BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Pelaksanaan Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-128 yang dilaksanakan oleh Kodim 0702/Purbalingga di Desa Krangean, Kecamatan Kertanegara, terus berjalan dengan semangat dan dedikasi tinggi.
Program unggulan TNI Angkatan Darat ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat dan telah menunjukkan kemajuan yang signifikan dalam pelaksanaannya.
Berbagai jenis program yang dilaksanakan mencakup bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), pembangunan fasilitas Mandi Cuci Kakus (MCK), sumur bor, pipanisasi air bersih, ketahanan pangan, hingga penghijauan lingkungan.
Berdasarkan pantauan terakhir hingga Jumat, 15 Mei 2026, progres pembangunan RTLH di desa tersebut telah mencapai angka yang mengesankan yaitu 85 persen.
Perubahan terlihat jelas pada rumah-rumah warga yang sebelumnya berada dalam kondisi tidak layak huni, kini mulai bertransformasi menjadi tempat tinggal yang lebih aman dan nyaman bagi mereka.
Upaya untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penyediaan rumah layak huni adalah salah satu fokus utama dari program TMMD.
Pembangunan fasilitas sanitasi juga terpantau terus berjalan dengan baik.
Dari total lima unit MCK yang direncanakan, satu unit sudah mencapai progres 85 persen, sementara sisanya masih dalam proses pengerjaan bertahap.
Dalam hal penyediaan air bersih, pengerjaan empat titik sumur bor menunjukkan perkembangan positif.
Salah satu titik sumur bor sudah mencapai progres 83 persen dan tiga titik lainnya masih dalam tahap penyelesaian.
Salah satu pencapaian yang membanggakan adalah program pipanisasi air bersih yang telah selesai sepenuhnya dengan presentase 100 persen dan saat ini sudah mulai dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Krangean.
Keberhasilan dalam menyediakan akses air bersih sangat penting bagi kesehatan dan kesejahteraan penduduk setempat.
Tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, TMMD juga memberikan perhatian terhadap sektor lingkungan dan ketahanan pangan.
Beberapa kegiatan telah dilakukan seperti penanaman sebanyak 7.300 batang pohon untuk meningkatkan kualitas lingkungan hidup.
Selain itu, pembukaan lahan pangan seluas 2,5 hektare serta penebaran 2.000 bibit lele juga telah tuntas dilaksanakan sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan di desa tersebut.
Dari sisi sosial, terdapat pembagian 100 paket bantuan untuk penanganan stunting serta kegiatan bersih-bersih fasilitas umum yang juga telah berhasil diselesaikan.
Semua langkah ini menunjukkan komitmen TNI untuk berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat desa melalui pendekatan yang holistik dan terpadu.
Komandan Kodim 0702/Purbalingga, Letkol Inf Aries Ika Satria S.Hub.Int., M.H.I., menjelaskan bahwa sebagian besar sasaran fisik dari program ini sudah memasuki tahap penyelesaian akhir.
Ia menyatakan dengan tegas, “Untuk progres program unggulan TNI AD saat ini sebagian besar sudah berjalan baik. Khususnya RTLH dan beberapa pembangunan fasilitas dasar lainnya sebagian besar sudah mencapai lebih dari 80 persen.”
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa fokus utama dari program TMMD adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemenuhan kebutuhan dasar warga desa.
Lebih lanjut Dandim mengungkapkan harapannya agar manfaat dari berbagai program tersebut dapat dirasakan oleh warga dalam jangka panjang.
“Program ini kami fokuskan untuk membantu kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari rumah layak huni, sanitasi, air bersih, sampai ketahanan pangan. Harapannya, manfaat ini bisa dirasakan warga dalam jangka panjang,” tegasnya.
Satu hal yang tidak kalah penting adalah tingginya semangat gotong royong dari warga Desa Krangean yang dinilai sebagai faktor kunci dalam percepatan pembangunan di daerah tersebut.
Dandim Aries mengapresiasi antusiasme masyarakat setempat dengan mengatakan, “Kami melihat antusiasme masyarakat sangat tinggi. Gotong royong antara TNI dan warga juga berjalan baik sehingga diharapkan pembangunan bisa terus dipercepat.”
Sinergi antara pihak militer dan masyarakat sipil ini menciptakan ikatan sosial yang kuat serta mendorong partisipasi aktif dalam setiap langkah pembangunan.
Dari sudut pandang komunikasi sosial, keberadaan program TMMD memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk terlibat langsung dalam proses pembangunan desanya sendiri.
Hal ini tidak hanya meningkatkan rasa memiliki terhadap hasil pembangunan tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri di kalangan warga bahwa mereka mampu berkontribusi dalam meningkatkan kualitas hidup mereka sendiri.
Dalam konteks lebih luas, program TMMD bukan hanya sekedar kegiatan fisik belaka tetapi juga merupakan bentuk pengabdian TNI kepada rakyat Indonesia yang mencerminkan nilai-nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial.
Dengan memberikan perhatian kepada kebutuhan dasar masyarakat seperti perumahan layak huni dan akses sanitasi yang memadai, TNI berperan aktif dalam menanggulangi berbagai masalah sosial yang selama ini menjadi tantangan di berbagai daerah pelosok Indonesia. (alw/ads/stch/dda)
















