Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

PSSI Ungkap Alasan Timnas Indonesia Jarang Main FIFA Matchday di Luar Negeri

Timnas Indonesia Sepi Undangan FIFA MatchdayTimnas Indonesia Sepi Undangan FIFA Matchday
FIFA MATCHDAY: Pemain Timnas Indonesia saat melakoni laga persahabatan dalam FIFA Matchday beberapa waktu lalu

BANYUMASEKSPRES.ID, JAKARTA – Dalam lima tahun terakhir, performa Tim Nasional (Timnas) Indonesia menunjukkan peningkatan yang signifikan.

Namun, meski prestasi dan peringkatnya kian membaik, perhatian dari negara lain untuk mengundang skuad Garuda dalam laga FIFA Matchday masih tergolong minim.

Kebanyakan pertandingan uji coba internasional tetap berlangsung di tanah air, berkat inisiatif dari Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).

Sejak tahun 2021, pasca pandemi Covid-19, Timnas Indonesia telah menjalani total 69 pertandingan.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 28 laga diadakan di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa.

Pertandingan kandang ini sebagian besar merupakan bagian dari agenda FIFA Matchday maupun laga persahabatan internasional.

Sementara itu, pertandingan di luar negeri lebih banyak terjadi karena Timnas Indonesia menjalani laga tandang dalam turnamen resmi ataupun melakukan pemusatan latihan di negara tertentu.

Menyinggung mengenai undangan untuk pertandingan FIFA Matchday murni di luar negeri, Indonesia terakhir kali memperoleh kesempatan tersebut pada tahun 2019 saat bertanding melawan tim nasional Yordania di Yordania.

Situasi ini menunjukkan bahwa meskipun Indonesia kini diperkuat sejumlah pemain naturalisasi dan tampil lebih kompetitif di level Asia, kesempatan untuk berlaga internasional tetap terbatas.

Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi mengungkapkan bahwa hingga saat ini federasi sepak bola asing belum banyak yang mengundang Timnas Indonesia untuk laga FIFA Matchday.

“Di samping memang keinginan kami untuk mengundang beberapa federasi atau tim dari luar, kami juga belum begitu banyak negara yang mengundang,” tutur Yunus di Jakarta.

Ia menjelaskan bahwa selama ini PSSI lebih aktif dalam mencari lawan dan mengundang tim-tim luar negeri untuk datang ke Indonesia.

Antusiasme suporter Tanah Air menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi keputusan PSSI untuk lebih sering menggelar pertandingan di kandang sendiri.

“Karena kita juga tahu euforia masyarakat dan suporter Indonesia begitu besar di Indonesia. Maka dari itu, lebih kita mengundang tim-tim dari luar negeri datang ke Indonesia,” tambah Yunus.

Di sisi lain, pelatih Timnas Indonesia John Herdman memberikan pandangan berbeda.

Ia berpendapat bahwa skuad Garuda justru membutuhkan lebih banyak pengalaman bertanding di luar negeri guna membentuk mental pemain saat berlaga dalam kompetisi internasional.

Menurut Herdman, pengalaman bermain di kandang lawan sangat penting jika Indonesia ingin bersaing dengan tim-tim elite Asia.

“Menghadapi Jepang atau Qatar bukanlah hal mudah bagi kita. Oleh karena itu, penting bagi Timnas untuk terbiasa bermain di luar negeri dan menghadapi tekanan yang ada dalam pertandingan internasional,” jelas Herdman usai pengundian Piala Asia 2027.

Menjelang AFC Asian Cup 2027 yang akan datang, Timnas Indonesia dipastikan akan menghadapi lawan-lawan berat seperti tim nasional Jepang, Qatar dan Thailand.

Hal ini menambah urgensi bagi Timnas untuk mendapatkan pengalaman berharga melalui laga-laga tandang internasional.

Kondisi ini menggambarkan bahwa peningkatan kualitas Timnas Indonesia tidak serta merta diterima oleh federasi sepak bola dunia dengan cara yang sama.

Meskipun dukungan suporter yang antusias serta suasana kandang menjadi keuntungan besar bagi skuad Garuda, namun minimnya pengalaman dalam laga tandang internasional masih menjadi tantangan tersendiri yang perlu segera dituntaskan.

Bagi sebuah tim nasional yang bercita-cita tinggi dan ingin menunjukkan eksistensinya di pentas sepak bola Asia dan dunia, memiliki pengalaman bertanding di luar negeri bukan hanya sekedar tambahan dalam catatan statistik, tetapi juga sebagai sarana vital untuk meningkatkan mentalitas dan keterampilan para pemain. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Permintaan RS Naik, Stok Darah AB Menipis

Stok Darah AB PMI Purbalingga Menipis, Rumah Sakit Alami Lonjakan Permintaan

Berita Selanjutnya
Pulau gili iyang

Pulau Gili Iyang Dijuluki Pulau Oksigen, Ini Fakta Menarik dan Daya Tariknya