Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Bangunan Berusia 43 Tahun, SDN 2 Karangwuni Temanggung Dapat Revitalisasi Rp1,5 Miliar

43 Tahun Berdiri SDN 2 Karangwuni Direvitalisasi43 Tahun Berdiri SDN 2 Karangwuni Direvitalisasi
BANGUNAN TUA: Bangunan SDN 2 Karangwuni, Kecamatan Pringsurat, Kabupaten Temanggung segera direvitalisasi

BANYUMASEKSPRES.ID, TEMANGGUNG — Setelah digunakan selama lebih dari empat dekade, SDN 2 Karangwuni, Kecamatan Pringsurat, Kabupaten Temanggung, akhirnya mendapat program revitalisasi sekolah.

Bangunan yang berdiri sejak era SD Inpres pada 1983 tersebut akan diperbaiki secara menyeluruh untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan kegiatan belajar mengajar.

Revitalisasi SDN 2 Karangwuni menjadi bagian dari program revitalisasi satuan pendidikan tahap II tahun 2026.

Sekolah tersebut memperoleh anggaran sekitar Rp1,5 miliar untuk memperbaiki sejumlah fasilitas yang kondisinya sudah membutuhkan penanganan.

Perbaikan tidak hanya menyasar ruang kelas, tetapi juga sejumlah fasilitas pendukung sekolah.

Dua bangunan utama yang masing-masing memiliki tiga ruang kelas akan direvitalisasi. Dengan demikian, terdapat enam ruang kelas yang masuk dalam pekerjaan perbaikan.

Selain ruang kelas, revitalisasi juga mencakup musala, toilet, dan pagar sekolah.

Kepala SDN 2 Karangwuni, Ufin Widiyati, mengatakan usia bangunan menjadi salah satu alasan pihak sekolah mengajukan program revitalisasi.

Sebelum mendapat program tersebut, salah satu bagian bangunan sekolah mengalami kemiringan.

Kondisi itu terjadi setelah fondasi bangunan mengalami penurunan atau ambles sehingga menimbulkan kekhawatiran terhadap keamanan bangunan.

“Awalnya sekolah ini agak miring karena ada fondasi yang ambles. Karena kekhawatiran itu kemudian kami sampaikan usulan revitalisasi,” kata Ufin, Selasa (8/9/2026).

Kondisi bangunan yang telah digunakan sejak 1983 memang membuat kebutuhan perbaikan semakin penting.

Revitalisasi diharapkan tidak hanya memperbaiki tampilan fisik sekolah, tetapi juga memastikan ruang belajar dapat digunakan dengan lebih aman oleh siswa dan guru.

Saat ini SDN 2 Karangwuni memiliki 59 siswa yang tersebar dari kelas I hingga kelas VI.

Dengan jumlah siswa tersebut, keberadaan ruang kelas yang layak menjadi salah satu kebutuhan penting untuk mendukung proses pembelajaran.

Pekerjaan revitalisasi SDN 2 Karangwuni saat ini sudah mulai dilaksanakan. Proyek tersebut ditargetkan dapat selesai dalam waktu sekitar tiga bulan.

Pelaksanaan pekerjaan menggunakan sistem swakelola dengan melibatkan warga setempat.

Keterlibatan masyarakat sekitar menjadi bagian dari pelaksanaan program sekaligus memberikan ruang bagi warga untuk berpartisipasi dalam pembangunan fasilitas pendidikan di lingkungannya.

Ufin berharap seluruh pekerjaan dapat berjalan sesuai rencana sehingga siswa dan guru bisa segera menggunakan kembali fasilitas sekolah yang telah diperbaiki.

“Ini sudah mulai pekerjaannya. Jadi ditargetkan sekitar tiga bulan selesai. Ini dilaksanakan secara swakelola dengan melibatkan warga setempat,” ujarnya.

Dengan selesainya revitalisasi, sekolah diharapkan memiliki lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, dan mendukung kegiatan pendidikan.

Fasilitas seperti ruang kelas, musala, toilet, dan pagar juga diharapkan dapat berfungsi secara lebih optimal.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Temanggung, Daniel Indra Hartoko, mengatakan revitalisasi sekolah merupakan bagian dari program pemerintah pusat untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan.

Pada program revitalisasi sekolah tahap II tahun 2026, terdapat sembilan sekolah di Kabupaten Temanggung yang mendapatkan program tersebut.

Besaran anggaran yang diterima masing-masing sekolah disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan perbaikan.

“Di tahap kedua ini ada sembilan sekolah. Salah satunya SDN 2 Karangwuni, Kecamatan Pringsurat. Nominal revitalisasi di sini sekitar Rp1,5 miliar yang sudah direncanakan,” ujar Daniel.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas fasilitas pendidikan di berbagai daerah.

Kondisi bangunan sekolah yang sudah berusia puluhan tahun menjadi salah satu pertimbangan penting dalam menentukan sekolah penerima revitalisasi.

Daniel menambahkan, cakupan program revitalisasi pendidikan tidak terbatas pada sekolah negeri.

Lembaga pendidikan swasta juga dapat memperoleh program tersebut sepanjang memenuhi kriteria yang telah ditentukan.

Program revitalisasi juga dapat menyasar TK hingga sekolah yang berada di lingkungan pondok pesantren.

Dengan cakupan tersebut, peningkatan kualitas sarana pendidikan diharapkan dapat dilakukan secara lebih luas.

Menurut Daniel, kondisi setiap sekolah berbeda sehingga kebutuhan anggaran juga tidak sama.

Karena itu, besaran dana revitalisasi disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing satuan pendidikan.

Program tersebut juga dilakukan secara bertahap. Pada tahap pertama, terdapat 13 sekolah di Temanggung yang mendapat revitalisasi dengan total anggaran lebih dari Rp10 miliar.

Sementara untuk tahap berikutnya, sekitar 42 sekolah telah diusulkan mendapatkan program revitalisasi.

Perkiraan kebutuhan anggaran untuk tahap tersebut mencapai sekitar Rp42 miliar.

Revitalisasi SDN 2 Karangwuni menjadi bagian dari kebutuhan peningkatan kualitas sarana pendidikan di Kabupaten Temanggung.

Dengan bangunan yang telah berdiri lebih dari 40 tahun, perbaikan menyeluruh diharapkan dapat memberikan lingkungan belajar yang lebih baik bagi puluhan siswa.

Bagi SDN 2 Karangwuni, anggaran Rp1,5 miliar akan digunakan untuk memperbaiki enam ruang kelas sekaligus sejumlah fasilitas pendukung.

Pekerjaan yang dilakukan secara swakelola dan melibatkan warga setempat ditargetkan selesai dalam tiga bulan.

Sementara itu, adanya pengusulan puluhan sekolah untuk tahap berikutnya menunjukkan masih banyak fasilitas pendidikan yang membutuhkan perhatian.

Pemerintah daerah bersama pemangku kepentingan terkait diharapkan dapat memastikan program revitalisasi berjalan sesuai kebutuhan dan sasaran.

Dengan perbaikan sarana dan prasarana tersebut, sekolah-sekolah di Temanggung diharapkan mampu menyediakan lingkungan pendidikan yang semakin aman dan nyaman bagi siswa maupun tenaga pendidik. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Warga 17 Tahun Bakal Dapat Rekening

Semua WNI Usia 17 Tahun Bakal Punya Rekening Bank, Terintegrasi Dukcapil dan QRIS

Berita Selanjutnya
Bantah Beda Budaya Jadi Alasan Bercerai

Raisya Bawazier Tegaskan Perceraian dengan Muhammad Zidan Bukan karena Beda Budaya