Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Davina Karamoy Perankan Karakter Introvert di Film "Andai Waktu Bisa Diulang Kembali"
Konservasi Nagaraja Cilacap Selamatkan 23 Sarang Penyu, 200 Tukik Segera Dilepasliarkan

Konservasi Nagaraja Cilacap Selamatkan 23 Sarang Penyu, 200 Tukik Segera Dilepasliarkan

23 Sarang Penyu Berhasil Diselamatkan23 Sarang Penyu Berhasil Diselamatkan
LEPAS TUKIK : Pelepasan tukik yang telah menetas di area Pantai Sodong Adipala

BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Upaya pelestarian penyu di pesisir selatan Kabupaten Cilacap kembali menunjukkan hasil positif.

Kelompok Konservasi Penyu Nagaraja Cilacap berhasil menyelamatkan 23 sarang penyu selama musim bertelur 2026.

Seluruh telur yang berhasil diamankan dipindahkan ke lokasi penetasan semi-alami guna meningkatkan peluang keberhasilan menetas sekaligus melindunginya dari ancaman predator dan perburuan liar.

Keberhasilan ini menjadi bagian penting dalam mendukung konservasi satwa laut yang dilindungi sekaligus menjaga kelestarian populasi penyu di kawasan pantai selatan Jawa.

Ketua Kelompok Konservasi Penyu Nagaraja Cilacap, Jumawan, menjelaskan bahwa hingga akhir Juni 2026 pihaknya telah menemukan 25 lokasi pendaratan penyu di sepanjang pesisir selatan Kabupaten Cilacap.

Namun, tidak seluruh lokasi tersebut dapat diamankan. Satu sarang diketahui telah menetas secara alami sebelum petugas tiba di lokasi, sementara satu sarang lainnya mengalami kerusakan sehingga tidak dapat diselamatkan.

Dengan demikian, sebanyak 23 sarang penyu berhasil diamankan dan dipindahkan ke lokasi penetasan yang lebih aman.

Menurut Jumawan, sebagian besar penyu yang mendarat di wilayah Cilacap merupakan penyu lekang, salah satu spesies penyu laut yang dilindungi.

Musim bertelur penyu di kawasan pesisir selatan Cilacap umumnya berlangsung mulai April hingga Agustus setiap tahunnya.

Selama periode tersebut, tim konservasi rutin melakukan patroli malam di sepanjang pantai untuk mencari jejak penyu yang naik ke daratan serta mengidentifikasi lokasi sarang yang baru dibuat.

Patroli dilakukan hampir setiap malam karena penyu biasanya naik ke pantai pada malam hari untuk bertelur sebelum kembali ke laut.

Setelah ditemukan, telur-telur penyu tidak dibiarkan tetap berada di lokasi asal.

Seluruh telur dipindahkan secara hati-hati menuju area penetasan semi-alami yang berada di Desa Karangbenda, Kecamatan Adipala.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko telur dimangsa predator alami, rusak akibat aktivitas manusia, maupun menjadi sasaran perburuan ilegal.

Metode penetasan semi-alami juga memberikan tingkat keberhasilan menetas yang lebih tinggi karena kondisi lingkungan dapat dipantau dan dijaga oleh para relawan konservasi.

Dari sarang yang lebih dahulu diamankan, hasil konservasi mulai terlihat.

Sekitar 200 tukik atau anak penyu berhasil menetas dengan baik dan dijadwalkan akan dilepasliarkan ke habitat alaminya pada akhir pekan ini.

Pelepasan tukik menjadi tahapan penting dalam siklus konservasi karena memberi kesempatan bagi anak penyu untuk kembali ke laut dan melanjutkan siklus kehidupannya.

Sementara itu, telur-telur yang masih berada di lokasi penetasan diperkirakan akan menetas secara bertahap dalam beberapa minggu ke depan.

Tim konservasi akan terus melakukan pemantauan hingga seluruh proses penetasan selesai.

Keberhasilan menyelamatkan puluhan sarang penyu tidak lepas dari patroli rutin yang dilakukan Kelompok Konservasi Penyu Nagaraja.

Dengan menyusuri kawasan pantai setiap malam selama musim bertelur, relawan dapat segera menemukan sarang baru sebelum mengalami kerusakan ataupun diambil oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Selain menjaga telur, patroli juga berfungsi mendata jumlah penyu yang mendarat sebagai bagian dari pemantauan populasi satwa laut yang dilindungi.

Penyu merupakan satwa laut yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut, mulai dari menjaga kesehatan padang lamun hingga rantai makanan di perairan.

Namun, populasi penyu masih menghadapi berbagai ancaman, seperti perburuan telur, kerusakan habitat, pencemaran laut, hingga perubahan iklim.

Karena itu, upaya konservasi seperti penyelamatan sarang, penetasan semi-alami, dan pelepasan tukik menjadi langkah penting untuk meningkatkan peluang hidup generasi penyu berikutnya.

Kelompok Konservasi Penyu Nagaraja berharap semakin banyak masyarakat yang ikut berperan dalam menjaga kelestarian penyu dengan tidak mengambil telur penyu, menjaga kebersihan pantai, serta melaporkan apabila menemukan penyu yang sedang bertelur.

Melalui kolaborasi antara relawan, pemerintah, dan masyarakat, upaya konservasi di pesisir selatan Cilacap diharapkan mampu meningkatkan populasi penyu secara berkelanjutan.

Dengan keberhasilan menyelamatkan 23 sarang penyu dan menetasnya sekitar 200 tukik, Kabupaten Cilacap kembali menunjukkan komitmennya dalam melindungi satwa laut yang dilindungi sekaligus menjaga kelestarian ekosistem pesisir bagi generasi mendatang. (jul/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Perankan Karakter Introvert

Davina Karamoy Perankan Karakter Introvert di Film "Andai Waktu Bisa Diulang Kembali"