Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Pelajar 13 Tahun di Cilacap Tewas Tenggelam di Sungai Cijalu, Sempat Ditolong Teman

Niat Berenang, Pelajar Meninggal TenggelamNiat Berenang, Pelajar Meninggal Tenggelam
TKP : Sungai Selis Cijalu Desa Jenang, lokasi korban berenang dan ditemukan meninggal tenggelam

BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Sebuah tragedi yang memilukan terjadi di Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, ketika seorang pelajar berusia 13 tahun ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di Sungai Selis Cijalu, Desa Jenang, pada Rabu sore, 20 Mei.

Korban yang diketahui bernama Chaerul Fahri Syaputra merupakan warga Desa Padangjaya, Kecamatan Majenang.

Peristiwa tragis ini mengingatkan kita akan bahaya yang mengintai saat beraktivitas di area perairan.

Berdasarkan keterangan resmi dari Kasihumas Polresta Cilacap, Ipda Galih Soecahyo, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 15.40 WIB.

Sebelum insiden itu berlangsung, Chaerul bersama dua rekannya memutuskan untuk pergi ke Sungai Cijalu dengan menggunakan sepeda motor guna berenang dan mandi.

Menurut penuturan Ipda Galih Soecahyo, saat mereka berada di sungai, Chaerul diduga tenggelam dan hilang dari permukaan air yang tenang.

Salah satu teman Chaerul berusaha sekuat tenaga untuk menyelamatkannya dengan cara menyelam ke dasar sungai.

Namun sayangnya, upaya tersebut tidak membuahkan hasil dalam waktu singkat.

Beberapa menit kemudian, korban akhirnya ditemukan dan dibawa ke tepi sungai oleh teman-temannya dan warga setempat yang ikut membantu.

“Saksi sempat melakukan pertolongan pertama dengan cara memompa dada korban. Namun sayangnya, korban tidak menunjukkan tanda-tanda sadar,” ungkap Ipda Galih.

Melihat kondisi tersebut, warga yang mengetahui kejadian ini segera memberikan bantuan dalam proses evakuasi dan melaporkan insiden itu kepada perangkat desa serta pihak kepolisian setempat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Tim dari Polsek Majenang bersama tim medis, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta unsur terkait lainnya segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pemeriksaan dan meminta keterangan dari para saksi.

Hasil pemeriksaan awal dari tim medis RSUD Majenang menunjukkan bahwa tidak terdapat tanda-tanda kekerasan pada tubuh Chaerul.

Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan tersebut, jasad korban diserahkan kepada pihak keluarganya untuk dimakamkan secara layak.

Kejadian ini menjadi pengingat bagi orang tua dan anak-anak mengenai pentingnya menjaga keselamatan saat berada di dekat air.

Kejadian tenggelamnya Chaerul Fahri Syaputra bukan hanya menjadi berita duka bagi keluarganya, tetapi juga menggugah kesadaran masyarakat mengenai perlunya pengawasan yang ketat saat anak-anak bermain di area perairan. (jul/stch/dda)

Berita Sebelumnya
KAI Hadirkan Paket Festival Waisak Borobudur 2026 dengan Harga Ramah Kantong

KAI Tawarkan Paket Festival Waisak Borobudur 2026 Dengan Harga Terjangkau

Berita Selanjutnya
John Herdman Diperkirakan Akan Mencoret Enam Pemain Jelang AFF

Daftar Pemain Timnas Indonesia yang Tak Masuk Skuad AFF 2026