BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Antisipasi terhadap fenomena balap liar di Cilacap semakin diperkuat oleh jajaran Polresta setempat.
Dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban, pihak kepolisian berhasil mengamankan puluhan sepeda motor yang diduga akan digunakan dalam aksi balap liar di berbagai kawasan perkotaan.
Operasi penertiban ini merupakan bagian dari kegiatan rutin yang secara khusus menyasar titik-titik rawan tempat berkumpulnya para remaja, terutama pada malam hingga dini hari.
Kapolsek Cilacap Utara, Setiyo Nugroho, menjelaskan bahwa selama sepekan terakhir, pihaknya berhasil mengamankan sebanyak 52 kendaraan dari beberapa lokasi yang terkenal sebagai arena balap liar.
Menurutnya, mayoritas kendaraan yang diamankan adalah sepeda motor dengan modifikasi knalpot brong yang jelas tidak memenuhi standar kelengkapan berlalu lintas.
Tindakan ini tidak hanya berupa penindakan hukum saja, tetapi juga mencakup pembinaan bagi para remaja yang terjaring dalam razia tersebut.
“Setiap minggu kami melaksanakan dua kali kegiatan, yang berlangsung setiap Sabtu dan Minggu,” ungkap Setiyo Nugroho saat diwawancarai pada Selasa (19/5).
Ia menekankan pentingnya operasi penertiban ini dilaksanakan secara rutin, mengingat akhir pekan dianggap sebagai waktu rawan di mana banyak kelompok remaja memanfaatkan kesempatan untuk beraksi dalam balap liar di jalanan kota.
Pada pekan lalu, Setiyo Nugroho menceritakan bahwa jumlah kendaraan yang diamankan mencapai 24 unit pada giat pertama.
Namun, pada kegiatan berikutnya jumlah itu meningkat menjadi 32 unit, sehingga total kendaraan yang diamankan selama dua kali operasi tersebut mencapai 56 unit.
Ini menunjukkan bahwa tindakan tegas polisi berhasil menekan potensi pelanggaran yang dapat terjadi akibat balap liar.
Petugas kepolisian menyasar sejumlah titik strategis di kawasan kota Cilacap, tempat-tempat yang sering dijadikan lokasi nongkrong sekaligus lintasan balap liar oleh para remaja.
Kendaraan-kendaraan itu sebagian besar tidak sesuai spesifikasi teknis yang berlaku.
Misalnya, penggunaan knalpot tidak standar serta minimnya kelengkapan surat kendaraan maupun perlengkapan keselamatan lainnya.
Dengan maraknya aksi balap liar ini, Kasi Humas Polresta Cilacap, Galih Soe Cahyo, juga memberikan imbauan kepada masyarakat, khususnya para orang tua agar lebih aktif dalam mengawasi aktivitas dan pergaulan anak-anak mereka.
“Pengawasan dari keluarga sangat penting agar para remaja tidak terlibat dalam kegiatan yang berpotensi mengarah pada tindakan kriminal maupun pelanggaran lalu lintas,” tambah Galih Soe Cahyo.
Pentingnya peran orang tua dalam pengawasan ini tak bisa diremehkan.
Di tengah perkembangan zaman dan pengaruh lingkungan sosial yang kuat terhadap anak-anak muda saat ini, keterlibatan orang tua menjadi kunci untuk mencegah terjadinya perilaku negatif seperti balap liar.
Dengan adanya komunikasi yang baik antara orang tua dan anak, diharapkan para remaja dapat lebih memahami risiko serta konsekuensi dari tindakan mereka. (jul/stch/dda)
















