Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Tradisi Asok Glondong Pangareng Areng di Cilacap, Warga Lunas PBB 143 Juta dalam Sehari
UMNU Kebumen dan KPU Teken MoU, Perkuat Pendidikan Pemilu dan Demokrasi untuk Mahasiswa

UMNU Kebumen dan KPU Teken MoU, Perkuat Pendidikan Pemilu dan Demokrasi untuk Mahasiswa

Perkuat Demokrasi, UMNU Gandeng KPUPerkuat Demokrasi, UMNU Gandeng KPU
KERJA SAMA: Suasana penandatanganan kerja sama antara Universitas Ma’arif Nahdlatul Ulama (UMNU) Kebumen sepakat bekerja sama dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kebumen

BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Keberhasilan pemilihan umum (pemilu) merupakan tanggung jawab yang tidak hanya terletak pada pihak penyelenggara, melainkan juga memerlukan partisipasi aktif dari berbagai elemen masyarakat.

Salah satu pihak yang memiliki peran penting dalam mencapai kesuksesan tersebut adalah perguruan tinggi.

Dalam konteks ini, Universitas Ma’arif Nahdlatul Ulama (UMNU) Kebumen telah mengambil langkah konkret dengan menjalin kerja sama bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kebumen.

Kesepakatan ini diwujudkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang berlangsung di Aula Aswaja UMNU Kebumen.

Penandatanganan kerja sama tersebut dilakukan pada Rabu, 10 Juni, oleh Rektor UMNU Kebumen, Dr Imam Satibi MPdI dan Ketua KPU Kabupaten Kebumen, Dzakiatul Banat.

Dalam momen bersejarah ini, kedua belah pihak sepakat untuk mengembangkan berbagai program kolaboratif yang berfokus pada pendidikan kepemiluan, pendidikan pemilih, penguatan demokrasi, serta penelitian dan seminar.

Selain itu, kolaborasi ini juga akan mencakup kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya partisipasi dalam proses demokrasi.

Rektor UMNU Kebumen, Dr Imam Satibi, menekankan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik tetapi juga memiliki kesadaran sosial dan komitmen terhadap nilai-nilai demokrasi.

“Perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menyiapkan generasi muda yang kritis, berintegritas, dan bertanggung jawab. Melalui kerja sama dengan KPU Kebumen, kami berharap mahasiswa semakin memahami pemilu dan demokrasi sebagai bagian penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujarnya pada kesempatan tersebut.

Dalam pandangan Dr Imam Satibi, pendidikan demokrasi harus diberikan sejak dini kepada mahasiswa agar mereka mampu menjadi agen perubahan yang aktif dan dapat berpartisipasi dalam pembangunan bangsa.

Dengan demikian, mereka diharapkan dapat menjaga kualitas demokrasi di Indonesia yang saat ini sedang menghadapi berbagai tantangan.

Kerja sama antara UMNU Kebumen dan KPU Kabupaten Kebumen diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pengembangan pengetahuan tentang pemilu di kalangan mahasiswa.

Program-program yang dirancang akan meliputi pelatihan-pelatihan terkait tata cara pemungutan suara, debat calon legislatif, serta diskusi-diskusi mengenai isu-isu terkini seputar politik dan pemerintahan.

Ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai sistem politik Indonesia serta mendorong mereka untuk lebih aktif terlibat dalam proses demokrasi.

Pendidikan pemilih menjadi salah satu fokus utama dari kerjasama ini.

Melalui kegiatan-kegiatan yang direncanakan, mahasiswa diharapkan dapat memahami hak-hak mereka sebagai pemilih serta pentingnya memilih calon pemimpin yang berkualitas.

Ini adalah bagian dari upaya untuk menciptakan masyarakat yang cerdas dalam memilih serta memahami konsekuensi dari pilihan mereka terhadap masa depan bangsa.

Selain itu, seminar-seminar yang akan diselenggarakan sebagai bagian dari kolaborasi ini juga dirancang untuk memberikan wawasan lebih mendalam tentang peran setiap individu dalam menjaga stabilitas politik dan sosial di negara ini.

Diskusi-diskusi terbuka akan menghadirkan narasumber dari berbagai latar belakang untuk memberikan perspektif berbeda mengenai isu-isu kontemporer dalam dunia politik.

Salah satu aspek penting lainnya dari kerja sama ini adalah pengabdian kepada masyarakat.

Kegiatan pengabdian diharapkan tidak hanya bersifat teoritis tetapi juga praktis sehingga mahasiswa bisa langsung terjun ke lapangan untuk mengimplementasikan pengetahuan yang didapatkan selama proses pembelajaran.

Dengan keterlibatan langsung dalam kegiatan-kegiatan sosial-politik, mahasiswa diharapkan dapat merasakan dinamika kehidupan bermasyarakat serta tantangan-tantangan yang ada. (cah/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Kepudang Lunas PBB dalam Sehari

Tradisi Asok Glondong Pangareng Areng di Cilacap, Warga Lunas PBB 143 Juta dalam Sehari