BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Pengurus Kabupaten (Pengkab) Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Purbalingga menunjukkan komitmennya untuk terus mendorong perkembangan olahraga catur di daerah. Salah satu strategi yang ditempuh adalah dengan memperbanyak penyelenggaraan turnamen catur, guna menjaring bibit-bibit unggul dari kalangan pelajar hingga masyarakat umum.
Ketua Pengkab Percasi Purbalingga, HR Bambang Irawan, menegaskan pentingnya konsistensi dalam pembinaan atlet catur sejak usia dini.
Menurutnya, dengan mengadakan turnamen secara rutin, para atlet tidak hanya memperoleh pengalaman bertanding, tetapi juga membangun mental kompetitif yang sangat diperlukan dalam olahraga catur.
“Turnamen adalah sarana untuk menjaring atlet muda berbakat dari berbagai pelosok daerah. Jika dibina dengan serius, mereka memiliki peluang besar untuk berkembang dan mampu menjadi grand master nasional bahkan internasional,” ujar Bambang dalam pembukaan Turnamen Catur Perwira Cup 2, yang digelar di Aula Yayasan YPT Purbalingga, Minggu (18/5/2025).
Dalam kesempatan tersebut, Bambang juga mengungkapkan bahwa Purbalingga memiliki sejarah prestasi membanggakan dalam dunia catur. Salah satunya adalah M Lutfi Ali, atlet catur asal Purbalingga yang berhasil meraih medali emas pada ajang SEA Games 2013 di Vietnam.
Bakat Lutfi Ali ditemukan oleh Grand Master (GM) Utut Adianto, yang saat itu melakukan kunjungan ke Purbalingga dalam sebuah agenda pertandingan simultan melawan 50 pemain catur lokal.
Lutfi, yang masih duduk di bangku kelas 6 sekolah dasar, saat itu berhasil menahan imbang sang grand master, sebuah pencapaian luar biasa yang langsung menarik perhatian GM Utut.
Setelah pertemuan tersebut, Lutfi mendapat tawaran untuk pindah ke Jakarta dan mengikuti pelatihan di Sekolah Catur Utut Adianto (SCUA).
Dari situlah, Lutfi mengasah kemampuan dan akhirnya menorehkan berbagai prestasi gemilang di tingkat nasional dan internasional.
“Kami ingin mencetak lebih banyak lagi pemain catur hebat seperti Lutfi Ali dari Purbalingga. Karena itu, kami akan terus berupaya membuka peluang seluas-luasnya bagi anak-anak muda yang memiliki minat dan bakat di bidang ini,” lanjut Bambang.
Turnamen Catur Perwira Cup 2 sendiri menjadi salah satu bentuk nyata keseriusan Percasi dalam melakukan pembinaan. Turnamen ini diikuti oleh 138 atlet catur dari berbagai daerah di wilayah Karesidenan Banyumas dan sekitarnya, yang terbagi ke dalam beberapa kelas berdasarkan usia dan kemampuan.
Ketua panitia turnamen, Teduh Sukmawijaya, menyampaikan bahwa antusiasme peserta sangat tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa olahraga catur masih diminati dan memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan di kalangan generasi muda.
“Peserta berasal dari berbagai kabupaten/kota di sekitar Purbalingga. Mereka terbagi dalam beberapa kelas, dan pertandingan dilakukan secara sistematis serta kompetitif,” jelas Teduh.
Turnamen ini juga mendapat perhatian dari berbagai pihak. Acara pembukaan dilakukan secara resmi oleh Ketua DPRD Kabupaten Purbalingga, dan turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dinporapar) Purbalingga, perwakilan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Purbalingga, serta jajaran Forkopimcam setempat.
Kehadiran para pejabat tersebut dinilai sebagai bentuk dukungan nyata terhadap perkembangan olahraga catur di Purbalingga, serta menjadi motivasi tambahan bagi para atlet yang sedang berlaga.
Dengan adanya turnamen seperti ini, diharapkan semakin banyak anak muda yang terinspirasi untuk menekuni olahraga catur secara serius.
Selain itu, Percasi Purbalingga juga berkomitmen untuk mendorong sinergi dengan sekolah-sekolah dan komunitas catur lokal, sebagai langkah untuk memperluas basis pembinaan dan pengembangan atlet di masa depan.
“Kami berharap melalui turnamen rutin dan pembinaan berkelanjutan, Purbalingga bisa kembali menjadi gudangnya atlet catur berprestasi,” pungkas Bambang.
















