BANYUMASEKSPRES.ID, Bank Indonesia mencatat peningkatan penggunaan QRIS antarnegara yang kini mencakup Thailand, Malaysia, dan Singapura. Selama periode awal hingga pertengahan 2025, jumlah transaksi QRIS antarnegara tersebut telah mencapai 1,17 juta kali dengan total nilai menyentuh angka Rp288,4 miliar.
Inovasi pembayaran digital ini terbukti memberi kemudahan tidak hanya bagi warga Indonesia yang berada di luar negeri, namun juga wisatawan asing yang berlibur di Tanah Air. Kepraktisan QRIS menjadikan proses transaksi lebih efisien dan tanpa hambatan kurs mata uang.
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali menyatakan bahwa penggunaan QRIS meningkat pesat di kawasan wisata seperti Bali. Banyak wisatawan mancanegara yang menggunakan QRIS dalam beragam transaksi saat berlibur di Pulau Dewata.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Butet Linda Helena Panjaitan, menyatakan bahwa wisatawan dari tiga negara tersebut memberikan tanggapan positif terhadap sistem QRIS.
“Respons dari turis tiga negara sangat positif karena merasa dimudahkan, mereka bisa memakai platform sendiri tanpa perlu menukar uang fisik,” ujarnya di Denpasar, Bali, Ahad (15/6/2025).
Berdasarkan data BI Bali, selama Januari hingga April 2025, jumlah transaksi QRIS di Bali tercatat sebanyak 39,04 juta kali. Nilai transaksi tersebut tercatat sebesar Rp5,99 triliun, yang mencerminkan antusiasme pengguna terhadap metode pembayaran digital ini.
Jumlah pedagang yang telah mengadopsi QRIS di wilayah tersebut juga sangat tinggi. Tercatat ada sekitar 974 ribu pedagang yang terhubung dengan sistem pembayaran ini. Sementara itu, pengguna QRIS di Bali telah mencapai angka 1,1 juta orang.
Secara rinci, transaksi QRIS oleh turis dari tiga negara ASEAN di Bali tercatat sebanyak 31.455 kali. Total nilai transaksinya menyentuh angka Rp7,1 miliar, yang sebagian besar berasal dari sektor pariwisata.
Bank Indonesia tidak berhenti di situ. Dalam waktu dekat, cakupan transaksi QRIS lintas negara akan diperluas ke Jepang dan China. Langkah ini diyakini akan mendukung pertumbuhan sektor pariwisata di Bali secara signifikan.
“Bali adalah ikon pariwisata, dan digitalisasi ikut mendorong peningkatan mutu sektor ini,” tuturnya.
Penerapan QRIS secara luas juga dipandang sebagai pendorong pertumbuhan UMKM di daerah pariwisata. Sebab, mayoritas pelaku usaha yang menggunakan QRIS berasal dari sektor UMKM.
Linda menyebutkan bahwa lebih dari 96 persen pedagang atau gerai pengguna QRIS merupakan pelaku UMKM. Hal ini berdampak positif terhadap peningkatan omzet penjualan mereka.
Dengan perluasan ke Jepang dan China, wisatawan dari kedua negara bisa bertransaksi lebih mudah saat berada di Bali. Sistem pembayaran lintas negara ini memberi mereka kenyamanan lebih dalam berbelanja dan menikmati layanan wisata.
Selain tak perlu repot menukar uang tunai, wisatawan juga bisa memakai aplikasi keuangan dari negara asal yang sudah terhubung dengan QRIS.
“Cukup memindai dengan platform yang sudah terhubung ke QRIS, transaksi bisa langsung dilakukan,” jelasnya.
Mekanisme pembayaran yang digunakan dalam QRIS juga memanfaatkan mata uang lokal masing-masing negara. Sistem ini membuat transaksi menjadi lebih ringan dan tidak bergantung pada fluktuasi mata uang global.
Apalagi, model transaksi digital seperti ini semakin menjadi pilihan utama di era pascapandemi, di mana efisiensi dan kenyamanan menjadi prioritas utama bagi para pelancong.
QRIS lintas negara pun dinilai sebagai langkah strategis dalam mendukung transformasi digital di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Penerapan teknologi ini bukan hanya mempermudah wisatawan, tetapi juga menjadi peluang besar bagi pelaku usaha lokal di destinasi wisata utama seperti Bali.
Ke depan, perluasan QRIS ke lebih banyak negara mitra di Asia maupun kawasan lain diharapkan mampu mendongkrak kinerja ekonomi Bali serta memperkuat citra Indonesia sebagai destinasi wisata ramah digital.
Dengan tren transaksi digital yang terus meningkat, integrasi sistem pembayaran seperti QRIS menjadi kebutuhan mutlak untuk menopang ekosistem pariwisata yang inklusif dan berdaya saing tinggi. (dda)
















