BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Masyarakat Kabupaten Purbalingga menunjukkan minat yang sangat tinggi terhadap deteksi dini kanker serviks melalui tes HPV DNA.
Sayangnya, hal ini terkendala oleh masalah pasokan logistik dari pemerintah pusat.
Layanan pemeriksaan laboratorium yang ditargetkan untuk menjangkau 9.000 perempuan berusia hingga 69 tahun kini terhenti karena belum adanya pengiriman alat dan bahan medis habis pakai (BMHP) dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Nida Adyaningrum, seorang programmer IVA di Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DinkesPPKB) Kabupaten Purbalingga, menyatakan bahwa antusiasme masyarakat terhadap layanan pemeriksaan HPV DNA sangat tinggi.
Salah satu contoh konkret dapat dilihat di Puskesmas Kalimanah, di mana kuota peserta untuk pemeriksaan selalu cepat terpenuhi.
Namun, pelaksanaan pemeriksaan saat ini sangat bergantung pada ketersediaan BMHP yang harus dikirimkan oleh pemerintah pusat.
“Terkendala terbatasnya BMHP untuk pemeriksaan DNA HPV berupa reagen PCR, cytobrush, dan Viral Transport Medium (VTM) dari Kemenkes. Tahun ini belum ada dropping lagi,” ungkap Nida pada hari Senin (18/5/2026).
Dalam situasi seperti ini, DinkesPPKB Purbalingga berusaha menjaga agar layanan tetap berjalan dengan memanfaatkan sisa stok BMHP yang tersedia dari tahun 2025.
Pada tahun lalu, capaian pemeriksaan HPV DNA di Purbalingga bahkan berhasil melampaui target yang telah ditetapkan. Dari target 4.504 sasaran, realisasi pemeriksaan mencapai 4.509 tes.
Keberhasilan tersebut didukung oleh ketersediaan 7.100 keping BMHP yang saat itu masih bisa dianggarkan melalui dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK).
Namun, pada tahun ini, mekanisme pengadaan berubah total karena seluruh BMHP disediakan langsung oleh Kementerian Kesehatan.
“Tahun ini BMHP semua dropping dari Kemenkes, jadi daerah tidak bisa beli sendiri dengan dana BOK,” tegas Nida dengan nada serius.
Saat ini, DinkesPPKB Purbalingga masih menunggu proses verifikasi dan distribusi logistik dari pemerintah pusat agar layanan deteksi dini kanker serviks tersebut dapat kembali berjalan normal.
“Saat ini masih proses verifikasi, belum tahu kapan akan di-dropping,” tutup Nida.
Kanker serviks merupakan salah satu jenis kanker yang paling umum menyerang perempuan dan menjadi penyebab kematian akibat kanker kedua setelah kanker payudara.
Deteksi dini melalui tes HPV DNA menjadi langkah penting dalam menurunkan angka kejadian kanker serviks.
Tes ini dapat mendeteksi adanya infeksi HPV tipe tinggi yang berisiko menyebabkan perkembangan kanker serviks.
Di tengah kesulitan pasokan BMHP ini, penting bagi masyarakat untuk tetap menyadari pentingnya deteksi dini kanker serviks dan tetap proaktif dalam mencari informasi mengenai kapan layanan dapat kembali beroperasi secara normal.
Kesadaran akan kesehatan reproduksi dan pencegahan penyakit adalah kunci untuk meningkatkan kualitas hidup perempuan di Kabupaten Purbalingga dan daerah lainnya.
Masyarakat Purbalingga juga perlu didorong untuk terus mendukung program-program kesehatan daerah terutama dalam upaya pencegahan penyakit-penyakit mematikan seperti kanker serviks ini.
Dengan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam program-program kesehatan, diharapkan angka kejadian kanker serviks dapat ditekan secara signifikan. (alw/stch/dda)
















