BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Purwokerto telah resmi membuka pendaftaran untuk siswa baru di jenjang SD, SMP, dan SMA pada tahun ajaran 2025/2026. Proses pendaftaran yang telah dinanti-nantikan ini berlangsung dari tanggal 11 hingga 17 Juni 2025.
Kehadiran SLB Negeri ini mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat.
Salah satu warga Purwokerto, Soimah, yang mendaftarkan anaknya untuk jenjang SMP, menyatakan kebahagiaannya, “Alhamdulillah senang ada SLB Negeri, jadi lebih dekat.”
Dia berharap anaknya akan lebih bersemangat belajar di sekolah yang mampu memenuhi kebutuhannya.
Antusiasme masyarakat terlihat sejak hari pertama pendaftaran dibuka. Menurut Tjatur Budi, seorang guru di SLB Negeri Purwokerto, sudah ada empat calon siswa yang mendaftar pada 11 Juni. Hingga siang hari berikutnya, jumlah pendaftar bertambah tiga orang lagi.
“Masyarakat antusias sekali, karena di Banyumas baru ada SLB Negeri,” jelas Tjatur Budi, mencerminkan betapa pentingnya sekolah ini bagi komunitas lokal.
Untuk tahun ajaran ini, SLB Negeri Purwokerto menyiapkan empat rombongan belajar (rombel) pada masing-masing jenjang SD, SMP, dan SMA. Setiap rombel dirancang untuk menampung maksimal lima siswa, sehingga total daya tampung mencapai 60 anak.
Saat ini, sekolah tersebut fokus melayani siswa dengan empat jenis hambatan, yaitu tunanetra, tunarungu wicara, tunagrahita, dan tunadaksa.
Namun, untuk jenis hambatan autis, penerimaan baru akan dimulai pada tahun ajaran 2026/2027 karena saat ini belum tersedia guru khusus autis.
Tjatur Budi menjelaskan, “Untuk anak autis, kami baru bisa menerima mulai tahun ajaran 2026/2027. Saat ini belum ada guru khusus autis.”
Pernyataan ini menegaskan komitmen sekolah untuk terus berkembang dan meningkatkan pelayanan pendidikan inklusif.
Kepala Seksi SMA dan SLB Cabang Dinas Pendidikan Wilayah X Provinsi Jawa Tengah, Dwi Sucipto, mengungkapkan bahwa ke depan, SLB Negeri Purwokerto diharapkan mampu menangani semua jenis ketunaan.
“Tenaga guru akan kami pertimbangkan, karena saat ini masih terbatas. Sudah disiapkan delapan guru, beberapa berasal dari SLB swasta dan statusnya ASN,” jelas Dwi Sucipto.
Ini adalah langkah awal yang penting untuk memastikan bahwa SLB Negeri Purwokerto dapat memenuhi kebutuhan pendidikan khusus secara lebih menyeluruh.
Dengan adanya SLB Negeri Purwokerto, masyarakat Purwokerto dan sekitarnya kini memiliki akses yang lebih baik ke pendidikan inklusif. Sekolah ini diharapkan menjadi pionir dalam menyediakan pendidikan yang ramah bagi semua siswa dengan kebutuhan khusus, dan terus mengembangkan kapasitasnya seiring berjalannya waktu.
Kehadiran SLB Negeri ini bukan hanya memberikan harapan baru bagi para orang tua, tetapi juga membuka jalan bagi masa depan pendidikan inklusif di wilayah Banyumas dan sekitarnya.
Dalam beberapa tahun ke depan, diharapkan SLB Negeri Purwokerto dapat menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain dalam menyediakan pendidikan yang inklusif dan berkualitas tinggi.
Dengan dukungan dari pemerintah dan masyarakat, SLB Negeri Purwokerto siap menghadapi tantangan demi tantangan guna merealisasikan visi pendidikan inklusif yang lebih baik di masa depan. (res/stch)
















