Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
16,43 Persen Warga Purbalingga Masuk Desil 1, Pemkab Luncurkan SIPINTER untuk Percepat Penanggulangan Kemiskinan
Piala Dunia 2026 Penuh Polemik, Presiden La Liga Minta Gianni Infantino Tinggalkan FIFA

Piala Dunia 2026 Penuh Polemik, Presiden La Liga Minta Gianni Infantino Tinggalkan FIFA

Presiden La Liga Desak Infantino MundurPresiden La Liga Desak Infantino Mundur
Presiden FIFA, Gianni Infantino

BANYUMASEKSPRES.ID, Presiden La Liga, Javier Tebas, melontarkan kritik tajam terhadap Presiden FIFA Gianni Infantino setelah berakhirnya Piala Dunia 2026.

Menurut Tebas, berbagai kontroversi yang terjadi sepanjang turnamen menjadi bukti bahwa FIFA membutuhkan perubahan kepemimpinan demi mengembalikan kredibilitas sepak bola dunia.

Pernyataan tersebut disampaikan Tebas dalam wawancara dengan media Italia La Gazzetta dello Sport.

Dalam kesempatan itu, ia secara terbuka menyatakan bahwa masa kepemimpinan Gianni Infantino di FIFA sudah seharusnya berakhir.

“Menurut pendapat saya, ya, saya pikir waktunya sudah habis,” ujar Tebas seperti dikutip dari BBC Sport.

Komentar tersebut menjadi salah satu kritik paling keras yang diarahkan kepada Infantino sejak Piala Dunia 2026 selesai digelar.

Tebas menilai berbagai kebijakan FIFA selama turnamen justru memunculkan polemik dan mengurangi kualitas penyelenggaraan kompetisi sepak bola paling bergengsi di dunia itu.

Dalam keterangannya, Javier Tebas tidak hanya mengkritik sosok Gianni Infantino, tetapi juga sejumlah keputusan FIFA yang dinilai kontroversial.

Beberapa kebijakan yang menjadi sorotan di antaranya adalah penerapan jeda hidrasi dalam pertandingan, durasi turun minum yang diperpanjang pada laga final, hingga keputusan terkait penundaan hukuman terhadap penyerang Timnas Amerika Serikat, Folarin Balogun.

Selain itu, Tebas juga mengkritik rencana FIFA yang ingin memperluas jumlah peserta Piala Dunia menjadi 64 tim.

Menurutnya, kebijakan tersebut berpotensi mengurangi kualitas kompetisi sekaligus menambah beban kalender sepak bola internasional yang sudah sangat padat.

Ia menilai berbagai keputusan tersebut menunjukkan adanya persoalan dalam tata kelola organisasi sepak bola dunia.

Meski secara terbuka meminta Gianni Infantino mundur, Tebas mengaku pesimistis perubahan akan terjadi dalam waktu dekat.

Menurut Presiden La Liga tersebut, sistem pemilihan Presiden FIFA saat ini membuat peluang munculnya kandidat penantang menjadi sangat kecil.

“Tidak ada kandidat oposisi, tidak ada yang mau maju hanya untuk kalah. Dia seharusnya tidak bertahan, tetapi keadaan saat ini berarti dia tidak akan pergi,” katanya.

Pernyataan tersebut menggambarkan kekhawatiran Tebas bahwa struktur politik di FIFA membuat pergantian kepemimpinan menjadi sulit diwujudkan meskipun banyak pihak memiliki pandangan berbeda terhadap kebijakan organisasi tersebut.

Selama berada di Amerika Serikat untuk menyaksikan Spanyol menjadi juara Piala Dunia 2026, Tebas mengaku mendengar banyak kritik terhadap kepemimpinan Gianni Infantino.

Namun, menurutnya, sebagian besar tokoh sepak bola hanya menyampaikan keluhan secara pribadi tanpa berani menyuarakannya di depan publik.

Ia menilai sikap diam tersebut justru memperburuk kondisi sepak bola internasional.

“Beberapa hari terakhir di Amerika, saya mendengar banyak orang yang menentang Infantino, yang tidak setuju dengan apa yang dia lakukan,” ujar Tebas.

“Mereka mengatakannya, tetapi kemudian mereka tidak melakukan apa pun. Saya tidak tahu mana yang lebih buruk, diam atau keterlibatan, karena mereka yang tetap diam sangat menyadari kerusakan yang diderita sepak bola,” tegasnya.

Salah satu polemik yang kembali disinggung Tebas adalah kasus Folarin Balogun.

Penyerang Amerika Serikat tersebut tetap dapat tampil pada babak 16 besar menghadapi Belgia meski sebelumnya terancam menerima hukuman skorsing.

Menurut Tebas, keputusan tersebut menjadi semakin kontroversial setelah muncul laporan mengenai adanya intervensi dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dalam proses tersebut.

Bagi Tebas, kasus itu semakin memperkuat alasan perlunya perubahan di tubuh FIFA agar proses pengambilan keputusan berlangsung lebih independen, transparan, dan menjaga integritas kompetisi.

Kritik Javier Tebas terhadap Gianni Infantino pun diperkirakan akan kembali memicu perdebatan di dunia sepak bola.

Hingga saat ini, FIFA belum memberikan tanggapan resmi terkait pernyataan Presiden La Liga tersebut maupun berbagai kritik yang muncul setelah penyelenggaraan Piala Dunia 2026. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
176.439 Warga Masuk Desil

16,43 Persen Warga Purbalingga Masuk Desil 1, Pemkab Luncurkan SIPINTER untuk Percepat Penanggulangan Kemiskinan