap Siapkan Momen Spesial untuk Moana

Lebaran Tidak Bareng IbuLebaran Tidak Bareng Ibu
Ria Ricis

BANYUMASEKSPRES.ID, Ria Yunita, yang lebih dikenal sebagai Ria Ricis, siap menyambut Idul Fitri tahun ini dalam suasana yang berbeda, yaitu tanpa kehadiran sang ibunda.

Meskipun demikian, Ria berusaha untuk tetap tegar dan optimis dalam menghadapai hari kemenangan tersebut.

Dalam momen-momen seperti ini, Ria merasa bahwa kesibukannya selama bulan Ramadan sangat membantunya untuk tidak merasakan kesepian meskipun harus jauh dari orang tua tercinta.

Saat ini, ibunda Ria Ricis masih berada di luar negeri dan tidak dapat pulang ke Indonesia untuk merayakan Lebaran bersama keluarga.

“Terakhir juga Ibu sudah ngabarin, katanya lebaran belum bisa pulang. Tapi itu juga nggak masalah, karena yang penting di mana pun keluarga aku lebaran, yang penting sehat, panjang umur, dan berkah,” ungkap Ria Ricis dengan nada optimis.

Dalam pandangannya, keberadaan fisik orang terkasih bukanlah satu-satunya pengukur kebahagiaan.

Selama bulan puasa, Ria menyatakan bahwa ia tetap bersyukur atas berbagai aktivitas padat yang mengisi harinya sejak hari pertama puasa.

“Nggak sih (merasa hampa), karena alhamdulillah aktivitasnya dari hari pertama puasa sampai sekarang alhamdulillah ada aja, jadi nggak kerasa hampa juga. Jadi nggak apa-apa juga toh juga lebaran nggak sama keluarga itu juga nggak masalah,” jelasnya.

Hal ini menunjukkan bahwa Ria memiliki cara tersendiri untuk mengatasi kerinduan akan keluarga dengan tetap fokus pada pekerjaan dan tanggung jawabnya sebagai seorang YouTuber yang sukses.

Persiapan Lebaran bagi Ria Ricis tampaknya berjalan lancar meskipun dalam keadaan yang tidak biasa. Ia telah menyiapkan seragam khusus untuk dirinya dan putrinya, Moana.

Menariknya, Ria bahkan telah merancang jadwal pemakaian baju dari pagi hingga malam hari agar semua rencananya dapat terwujud dengan baik.

Ini adalah bentuk komitmen dan kreativitasnya dalam merayakan momen spesial meskipun tanpa kehadiran sang ibunda.

Selain itu, Ria juga tetap menjalankan tradisi tahunan keluarganya yakni berziarah ke makam ayah tercintanya.

Bagi Ria, tradisi ini menjadi momen penting untuk melepas rindu kepada sosok ayah yang telah tiada.

Melalui ziarah ini, ia merasa terhubung dengan kenangan indah bersama sang ayah dan sekaligus mengenang jasa-jasanya selama hidup.

Kegiatan berziarah ini bukan hanya sekadar ritual semata bagi Ria, melainkan merupakan upaya untuk menjaga hubungan emosional dengan orang-orang terkasih yang telah pergi.

Di tengah kesibukan dan kesedihan karena ditinggal jauh oleh ibu serta kehilangan sosok ayah, ritual ini menjadi penguat bagi dirinya untuk tetap melanjutkan hidup dengan penuh rasa syukur.

Momentum Idul Fitri adalah waktu yang tepat bagi banyak orang untuk berkumpul bersama keluarga dan merayakan kebersamaan setelah sebulan berpuasa.

Namun bagi Ria Ricis tahun ini adalah pelajaran tentang arti keteguhan hati dan kebangkitan spiritual meski dalam kondisi yang tidak ideal.

Ia memahami bahwa kebahagiaan sejati tidak selalu bergantung pada kehadiran fisik orang-orang terkasih tetapi lebih kepada bagaimana kita bersyukur atas apa yang kita miliki saat ini.

Dengan segala persiapan yang telah dilakukan dan kegiatan yang terus berjalan selama bulan Ramadan, Ria berharap dapat merayakan Idul Fitri dengan penuh suka cita meskipun ada sedikit rasa hampa akibat jauh dari ibu. (*/dda)

Berita Sebelumnya
Jalur Alternatif Masih Rusak

Arus Pemudik Sudah Mulai Masuk Kebumen, Namun Jalur Alternatif Masih Banyak yang Berlubang

Berita Selanjutnya
40 Pendakwah Terima Zakat

Dukung Dakwah Ulama, Kemenag Kebumen Bagikan Zakat untuk 40 Pendakwah