BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Dalam rangka memperingati Hari Donor Darah Internasional, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kebumen mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan instansinya untuk berpartisipasi dalam kegiatan donor darah massal.
Acara ini diselenggarakan di Kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kebumen pada hari Kamis, 11 Juni.
Melalui inisiatif ini, Kemenag Kebumen tidak hanya ingin menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan publik yang berkualitas, tetapi juga berupaya mewujudkan aksi sosial yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Kebumen, H Anif Solikhin, menekankan pentingnya partisipasi ASN dalam kegiatan sosial ini.
Ia menyampaikan bahwa semangat Kemenag Berdampak perlu diwujudkan tidak hanya melalui program keagamaan dan pelayanan yang baik, tetapi juga melalui tindakan nyata yang bisa membantu sesama.
“Donor darah merupakan bentuk ibadah kemanusiaan. Ketika kita mampu membantu sesama melalui setetes darah, maka sesungguhnya kita sedang menghadirkan harapan bagi mereka yang membutuhkan. Inilah makna Kemenag Berdampak, hadir memberikan manfaat nyata bagi umat,” ungkap Anif.
Anif menambahkan bahwa ASN Kementerian Agama memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi teladan dalam menumbuhkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Ia mengajak seluruh ASN untuk menjawab panggilan kemanusiaan ini dengan semangat dan keikhlasan.
“Semoga semakin banyak pegawai Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen yang tergerak menjadi pendonor, sebab satu kantong darah dapat menyelamatkan lebih dari satu nyawa,” imbuhnya penuh harap.
Dalam kegiatan donor darah tersebut, Kepala Subbagian Tata Usaha Kantor Kemenag Kebumen sekaligus Wakil Ketua PMI Kabupaten Kebumen, H Salim Wazdy, juga memberikan penjelasan mengenai pentingnya keberadaan darah dalam sistem kesehatan masyarakat.
Ia menyebutkan bahwa kebutuhan akan darah di PMI berlangsung setiap hari.
“Ketersediaan darah menjadi kebutuhan penting dalam pelayanan kesehatan. Pasien kecelakaan, ibu melahirkan, penderita talasemia, hingga pasien dengan penyakit tertentu sangat membutuhkan donor darah,” paparnya.
Salim Wazdy berharap agar ASN Kemenag Kebumen dapat menjadi pelopor gerakan donor darah secara sukarela dan berkelanjutan.
“Kami sangat menghargai setiap tetes darah yang disumbangkan oleh para pendonor. Setiap tindakan kecil ini memiliki dampak besar bagi kehidupan orang lain,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, Kemenag Kebumen berusaha untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya donor darah dan bagaimana sumbangan tersebut dapat menyelamatkan nyawa manusia.
Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk mendorong lebih banyak individu untuk terlibat dalam aksi sosial yang bermanfaat bagi komunitas mereka.
Pentingnya donor darah sebagai salah satu bentuk kepedulian sosial tidak bisa dianggap remeh.
Di tengah situasi kesehatan yang kadang tidak terduga, ketersediaan stok darah menjadi sangat krusial.
Dalam banyak kasus darurat medis, kehadiran donor sukarela sering kali menjadi penyelamat jiwa bagi mereka yang membutuhkannya.
Momentum Hari Donor Darah Internasional seharusnya dijadikan sebagai pengingat bagi kita semua akan pentingnya berbagi dan peduli terhadap sesama.
Dengan berpartisipasi dalam kegiatan donor darah, kita tidak hanya memberikan harapan bagi mereka yang membutuhkan tetapi juga menunjukkan solidaritas sebagai bagian dari masyarakat. (*/stch/dda)
















