Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Sembako Tebus Murah Diserbu Warga di Tambak Banyumas, Harga Mulai 25 Ribu

Sembako Murah Diserbu WargaSembako Murah Diserbu Warga
DISERBU: Stand sembako tebus murah diminati warga di momen MPP Keliling dan baxar UMKM di kompleks Kantor Kecamatan Tambak, Selasa (24)

BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – Dalam rangkaian acara Mal Pelayanan Publik (MPP) Keliling dan bazar usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang berlangsung di kompleks Kantor Kecamatan Tambak pada Selasa (28/4), stand sembako tebus murah menjadi titik magnet yang menarik perhatian banyak warga.

Program ini menawarkan paket kebutuhan pokok dengan harga yang jauh lebih terjangkau dibandingkan harga pasar, membuatnya semakin diminati oleh masyarakat.

Paket sembako yang dijual dalam program ini terdiri dari minyak goreng, gula pasir, kecap, dan mi instan.

Antusiasme warga terlihat jelas sejak pagi hari, di mana antrean panjang sudah mulai terbentuk di depan stand.

Banyak pengunjung yang memanfaatkan kesempatan ini untuk membeli lebih dari satu paket sekaligus, mengingat adanya selisih harga yang cukup signifikan.

Salah satu pengunjung bernama Suparti bahkan mengaku membeli lima paket sembako tebus murah secara bersamaan.

Dalam penjelasannya, ia mengatakan bahwa pembelian tersebut tidak hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga akan dibagikan kepada kerabatnya.

“Ada sembako tebus murah, saya beli untuk dibagi-bagi ke saudara,” ungkap Suparti di lokasi acara.

Program sembako tebus murah ini memang sangat membantu banyak keluarga, terutama di tengah kondisi perekonomian yang terus menghadapi tantangan dan inflasi harga kebutuhan pokok.

Paket sembako yang seharusnya dijual dengan harga normal mencapai Rp 31.500 kini dapat diperoleh hanya dengan membayar Rp 25 ribu selama acara MPP Keliling dan bazar UMKM berlangsung.

Dengan demikian, masyarakat bisa menghemat hingga Rp 6.500 per paket, yang tentu saja sangat berarti bagi mereka.

Dalam penjelasannya, Ketua Asosiasi Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah Kabupaten Banyumas (Aspikmas) Kecamatan Tambak, Mastriawan, menjelaskan bahwa total terdapat 300 paket sembako tebus murah yang disediakan dalam acara ini.

Untuk memastikan distribusi berjalan lancar dan tepat sasaran, mekanisme pembelian menggunakan kupon diterapkan.

Kupon-kupon tersebut telah didistribusikan sehari sebelumnya ke desa-desa dalam wilayah Kecamatan Tambak.

Sasaran utama program ini adalah rumah tangga yang dianggap membutuhkan akses terhadap sembako dengan harga yang lebih rendah daripada harga pasar.

Mastriawan juga menambahkan bahwa meskipun ada mekanisme kupon, masyarakat yang tidak memiliki kupon tetap diperbolehkan membeli paket sembako selama persediaan masih ada.

Hal ini menunjukkan komitmen dari penyelenggara untuk memastikan bahwa seluruh lapisan masyarakat dapat merasakan manfaat dari program tersebut.

“Bagi yang tidak memiliki kupon juga diperbolehkan membeli sembako tebus murah,” kata Mastriawan.

Kegiatan seperti ini diharapkan dapat terus digelar sebagai upaya untuk membantu meringankan beban ekonomi masyarakat di tengah tantangan biaya hidup yang semakin meningkat.

Selain itu, bazar UMKM juga memberikan peluang bagi pelaku usaha kecil untuk memasarkan produk mereka secara langsung kepada konsumen.

Di lokasi bazar UMKM tersebut terdapat sebanyak 30 stand yang dipenuhi oleh pelaku UMKM lokal.

Baik anggota Aspikmas Kecamatan Tambak maupun para pelaku UMKM desa dan kelompok PKK turut serta berpartisipasi dalam kegiatan ini.

Kehadiran bazar memberikan kesempatan emas bagi para pelaku usaha kecil untuk memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat luas serta meningkatkan daya saing mereka di pasar lokal.

Warga yang datang ke MPP Keliling tidak hanya bisa memenuhi kebutuhan pokok mereka dengan harga terjangkau melalui program sembako tebus murah saja, tetapi juga menikmati beragam pilihan jajanan dari pelaku UMKM lokal.

Ini menjadi nilai tambah tersendiri bagi para pengunjung yang ingin melakukan berbagai keperluan sekaligus dalam satu waktu.

Acara seperti MPP Keliling dan bazar UMKM memiliki dampak positif tidak hanya terhadap perekonomian lokal tetapi juga terhadap interaksi sosial antarwarga masyarakat.

Banyak warga saling bertemu dan berdiskusi mengenai produk-produk serta layanan publik lainnya dalam suasana kekeluargaan dan kebersamaan.

Pentingnya mendukung usaha mikro kecil dan menengah juga tidak bisa dipandang sebelah mata oleh pemerintah daerah maupun masyarakat umum.

Dengan memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk berpartisipasi dalam kegiatan seperti ini, kita turut serta menciptakan ekosistem ekonomi lokal yang lebih kuat dan berkelanjutan. (fij/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Alun alun Harus Steril dari PKL

Satpol PP Kebumen Pastikan Alun-alun Bebas PKL dan Jasa Mainan Ilegal

Berita Selanjutnya
Terpuruk karena Hujatan

Denada Ungkap Terpuruk Usai Dihujat Publik, Kini Bangkit Berkat Sahabat