Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

UPKP Banyumas Lacak Pelaku Pembuangan Sampah Liar Lewat Bungkus Paket COD

Sampah Liar Masih MarakSampah Liar Masih Marak
SAMPAH: Sejumlah bungkus paket COD ditemukan di lokasi sampah liar di jalur lingkar Sumpiuh-Tambak di Kelurahan Kebokura, Selasa (12/5) pagi

BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – Di tengah perjuangan Pemerintah Kabupaten Banyumas untuk mewujudkan program bebas sampah pada tahun 2028, permasalahan sampah liar kembali mencuat.

Pada Selasa pagi, 12 Mei, tumpukan limbah ditemukan di pinggir jalan nasional jalur lingkar utara Sumpiuh-Tambak, tepatnya di wilayah Kelurahan Kebokura, Kecamatan Sumpiuh.

Mayoritas limbah yang dibuang adalah sampah rumah tangga yang terbungkus dalam plastik dan paket pengiriman.

Temuan ini sangat mengkhawatirkan dan menjadi sorotan publik karena menunjukkan bahwa upaya untuk mengurangi sampah masih menghadapi tantangan besar.

Meskipun gerakan pemilahan sampah dari sumber telah digalakkan, keberadaan tumpukan sampah liar tetap menjadi masalah yang belum terpecahkan.

Kepala Unit Pengelola Kebersihan dan Pertamanan (UPKP) Wilayah Sumpiuh, Titien Isnaeni, menjelaskan bahwa pihaknya menemukan sejumlah bungkus paket COD di lokasi penemuan sampah liar tersebut.

Temuan ini dianggap sebagai petunjuk penting untuk melacak pelaku pembuangan limbah.

“Kita lakukan edukasi kepada orang yang diduga membuang sampah dari temuan bungkus paket COD, lacak alamatnya sampai ketemu,” jelas Titien saat ditemui di lokasi pada hari yang sama.

Sampai saat ini, hasil pemantauan berkala menunjukkan bahwa tumpukan sampah liar baru terus bermunculan di lokasi tersebut.

Selain sampah rumah tangga, petugas juga mendapati tumpukan dedaunan kering hasil penyapuan.

Hal ini menjadi catatan serius bagi pemerintah daerah, mengingat kondisi tersebut bertolak belakang dengan target Banyumas menuju bebas sampah dalam waktu dua tahun ke depan.

Dalam menghadapi masalah ini, UPKP Wilayah Sumpiuh terus berupaya melakukan berbagai langkah penanganan dan pencegahan.

Untuk menindaklanjuti isu pembuangan limbah liar ini, UPKP menggandeng pemerintah kelurahan serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Banyumas yang wilayahnya mencakup eks Kawedanan Sumpiuh.

Koordinasi dilakukan agar lokasi tersebut tidak lagi dijadikan tempat pembuangan limbah.

Titien menekankan bahwa pendekatan yang dilakukan lebih mengutamakan edukasi kepada masyarakat.

Langkah humanis ini dipilih agar warga yang terindikasi membuang sampah liar dapat memahami dampak negatif dari perilaku mereka.

“Edukasi mengutamakan pendekatan humanis sehingga dapat diterima oleh masyarakat yang terindikasi sebagai pembuang sampah liar,” imbuhnya.

Dalam waktu dekat, UPKP Wilayah Sumpiuh dan pihak terkait merencanakan pembersihan lokasi pembuangan limbah liar tersebut.

Selain membersihkan area yang terdampak, petugas juga akan memasang papan larangan membuang sampah di lokasi itu agar masyarakat tidak kembali melakukan tindakan serupa.

Kondisi saat ini menunjukkan bahwa meskipun sudah ada berbagai upaya untuk mencegah dan menangani masalah pembuangan limbah liar, masih banyak tantangan yang harus dihadapi.

Kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan seharusnya ditingkatkan melalui berbagai program edukasi yang lebih intensif dan menyentuh langsung kepada masyarakat.

Sampah merupakan masalah serius yang mempengaruhi kesehatan masyarakat dan lingkungan hidup.

Tumpukan limbah dapat menyebabkan pencemaran tanah dan air serta menarik berbagai jenis hama dan penyakit.

Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah daerah dengan masyarakat sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.

Pemerintah Kabupaten Banyumas memiliki rencana ambisius untuk mencapai status bebas sampah pada tahun 2028.

Namun, jika tidak ada tindakan tegas terhadap pelanggar serta peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan limbah, cita-cita tersebut bisa saja menjadi hal yang sulit dicapai. (fij/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Jelang Kemarau, Peternak Lebah Pecah Koloni

Produksi Madu Alami Meningkat, Peternak Kebumen Terapkan Strategi Pemecahan Koloni

Berita Selanjutnya
Anime Baru Studio Ghibli Tahun

Studio Ghibli Segera Rilis Anime Terbaru 2026