Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Pemkab Purbalingga Gelontorkan 28,44 Miliar untuk Pemeliharaan Empat Ruas Jalan

Empat Ruas Jalan Mulai DigarapEmpat Ruas Jalan Mulai Digarap
DIGARAP: Ruas Jalan Kedungwuluh-Padamara mulai diperbaiki dalam program Alus Dalane Pemkab Purbalingga tahun 2026

BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Program perbaikan infrastruktur jalan yang dikenal dengan nama “Alus Dalane” dari Pemerintah Kabupaten Purbalingga telah resmi dimulai.

Dalam langkah awal ini, setidaknya empat ruas jalan strategis kini telah memasuki tahap pengerjaan setelah proses lelang selesai dan pemenang proyek ditetapkan.

Keempat ruas jalan yang mendapatkan perhatian khusus dalam program ini adalah Jalan Kedungwuluh-Padamara, Jalan Karanganyar-Karangmoncol, Jalan Pepedan-Tegalpingen, serta Jalan Letjen MT Haryono.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Purbalingga, Drajat Uji Wahyono, menjelaskan bahwa progres pengerjaan di masing-masing ruas jalan tersebut menunjukkan perkembangan yang berbeda-beda.

“Ruas Jalan Raya Kedungwuluh-Padamara tinggal menunggu trial hotmix sebelum penghamparan,” ungkap Drajat Uji Wahyono saat diwawancarai oleh awak media pada Jumat (15/5/2026).

Hal ini menunjukkan bahwa tahap akhir pengerjaan untuk ruas jalan tersebut sudah dekat, dan masyarakat dapat segera menikmati hasil perbaikan.

Sementara itu, untuk tiga ruas jalan lainnya masih berada pada tahap awal pekerjaan.

Berdasarkan pantauan awak media, di Jalan Letjen MT Haryono, rekanan baru saja melakukan pemasangan papan proyek dan penandaan titik-titik jalan yang akan dikeruk untuk penambalan.

Ini merupakan langkah awal yang penting dalam memastikan bahwa proses perbaikan dapat dilakukan dengan efektif dan efisien.

Pemkab Purbalingga sendiri telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 28,44 miliar untuk pelaksanaan 18 kegiatan pemeliharaan jalan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2026.

Alokasi dana ini mencakup sejumlah ruas strategis yang mendapat perhatian khusus dengan anggaran miliaran rupiah.

Salah satu proyek yang menjadi sorotan adalah Jalan Karanganyar-Karangmoncol, yang dianggarkan hingga mencapai Rp 3,46 miliar.

Hal ini menunjukkan komitmen Pemerintah Kabupaten Purbalingga dalam meningkatkan kualitas infrastruktur jalan demi kenyamanan masyarakat.

Selanjutnya, Jalan Letjen MT Haryono juga mendapat alokasi anggaran cukup signifikan yaitu sebesar Rp 3,07 miliar.

Ini menjadi bukti bahwa pemerintah daerah sangat memperhatikan aksesibilitas masyarakat di wilayah tersebut.

Selain itu, ada pula anggaran untuk Jalan Pengadegan-Tegalpingen sebesar Rp 1,87 miliar dan Jalan Kedungwuluh-Padamara yang dianggarkan sebesar Rp 1,77 miliar.

Program perbaikan ini tidak hanya terbatas pada keempat ruas jalan tersebut.

Terdapat sejumlah ruas lain yang juga mendapatkan perhatian dari Pemkab Purbalingga dalam anggaran pemeliharaan jalan tahun ini.

Misalnya, Jalan Sidareja-Selanegara dianggarkan sebesar Rp 1,92 miliar dan Jalan Karangmoncol-Rajawana dengan alokasi dana sebesar Rp 1,73 miliar.

Ini menunjukkan bahwa pemerintah terus berupaya meningkatkan kualitas infrastruktur demi kesejahteraan masyarakat.

Perhatian Pemkab tidak berhenti sampai di situ. Mereka juga mengalokasikan dana untuk perbaikan sejumlah ruas lainnya seperti Jalan Kutasari-Beji sebesar Rp 1,53 miliar dan Jalan Bajong-Panican dengan alokasi Rp 1,25 miliar.

Selain itu, ada anggaran untuk perbaikan Jalan Kembangan-Panican senilai Rp 1,15 miliar serta proyek Brobot-Wirasana yang mendapatkan dukungan dana sebesar Rp 1,10 miliar.

Sejumlah ruas lain yang masuk dalam daftar pemeliharaan juga tidak kalah pentingnya.

Misalnya saja, alokasi untuk perbaikan Jalan Bojongsari-Walik senilai Rp 1,05 miliar dan Rajawana-Rembang dengan anggaran mencapai Rp 962 juta.

Selain itu terdapat pula proyek Karangjambu-Jingkang senilai Rp 788 juta serta Gambarsari-Jompo yang mendapat perhatian dengan dana sebesar Rp 769 juta.

Penting untuk dicatat bahwa program pemeliharaan jalan ini merupakan bagian dari upaya Pemkab Purbalingga dalam meningkatkan kualitas infrastruktur demi kemudahan transportasi sehingga berdampak positif pada perekonomian daerah.

Dengan adanya akses jalan yang baik, diharapkan mobilitas masyarakat akan meningkat dan memudahkan distribusi barang serta jasa. (tya/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Warga Belum Tertib Pilah Sampah

Warga Belum Tertib Pilah Sampah, Kinerja TPST Sumpiuh Jadi Lebih Berat

Berita Selanjutnya
Izin Ponpes Bakal Dicabut

Kemenag Cabut Izin Ponpes Ndolo Kusumo Pati Terkait Kasus Kekerasan Seksual