BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Ajang balap motor trail bertaraf internasional Hiu Selatan Hard Enduro (HSHE) Ke-8 resmi dimulai di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, pada Kamis (2/7/2026).
Sebelum kompetisi utama digelar, panitia bersama Pemerintah Kabupaten Cilacap mengawali rangkaian kegiatan dengan aksi penanaman pohon alpukat di kawasan Bumi Perkemahan Jambusari, Kecamatan Jeruklegi.
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi simbol kepedulian terhadap kelestarian lingkungan, tetapi juga menunjukkan komitmen penyelenggara dalam menghadirkan ajang olahraga yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Selain menyuguhkan persaingan para rider terbaik dunia, HSHE 2026 juga diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan dan menggerakkan roda perekonomian lokal.
Aksi penanaman pohon diikuti oleh panitia penyelenggara, jajaran Pemerintah Kabupaten Cilacap, Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Jeruklegi, Pemerintah Desa Jambusari, hingga para pembalap internasional yang akan bertanding pada Hiu Selatan Hard Enduro Ke-8.
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Cilacap, Budi Narimo, mengatakan kegiatan penghijauan tersebut menjadi bagian dari komitmen panitia untuk menjaga keseimbangan antara olahraga ekstrem dan pelestarian alam.
“Selain menjadi ajang bagi para rider, kegiatan ini juga menjadi momentum pariwisata. Kami berharap banyak pengunjung datang ke Cilacap sehingga bisa memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, penyelenggaraan event bertaraf internasional seperti HSHE memiliki efek berantai bagi sektor pariwisata dan ekonomi.
Kehadiran pembalap, tim pendukung, wisatawan, hingga pecinta olahraga otomotif dari berbagai daerah diperkirakan akan meningkatkan okupansi hotel, kunjungan ke destinasi wisata, serta pendapatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Ajang Hiu Selatan Hard Enduro 2026 juga kembali menghadirkan sejumlah rider kelas dunia yang telah memiliki reputasi di berbagai kompetisi hard enduro internasional.
Beberapa nama besar yang ikut ambil bagian antara lain Trystan Hart asal Kanada, Mario Roman dari Spanyol, serta Manuel Lettenbichler asal Jerman.
Ketiga pembalap tersebut turut ambil bagian dalam kegiatan penanaman pohon bersama peserta lainnya sebelum memasuki agenda balapan.
Mario Roman mengaku senang bisa kembali tampil di Cilacap. Pembalap asal Spanyol yang pernah menjuarai HSHE dua tahun lalu itu menyatakan siap bersaing memperebutkan gelar juara pada edisi tahun ini.
Ia menilai lintasan di Cilacap memiliki karakter yang menantang sekaligus menawarkan pengalaman berbeda dibandingkan kompetisi hard enduro di negara lain.
Sementara itu, kehadiran Trystan Hart dan Manuel Lettenbichler dipastikan akan membuat persaingan semakin ketat.
Kedua rider tersebut dikenal sebagai pembalap elite yang kerap meraih prestasi pada berbagai ajang hard enduro dunia.
Panitia telah menyusun rangkaian kegiatan selama tiga hari. Event diawali dengan berbagai aktivitas pembuka pada Jumat (3/7/2026), kemudian dilanjutkan balapan utama pada Sabtu dan Minggu yang akan mempertemukan rider nasional maupun internasional dalam lintasan ekstrem khas Hiu Selatan Hard Enduro.
Dengan medan yang menantang serta diikuti para pembalap terbaik dunia, HSHE Ke-8 diprediksi kembali menjadi salah satu agenda olahraga otomotif terbesar di Indonesia.
Pemerintah Kabupaten Cilacap berharap penyelenggaraan Hiu Selatan Hard Enduro tidak hanya memperkuat citra daerah sebagai destinasi sport tourism, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat melalui meningkatnya kunjungan wisatawan, berkembangnya sektor usaha lokal, serta promosi potensi wisata Kabupaten Cilacap di tingkat nasional maupun internasional. (jul/stch/dda)
















