BANYUMASEKSPRES.ID, Dunia fashion memang selalu menghadirkan tren yang tidak terduga. Item yang dulu dianggap kuno bahkan sempat dipandang kurang menarik, kini justru kembali populer dan digunakan oleh banyak anak muda.
Salah satu tren yang sempat ramai beberapa waktu terakhir adalah ciput lace atau yang lebih dikenal dengan sebutan ciput “nenek”.
Meski tren ini mulai viral sejak beberapa minggu lalu, gaya ciput renda klasik tersebut ternyata masih banyak digunakan hingga sekarang, khususnya oleh kalangan Gen Z berhijab.
Bahkan, banyak fashion enthusiast yang mulai memadukan ciput lace dengan outfit modern agar tampil lebih unik dan estetik.
Ciput yang dulunya hanya dianggap sebagai inner hijab biasa kini berubah fungsi menjadi bagian utama dari styling fashion.
Detail renda pada bagian depan yang dulu identik dengan gaya ibu-ibu atau nenek-nenek justru sekarang dianggap memberi sentuhan vintage dan chic pada penampilan.

Tidak sedikit pula yang menyebut tren ini sebagai bagian dari kembalinya gaya retro dan vintage dalam dunia fashion 2026.
Apalagi, Gen Z memang dikenal gemar mengeksplorasi gaya berpakaian antimainstream yang berbeda dari tren umum. Selain itu, ada juga sejarah dari pakaian Jacket dari pelindung badan menjadi ikon fashion.
Ciput Lace Kembali Populer di Media Sosial
Fenomena ciput “nenek” mulai ramai diperbincangkan setelah banyak content creator dan influencer fashion menggunakannya dalam berbagai konten OOTD di media sosial.
Gaya ini kemudian dengan cepat menyebar di kalangan hijabers muda. Beberapa influencer Indonesia seperti Sashfir dan Ana Octarina sempat menjadi sorotan karena tampil menggunakan ciput lace dalam styling hijab mereka.
Selain dari Indonesia, tren serupa juga muncul di Malaysia melalui sejumlah influencer fashion muslimah. Menariknya, tren headscarf lace ternyata tidak hanya populer di kalangan pengguna hijab.
Di luar negeri, aksesori kepala berbahan lace juga mulai digunakan sebagai pelengkap outfit street style maupun gaya vintage modern.
Hal tersebut membuat ciput lace tidak lagi dipandang sebagai item lama yang ketinggalan zaman. Sebaliknya, banyak orang mulai melihatnya sebagai aksesori fashion yang bisa memperkuat karakter penampilan.
Alasan Ciput “Nenek” Digemari Gen Z
Salah satu alasan tren ini cepat diterima anak muda adalah karena unsur nostalgia yang dibawanya. Selain itu, estetika dari motif yang ada di ciput rendah memberikan makna tersendiri.
Banyak Gen Z merasa model ciput renda tersebut mengingatkan pada gaya hijab generasi sebelumnya, terutama yang sering dipakai ibu atau nenek mereka.
Selain itu, tren fashion memang selalu berputar. Banyak item lama yang kembali populer setelah dipadukan dengan gaya modern dan sentuhan styling yang lebih fresh.
Fenomena seperti ini juga terlihat pada tren rok vintage, cardigan rajut, hingga aksesori retro yang kembali booming dalam beberapa tahun terakhir.
Gen Z sendiri dikenal menyukai fashion yang unik dan tidak pasaran. Karena itu, ciput lace dianggap mampu memberikan tampilan berbeda dibanding gaya hijab polos yang selama ini umum digunakan.
Faktor media sosial juga punya pengaruh besar dalam membuat tren ini semakin viral. Dengan maraknya penggunaan sosial media yang semakin sulit untuk dipisahkan.
Konten OOTD dengan nuansa vintage dan feminin banyak menarik perhatian pengguna TikTok maupun Instagram sehingga ciput renda ikut terdongkrak popularitasnya.
Bisa Jadi Fashion Statement Hijab Kekinian
Kini banyak hijabers tidak lagi berusaha menyembunyikan ciput di balik hijab mereka. Sebaliknya, bagian renda ciput justru sengaja ditampilkan agar menjadi aksen tambahan pada outfit sehari-hari.
Ciput lace dianggap mampu membuat tampilan lebih manis, elegan, sekaligus edgy jika dipadukan dengan outfit yang tepat.
Warna-warna netral seperti putih, krem, hitam, dan dusty pink menjadi pilihan favorit karena mudah dipadukan dengan berbagai gaya busana.
Selain itu, detail renda pada ciput juga memberi kesan feminin tanpa terlihat berlebihan. Karena itu, item ini cocok digunakan untuk gaya casual, semi formal, hingga outfit hangout kekinian.
Bagi yang tidak berhijab, lace headscarf juga mulai digunakan sebagai aksesori rambut untuk memperkuat gaya vintage modern.
Biasanya dipadukan dengan outfit bernuansa retro, denim, atau gaya ala tahun 90-an yang kini kembali populer.
Tren Fashion Vintage Diprediksi Masih Bertahan
Walaupun tren ciput “nenek” sempat viral beberapa minggu lalu, gaya ini diperkirakan masih akan bertahan dalam dunia fashion hijab selama beberapa waktu ke depan.
Apalagi tren vintage dan classic look masih cukup diminati di kalangan anak muda. Hal ini memberikan gelombang trend bagi segenap style pakaian yang vintage.
Fashion saat ini memang tidak lagi hanya soal mengikuti gaya terbaru, tetapi juga bagaimana seseorang berani menampilkan identitas dan karakter unik lewat outfit yang digunakan.
Karena itu, item sederhana seperti ciput renda pun kini bisa berubah menjadi fashion statement yang menarik perhatian. (*/nds)
















