BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – Pembinaan atlet difabel di Kabupaten Banyumas kembali menunjukkan hasil yang membanggakan.
Dua atlet binaan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Banyumas resmi terpilih mengikuti Program Pembinaan Jangka Panjang Atlet Potensial (PJPAP) yang diselenggarakan NPCI Jawa Tengah di Solo.
Program pemusatan latihan tersebut telah dimulai sejak 1 Juli 2026 dan menjadi langkah strategis dalam mencetak atlet berprestasi yang mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.
Dua atlet yang mendapatkan kesempatan bergabung dalam program bergengsi tersebut adalah Najib Abdul Rohman dari cabang olahraga para atletik dan Naufal Al Farizi dari cabang olahraga para bulutangkis.
Pemanggilan keduanya menjadi bukti bahwa proses pembinaan atlet difabel di Banyumas berjalan secara konsisten dan mampu menghasilkan atlet-atlet potensial.
Ketua NPCI Banyumas, Drs. Suwondo, mengaku bersyukur atas kepercayaan yang diberikan NPCI Jawa Tengah kepada atlet binaannya.
Menurutnya, kesempatan mengikuti pemusatan latihan jangka panjang merupakan momentum penting untuk meningkatkan kualitas teknik, fisik, serta mental bertanding para atlet.
“Alhamdulillah, dua atlet Banyumas mendapat panggilan mengikuti pemusatan latihan jangka panjang di Solo. Semoga mereka mampu memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin sehingga dapat terus mengharumkan nama Banyumas di berbagai ajang olahraga,” ujarnya.
Program PJPAP sendiri merupakan salah satu upaya NPCI Jawa Tengah dalam mempersiapkan atlet-atlet potensial menghadapi berbagai kejuaraan, termasuk kompetisi tingkat nasional maupun internasional.
Melalui program ini, para atlet akan mendapatkan pembinaan secara intensif dengan pendampingan pelatih profesional, peningkatan kondisi fisik, teknik bertanding, hingga evaluasi performa secara berkala.
Keberhasilan Najib dan Naufal masuk dalam program tersebut tidak terlepas dari sederet prestasi yang telah mereka raih sebelumnya.
Pada ajang Peparpenas 2025, Najib Abdul Rohman sukses mempersembahkan dua medali emas dari nomor lari 100 meter dan 200 meter.
Sementara itu, Naufal Al Farizi berhasil membawa pulang medali perak dari cabang olahraga para bulutangkis.
Prestasi tersebut menjadi modal kuat yang membuat keduanya dinilai layak mengikuti pembinaan jangka panjang sebagai calon atlet masa depan Jawa Tengah.
Selain fokus mencetak atlet berprestasi, NPCI Banyumas juga terus memperkuat pembinaan melalui berbagai program kolaboratif dengan sejumlah instansi.
Salah satu program yang sedang dikembangkan adalah Jaksa Garda Inklusi (JAGAIN) bersama Kejaksaan Negeri Purwokerto.
Program tersebut diharapkan mampu memberikan pendampingan kepada penyandang disabilitas, termasuk atlet NPCI Banyumas, agar semakin mandiri, memperoleh perlindungan hukum, sekaligus memiliki kesempatan yang sama dalam mengembangkan potensi diri.
Menurut Suwondo, sinergi berbagai pihak menjadi faktor penting dalam membangun ekosistem olahraga difabel yang semakin maju.
Tidak hanya pembinaan teknis, tetapi juga dukungan sosial, pendidikan, hingga pemberdayaan atlet setelah berkarier di dunia olahraga.
“Kami berharap program ini bisa membantu anak-anak difabel, khususnya atlet NPCI, agar semakin setara, mandiri, dan berprestasi. Kami juga berharap seluruh NPCI kabupaten dan kota dapat terus berkoordinasi untuk menyukseskan program tersebut,” jelasnya.
Keikutsertaan Najib Abdul Rohman dan Naufal Al Farizi dalam pemusatan latihan NPCI Jawa Tengah sekaligus menjadi motivasi bagi atlet-atlet muda difabel lainnya di Banyumas.
Dengan pembinaan yang berkelanjutan, peluang untuk menembus level nasional bahkan internasional semakin terbuka lebar. (zet/stch/dda)














